Trik Atasi Balita Tidak Mau Makan

Trik Atasi Balita Tidak Mau Makan

 tumblr_m8rjpnlSUn1rvhnmno1_400

Balita satu – dua tahun Anda susah makan?

Ia selalu menolak ketika disodori makanan apapun.

Ini trik-triknya agar ia mau makan lagi.

Di usia satu dan dua tahun, balita biasanya lebih susah makan. Ia menolak semua makanan yang disodorkan bundanya. Jangan menyalahkan siapapun dalam kasus ini. Balita melakukan gerakan tutup mulut, itu bukan salahnya, juga bukan salah Anda.

Balita memang sedang dalam masa perkembangan mengeksplorasi lingkungan. Banyak hal menarik di sekitarnya, bermain sering lebih menarik ketimbang makan. Tapi, Anda mungkin bisa sedikit mencuri perhatiannya agar ia menoleh ke makanannya. Berikut tips untuk balita penolak makan:

  • Jadi contoh yang baik. Makanlah bersama balitaAnda, karena siapa tahu balita bungkam karena melihat Anda tidak pernah makan, dan ia meniru pola makan Anda yang sedang diet.
  • Pastikan bentuk penyajian makanan yang Anda berikan terlihat menarik menurutnya. Bisa saja bentuknya membuat ia ingin melahapnya.
  • Ajak ia saat proses pembuatan makanan dan biarkan dia membantu Anda sebisanya. Misalnya mengambil lauknya sendiri.
  • Berikan makanan sesuai usianya. Mungkin Anda lupa, anak Anda bukan bayi lagi, tapi masih memberinya bubur.
  • Sediakan makanan dalam jumlah kecil agar Anda tidak frustrasi bila balita tak mau menghabiskannya.
  • Berikan alternatif makanan lain sebagai pengganti makanan yang tidak ia sukai. Misalnya ia tak mau nasi, berikan mi atau roti. Bila ia hanya mau makan lauknya saja, sediakan di tempat yang mudah dijangkau, agar ia bisa mengambilnya sewaktu-waktu ia ingin makan.

Trik-trik dari dokter yang akrab disapa Tati ini, mungkin bisa membantu Anda dalam membangun kebiasaan makan yang sehat pada anak.

1. Kenali Dulu Penyebabnya

Jika anak susah makan, tentunya sebagai orangtua, ibu harus tahu apa yang menyebabkan anak enggan untuk menelan makanan yang telah kita siapkan. Apakah ia sedang sakit? Apakah selama ini respons orangtua yang salah dengan pola makan anak? Atau ada masalah psikologis yang membuat sang anak menjadi sulit makan. Penanganan yang terbaik yang sesuai dengan penyebabnya.

2. Jangan Paksakan Anak

Yang juga kerap terlupakan, di usia batita ini rasa ingin tahu anak sudah semakin besar. Ia sudah punya selera tersendiri terhadap makanan. Apa cita rasa yang disukai anak, tugas orangtualah untuk menemukannya. Namun, menurut Saptawati, yang perlu digaris bawahi adalah anak punya hak memilih kapan mau makan, seberapa banyak yang akan dikonsumsi olehnya.

Jangan sampai orangtua mengambil langkah pemaksaan, karena sudah dipastikan anak akan semakin enggan dan kehilangan kepercayaannya terhadap orangtuanya sendiri. Hal ini juga berakibat menghambat anak menentukan kapan waktu yang tepat untuk makan secara rutin.

3. Kenalkan Makanan Baru Secara Bertahap

Secara bertahap perkenalkan makanan baru yang sehat di saat anak paling bisa menerima makanan. Yakni di pagi hari setelah anak memiliki waktu istirahat yang cukup.

Misalnya nasi dengan sayur bayam, ditambah lauk ikan goreng, anak akan lebih mudah mengenali rasa masing-masing menu, karena mewakili tiap jenisnya.

4. Ciptakan Suasana Nyaman Saat Anak Makan

Anda bisa mengubah waktu makan menjadi lebih menyenangkan dengan mengajaknya membuat makanan bersama bereksperimen dengan resep baru atau bisa juga dengan menghias makanan yang ia tidak sukai seperti sayur menjadi lebih menarik.

