Tips Naik Pesawat Bersama Anak

Tips Naik Pesawat Bersama Anak

 baby-plane-airline-007

Tak sedikit orang tua mengalami stres saat mengajak balita dalam penerbangan. Karena balita yang sedang aktif tak mau tenang selama dalam perjalanan. Belum lagi timbul kerepotan-kerepotan yang lainnya. Naik pesawat bersama balitadiperlukan beberapa persiapan dan kiat tersendiri. Agar acara penerbangan lancar dan menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Jika Ada terbang jarak jauh dengan bayi, mintalah kursi sekat dan siapkan tempat tidur bayi sebelum penerbangan. Bassinet dapat digunakan untuk anak hingga usia 18 bulan, namun paling cocok untuk bayi di bawah delapan bulan.

Jika Anda sedang hamil lebih dari 24 minggu, pastikan mendapat surat keterangan dari dokter atau bidan yang menyatakan Anda layak terbang.

Sampailah ke bandara lebih awal sebelum penerbangan. Agar Anda tidak lari tergesa-gesa sambil menyeret banyak koper dan menggendong atau menggandeng anak karena mepet dengan jam penerbagan. Hal ini bisa menjadikan stres dan kelelahan.

Di dalam pesawat, jangan berharap Anda dapat membaca buku atau novel favorit, jika balita ikut serta. Anggaplah sebagai bonus jika memang Anda mendapat kesempatan tersebut.

Ingat, di dalam pesawat Anda tidak boleh membawa tempat air atau makanan lebih besar dari ukuran 100 ml. Susu  dan makanan bayi diperbolehkan, namun Anda akan diminta untuk mencicipinya.

Jika membawa bayi, ambil kain gendongan dan kereta ringan – karena Anda tidak akan selalu mendapatkannya kembali saat di pintu pesawat.

Periksa bagasi dan hand baggage allowances di situs maskapai penerbagan Anda. Mencoba mengepak ulang dengan kepanikan di bandara bukan suatu hal yang menyenangkan.

Bawa popok lebih banyak, karena perubahan tekanan udara bisa mengakibatkan gangguan pada perut bayi.

Beri makan bayi Anda saat sudah lepas landas dan mendarat untuk mencegah sakit telinga. Anda bisa memberinya permen anak-anak atau sesuatu yang dapat mereka hisap.

Bawa beberapa mainan ukuran kecil, seperti kertas mewarnai atau buku bergambar. Bagi balita yang sudah lebih besar biarkan mereka bermain game komputer

Makanan airline masih kurang ramah untuk anak-anak dan harganya juga mahal.Bawa beberapa makanan ringan yang tidak lengket. Dan jangan membawa minuman dalam kemasan karton karena bisa menyemprot ke mana-mana dan tidak bisa ditutup kembali setelah dibuka.

Jika Anda membawa anak-anak kecil dalam penerbangan panjang, bawakan baju piyama untuk watu malam. Jangan terlalu kawatir tentang jet lag, anak mengalaminya lebih sedikit dibanding orang dewasa.

Dok, Bolehkah Bayi Naik Pesawat?

Liburan Natal, Tahun Baru, dan liburan anak sekolah hampir tiba! Sebagian dari Anda mungkin berencana mudik atau pergi jalan-jalan dengan membawa si bayi naik pesawat terbang, bukan? Kini saya akan memberikan beberapa tips yang bisa Sobat lakukan agar membawa si kecil nyaman di pesawat.