Jangan alihkan fokus anak dengan menyetelkan tayangan televisi. Suasana ini bisa membuyarkan emosional yang terbangun antara anak dan orangtua dalam menumbuhkan ketertarikannya pada makanan tersebut.

5. Orangtua Memberi Contoh

Jadilah contoh yang baik bagi anak Anda. Makanlah bersama buah hati, karena siapa tahu anak Anda bungkam, karena melihat Anda tidak pernah makan, dan meniru pola makan Anda yang sedang melakukan program diet.

6. Variasi Model dan Menu Makanan Sesuai Selera Anak

Variasikan hidangan setiap kali makan, baik dari pilihan bahan makanannya maupun penyajiannya. Begitu juga pilihan peralatan makan. Manfaatkan bentuk, gambar dan warna-warna menarik kesukaan anak.

Sementara penyajiannya bisa diakali dengan tampilan yang lucu dan menarik seperti hiasan dari tomat, wortel, sayur atau irisan telur di atasnya.

Tipe Makanan yang Meningkatkan Nafsu Makan Anak

Anak-anak mungkin perlu perangsang nafsu makan untuk membantu mereka mendapatkan atau mempertahankan berat badan yang sehat ya, Ma. Yuk contek tipenya berikut ini.

– Berbumbu. Eksplorasi cara memasak Mama mulai dari sekarang. Mama bisa mecoba memasak aneka makanan dengan berbumbu dan bukan hanya sayuran bening saja. Bisa mencoba aneka rasa, dan memperkaya rasa makanan anak tak ada salahnya.

– Makanan Tinggi Nutrisi. Makanan tinggi nutrisi dapat merangsang nafsu makan pada anak-anak, karena mengandung vitamin dan mineral. Buah-buahan memiliki jumlah vitamin yang tinggi vitamin A, C dan serat seperti, mangga, pisang, jeruk dan blueberry. Memasukkan buah-buahan segar ke dalam smoothie dan tambahkan yoghurt (sumber serat, kalsium dan B12). Sayuran berdaun hijau seperti bayam, selada, dan lainnya.

– Gizi, Suplemen dan Vitamin. Kekurangan vitamin dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan pada anak-anak. Anak-anak mengalami stres atau penyakit kronis sering menderita gangguan penyerapan vitamin.

Ada tablet khusus dan formula vitamin cair yang dirancang hanya untuk anak-anak untuk memberikan vitamin C yang diperlukan, D, seng, kalsium dan B12 – semua penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, sesuai dengan pilihan vitamin yang sehat. Anak-anak juga didorong untuk mengonsumsi vitamin setiap hari untuk menginduksi nafsu makan mereka.

Bayi Juga Butuh Variasi Makanan Lho!

Hingga menginjak usia satu tahun, bayi biasanya masih mendapatkan ASI sebagai salah satu sumber pemenuhan gizi.  Pemberian air susu ibu disesuaikan dengan keinginan bayi (on demand). Separuh kebutuhan bayi dapat terpenuhi dari ASI, dan sebagian kebutuhan lain dipenuhi dari makanan pendamping ASI (MPASI).

Pemberian ASI sebenarnya tetap dapat dipertahankan hingga usia 2 tahun. Meski begitu, para ibu dapat mengurangi frekuensi pemberian ASI sedikit demi sedikit. Upaya menyapih bayi ini tentu harus dilakukan bertahap, dan harus menghindari penghentian secara tiba-tiba.

Setelah usia 12 bulan, frekuensi pemberian ASI mulai berkurang karena si kecil mulai diperkenalkan dengan makanan keluarga. Makanan padat berupa MPASI mulai diberikan untuk memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI.

Adapun tujuan pemberian MPASI adalah untuk menambah energi dan zat-zat gizi yang diperlukan anak, beradaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi tinggi, membiasakan mengonsumsi maknaan bergizi seimbang, mengembangkan kemampuan anak untuk menerima bermacam-macam makanan dengan berbagai rasa dan bentuk serta mengembangkan kemampuannya untuk mengunyah dan menelan makanan padat.

Selain itu, anak mulai mengembangkan kebiasaan makan, yakni membiasakan pola makan keluarga sehari-hari: sarapan, makan siang dan malam, serta diselingi camilan di antara dua waktu makanan utama.

Untuk rentang usia 12-14 bulan ini, pemberian makanan keluarga setidaknya tiga kali sehari dengan porsi separuh makanan orang dewasa setiap kali makan. Lalu, berikan makanan selingan dua kali sehari.

Tak kalah penting utuk selalu memerhatikan variasi makanan yang diberikan dengan padanan bermacam bahan makanan, misalnya nasi, ikan, telur, tempe, tahu, bayam, wortel, tomat dan sebagainya. Intinya, perhatikan kualitas gizi makanan yang hendak dikonsumsi sang buah hati.

“Kenapa banyak anak yang tidak doyan sayur dan pilih-pilih makanan? Karena orangtua sudah mengajarkan makanan yang manis dari kecil, sedangkan sayur rasanya hambar jadi anak tidak mau. Jadi variasikan menu makanan untuk anak,” papar dr. Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, Sp.GK, ahli gizi klinik dari Departemen Gizi FKUI-RSCM.

Perhatikan kualitas gizi

Kenapa demikian? Karena dengan pemberian makanan yang berkualitas dan kuantitasnya baik dapat menunjang tumbuh kembang, sehingga anak dapat tumbuh normal dan sehat serta terbebas dari penyakit.

Sebaliknya, apabila anak pada masa ini tidak memeroleh makanan sesuai kebutuhan gizinya, berisiko mengalami gizi kurang. Kekurangan gizi akan mengganggu tumbuh kembang anak, baik pada masa ini maupun masa selanjutnya, bila tak secara dini tak diatasi.

Seperti disebutkan dalam Global Strategi For Infrant And Young Child Feeding, World Health Organization (WHO) dan United International Childrens Emergency Fund (UNICEF), untuk mencapai tumbuh kembang optimal, anak perlu diberikan MPASI sejak berusia enam bulan sampai 24 bulan, dan meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih.

Kiat Pemberian Makanan Keluarga

– Pastikan bahan makanan yang dipilih masih segar dan bebas dari pestisida , misalnya sayuran dan buah-buahan.

– Pastikan pula bahan makanan bebas bahan-bahan pengawet atau formalin misalnya pada ikan atau ayam, juga serta zat-zast kimia lainnya yang dinilai berbahaya bagi kesehatan.

– Perhatikan kebersihan dalam pengolahan dan penyajian makanan.

– Hindari penggunaan bumbu penyedap seperti MSG, kenalkan rasa gurih dari kaldu ayam /daging/ ikan atau keju.

– Hindari terlalu banyak memberikan gula dan garam

– Variasikan hidangan makanan, baik dari pilihan bahan maupun penyajian. Variasikan lauk-pauknya sehingga membangkitkan selera makan anak serta tak merasa bosan.

– Beri anak makanan sesuai jumlah kebutuhan energinya agar tak terjadi kegemukan ataupun kekurangan gizi.

– Pemberian makanan camilan harus dibatasi karena bisa mengganggu nafsu makannya di waktu makan siang dan makan malam. Hindari memberi makanan dekat dengan waktu makan utama.

– Perhatikan kebersihan alat makan, mengajak anak makan bersama anggota keluarga lain.

– Kenali jenis makanan yang menyebabkan anak mengalami alergi. Bila ditemui masalah seperti alergi, intoleransi makanan , dan lain-lain, konsultasikan hal ini dengan dokter.

Tambahan Rempah Daun Ini Agar Nafsu Makan Anak Lebih Baik

 Ada beberapa trik khusus untuk menghadapi anak yang pilih-pilih soal makan. Misalnya dengan memasukkan beberapa jenis daun herbal dalam menunya. Aroma wanginya yang khas bisa membantu tingkatkan nafsu makan si kecil.

Daun herbal ini memang punya aroma yang enak dihirup. Juga mengandung nutrisi baik untuk tubuh, dan membuat masakan tambah enak. Jika si kecil masih sulit makannya, cobalah masukkan daun herbal ini dalam masakan.

1. Mint

Aroma kuat daun mint tak hanya cocok ditambahkan pada minuman saja. Makananpun cocok berpadu dengan daun mint yang punya aroma dan sensasi rasa yang khas. Menghirup aroma mint bisa memicu seseorang jadi merasa lapar. Mint juga bisa membantu atasi perut kembung dan sakit perut.