  • Rencanakan perjalanan dengan baik, booking jauh-jauh hari sehingga seluruh rombongan bisa duduk bersama-sama. Dengan demikian Anda punya banyak bala bantuan.
  • Informasikan bahwa Anda membawa bayi atau anak agar disiapkanseatbelt. Untuk bayi biasanya tersedia meja lipat untuk ganti diaper di tempat duduk paling depan.
  • Usahakan naik pesawat direct flight (tanpa transit) ke tempat tujuan bila memungkinkan, agar mempermudah perjalanan Anda.
  • Pertanyaan yang sering dilontarkan orangtua, pada usia berapakah anak sudah boleh atau cukup aman untuk dibawa bepergian naik pesawat terbang? Sebenarnya tidak ada usia minimal anak boleh naik pesawat. Namun semakin kecil usia anak, pertimbangkan baik-baik apakah perjalanan tersebut benar-benar penting.
  • Mengapa? Pada usia sangat muda(<6 minggu) bayi masih sangat rentan terhadap kuman. Kabin pesawat memiliki sistem perputaran udara tertutup, kuman dari orang yang tengah sakit mudah menular. Kemudian, kadar oksigen yang relatif lebih rendah dalam kabin tidak masalah bagi kita, namun pada beberapa bayi dengan sistem pernafasan yang rentan dapat mengganggu pola nafas mereka.
  • Perubahan tekanan udara dalam kabin terutama saat take-offlanding, dan turbulensi menyebabkan telinga ‘budeg’. Hal ini sangat tak nyaman bagi bayi. Sesaat sebelum take-offlanding, dan saat turbulensi, susui bayi atau berikan minum dengan dot. Empeng juga dapat digunakan tapi lebih efektif minum. Lakukan SEBELUM bayi merasa ‘budeg’, agar tak sempat rewel, karena rasa tersebut sangat tak nyaman dan dapat membuatnya rewel sepanjang perjalanan.
  • Bawa beberapa mainan dan buku yang disukai anak, agar ia sibuk beraktivitas sepanjang perjalanan. Demikian pula kue dan minuman favoritnya.
  • Pakaikan pakaian yang mudah dikenakan dan dilepas, just in case ada tumpahan atau muntahan, sehingga mudah diganti. Jangan lupa bawa jaket.
  • Pikirkan bawaan yg ringkas dan tepat guna. Hindari membawa semua benda hanya untuk ‘berjaga-jaga’-berat dan belum tentu ketemu saat diperlukan.
  • Terakhir, datanglah lebih awal dari waktu keberangkatan yang seharusnya, karena membawa bayi atau anak bukanlah hal yang mudah.
  • Dan…. Happy traveling!

Panduan Saat Mengajak Bayi Naik Pesawat

Berikut ini panduan untuk bepergian bersama bayi kecil Anda, saat dengan pesawat terbang.  Mulai dari sebelum berangkat, saat di bandara, hingga selama di pesawat, agar acara bepergian bersama si kecil lancar.

1. SEBELUM BERANGKAT

Saat Memesan Tiket  

  • Pilih waktu terbang yang paling nyaman untuk bayi, misalnya pada malam hari (untuk penerbangan panjang) atau jam tidur siang untuk penerbangan jarak pendek, karena pada saat itu anak akan bisa tidur tenang di pesawat.
  • Informasikan ke maskapai penerbangan bahwa Anda bepergian dengan bayi  (infant). Dengan begitu, awak pesawat sudah terinformasi untuk siap memasang sabuk pengaman tambahan (untuk anak yang dipangku), atau membantu memasangkan car seat.
  • Pesan satu tempat duduk tambahan khusus untuk bayi, terutama bila  bayi Anda sudah cukup besar, karena tidak dianjurkan memangku bayi terus-terusan di pesawat. Turbulensi atau perubahan tekanan udara secara drastis bisa membuat si kecil terlepas dari pegangan Anda. Belum lagi bila terjadi kecelakaan, ia bisa saja terjepit di antara tubuh Anda.
  • Pesan seat  di bagian depan kabin agar Anda mendapatkan lebih banyak ruang untuk kaki. Kursi di bagian depan kabin juga artinya semakin sedikit suara bising yang terdengar dari mesin pesawat. Dan perlu diingat, Anda dan bayi tidak diijinkan duduk di deretan emergency exit.
  • Pilih tempat duduk di sisi lorong (aisle) untuk Anda, agar Anda bisa gampang keluar-masuk saat mengurus si kecil –bila harus ke toilet atau saat menenangkannya dengan berjalan-jalan di lorong kabin.
  • Cermati dan patuhi peraturan tentang membawa stroller, karena tiap maskapai penerbangan menetapkan aturan yang berbeda. Ada yang membolehkan dibawa ke kabin dan dititipkan ke awak pesawat, namun ada pula yang sama sekali melarang membawa stroller ke kabin –harus masuk bagasi.

Umur Berapa Boleh Terbang? 

  • Bila umur anak masih di bawah 2 minggu, sebaiknya hindari bepergian dengan pesawat. Tubuh bayi sekecil ini masih belum mampu menyesuaikan diri secara sempurna dengan keadaan lingkungan sekitar, karena ia baru saja keluar dari “zona nyaman” lingkungan rahim bunda. Pada usia itu bayi juga lebih rentan terhadap bakteri dan kuman, terutama di ruangan yang tertutup seperti kabin pesawat.
  • Umur 3 bulan adalah usia yang cukup aman untuk bepergian naik pesawat terbang, karena di umur ini terjadi fisiologi pertumbuhan dan perkembangan bayi maksimal, sehingga kondisinya optimal jika menghadapi stres –seperti hawa dingin dan berbagai perubahan lain. Semakin tua usia bayi, maka ia akan makin kuat terhadap perubahan lingkungan lainnya.