2. Rosemary

Rosemary dipercaya bisa meningkatkan nafsu makan, sekaligus baik untuk kesehatan pencernaan. Rosemary juga sering digunakan untuk mengobati demam. Aroma wanginya memang memicu rasa lapar. Cocok diolah bersama daging ayam, domba, juga ikan serta sup. Rosemary juga bisa ditambahkan pada saus pasta.

3. Tarragon

Daun hijau berbentuk memanjang ini selain wangi juga bisa meningkatkan keinginan si kecil untuk makan. Daun tarragon juga bisa mengatasi sakit gigi serta sakit perut. Cocok untuk diolah bersama ikan, daging ayam dan juga telur. Untuk anak yang sulit makan, sebaiknya hindari memberi minum dalam jumlah banyak sebelum makan. Hal tersebut bisa membuatnya kehilangan selera makan karena perut sudah terisi.

4. Thyme

Si kecil diare atau sulit makan? Coba tambahkan thyme pada racikan menu makannya. Tiap helai daun thyme mengandung zat besi, potassium, seng, juga vitamin dan mineral lain. Biasanya, daun thyme ditambahkan dalam resep daging domba, juga cocok pada menu ayam, ikan, juga tumisan dan saus pasta.

Suplemen Anak Bukan untuk Penambah Nafsu Makan

Suplemen makanan yang diberikan untuk anak identik dengan penambah nafsu makan. Namun, menurut dr Ivan Hoesada, Chief Medical Consultant High Desert Indonesia, suplemen makanan fungsinya hanya untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dan meningkatkan kekebalan tubuh pada masa pertumbuhan.

“Banyak orang tua yang memberikan suplemen makanan untuk menambah nafsu makan anak. Padahal suplemen makanan, untuk menambah kekebalan tubuh anak agar tidak mudah sakit,”

Suplemen makanan lebih berperan untuk menormalkan nafsu makan anak yang sebelumnya mungkin dia sulit makan. Dengan mengonsumsi suplemen makanan, tentu tubuh anak selalu merasa sehat dan bugar. Sehingga, meningkatkan keinginannya untuk makan.

“Logika saja, bila tubuh kita sedang kurang sehat atau letih tentu kita malas untuk makan. Melihat makanan enak di depan mata saja tidak berpengaruh terhadap nafsu makan kita. Sedangkan bila kita sedang sehat-sehat saja seluruh organ tubuh kita akan bekerja dengan baik. Anak secara otomatis akan merasa lapar di waktu-waktu makan,” terangnya.

Ia menganjurkan untuk memberikan suplemen makanan kepada anak walaupun tidak memiliki masalah terhadap hasrat makan. Selain nutrisi anak akan terpenuhi, suplemen akan memenuhi kebutuhan asupan energi saat anak dalam keadaan sangat aktif.

“Pilih suplemen yang nutrisinya lengkap dan seimbang dan tentunya alami. Lakukan penelitian kecil seperti browsing di internet mengenai produk-produk suplemen apa saja yang baik untuk anak,”

Hal lain yang mesti diperhatikan orang tua untuk buah hatinya adalah pola makan yang sehat. Sebab, hal ini juga menyangkut pembentukan sikap sejak dini bagi anak. Kuncinya, kata Saptawati, orang tua harus kreatif dan ulet dalam mengenalkan kebiasaan makan sehat kepada anak agar terpenuhi standar gizi yang seimbang. Tiga hal yang harus diperhatikan bagi para orang tua, khususnya ibu, dalam membentuk pola makan sehat bagi anak, yaitu jumlah, jenis, dan jadwal makan.

Terkait dengan jumlah, makanan bagi si kecil harus sesuai dengan kebutuhan energi dan zat gizi anak menurut usia dan kondisi. Jenisnya pun harus beragam. Orang tua harus membiasakan diri menyediakan makanan yang beragam yang meliputi makanan pokok sebagai sumber energi, lauk-pauk sebagai sumber protein dan lemak, sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral, serta susu sebagai sumber protein dan kalsium.

Adapun terkait dengan jadwal, orang tua harus membuat jadwal makan yang teratur untuk memastikan asupan energi dan zat gizi di setiap waktu tertentu.

 Trik Atasi Balita Tidak Mau Makan

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com