Periksa Kesehatan Bayi Anda:

  • Periksa seluruh kondisi tubuh bayi Anda sekitar 3-7 hari sebelum berangkat. Sampaikan segala keluhan kesehatan yang diderita bayi, agar dokter bisa memberikan penanganan terbaik. Misalnya bila bayi Anda baru saja mengalami pilek atau radang telinga, bisa jadi dokter akan memberikan obat tetes pereda nyeri.
  • Minta surat keterangan sehat dan surat rekomendasi dokter yang menyatakan bahwa anak Anda layak untuk bepergian dengan pesawat udara. Walaupun tak selalu diwajibkan oleh maskapai, namun surat ini penting untuk berjaga-jaga.
  • Jaga kesehatan dan kebugaran menjelang berangkat   Beri vitamin dan makanan yang bergizi cukup dan seimbang sebagai pencegahan. Anak kecil rentan tertularairborne infection, terutama penyakit yang mudah menular seperti flu dan batuk –maka usahakan agar si kecil tidak bepergian di kala kondisinya sedang tidak prima.Bila  keadaan bayi Anda parah, lebih baik tunda keberangkatan. Bila Anda tetap bersikeras terbang, biasanya pihak maskapai akan meminta surat persetujuan dari Anda, bahwa jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan adalah di luar tanggung jawab pihak maskapai penerbangan 

2. SAAT DI BANDARA

  • Tiba Lebih Awal, agar Anda punya waktu lengang untuk check-in  –terutama dengan bawaan yang tidak sedikit–, melewati imigrasi (bila keluar negeri) dan security check.
  • Duduk di area ‘No Smoking’ saat menunggu waktu naik ke pesawat.
  • Ajak bayi bermain dan beraktivitas agar ia merasa lelah, sehingga nanti di dalam pesawat ia tak butuh waktu lama untuk tertidur.

Ringan, Ringkas, Rapi 

  • Bawa tas bentuk ransel untuk di kabin, terutama bila Anda bepergian hanya berdua bayi, tanpa pasangan atau pengasuh, sehingga kedua tangan Anda bisa bebas bergerak mengurus bayi. Batasi isi dan berat tas, karena Anda masih harus menggendong bayi.
  • Masukkan persediaan baju dan konsumsi untuk berjaga-jaga andaikan terjadi penundaan dan keterlambatan, yaitu baju ganti, popok sekali pakai, tisu basah, selimut, susu dan makanan.

3. SELAMA DI PESAWAT

  • Susui atau berikan empeng untuk dihisap (sucking) saat pesawat tinggal landas dan mendarat, di saat terjadi perubahan tekanan udara yang bisa membuat telinga sakit. Berikan hingga pesawat mencapai ketinggian stabil. Aktivitas menelan ini berguna untuk menyeimbangkan tekanan dalam telinga.
  • Bawa bekal ASI perah dalam botol.  Peraturan penerbangan memang membatasi membawa cairan sebanyak maksimal 100 ml ke dalam pesawat, namun bagusnya peraturan tersebut mengecualikan susu dan makanan bayi, obat-obatan dan makanan diet khusus. Bila bayi Anda mengonsumsi susu formula, bawa susu formula bubuk dalam wadah tertutup. Air hangat dapat diminta ke awak kabin.
  • Minta ijin kepada awak kabin agar diperbolehkan duduk sementara di deretan yang sepi penumpang untuk menyusui bila Anda merasa tidak nyaman memberi ASI di antara banyak penumpang
  • Hindari mengarahkan semburan hawa AC langsung pada bayi.  Pakaikan jaket atausweater, kaos kaki, sarung tangan dan topi pada bayi, karena suhu kabin cenderung dingin. Minta selimut atau bantal tambahan bila Anda memerlukannya.
  • Pastikan bayi Anda cukup minum agar ia tidak dehidrasi karena udara di dalam kabin cenderung kering. Ini juga akan membuat mereka kenyang dan tidak rewel saat penerbangan.
  • Ajak ia melakukan aktivitas bersama, misalnya bermain, dibacakan buku atau didongengi supaya ia tidak bosan dan akhirnya rewel. Atau gendong dia untuk berjalan-jalan di lorong kabin –berguna pula melancarkan peredaran darah Anda.
  • Gendong bayi dalam posisi berdiri menghadap belakang, lalu tepuk-tepuk punggungnya, untuk meredakan rewelnya.
  • Tak perlu buru-buru keluar pesawat begitu tiba di tempat tujuan. Biarkan penumpang lain keluar terlebih dahulu, sehingga Anda dan bayi tidak perlu berdesak-desakan.
  • * Sebelum lepas landas, awak kabin selalu memeragakan teknik penyelamatan selama penerbangan. Perhatikan dengan saksama karena penumpang yang membawa anak-anak harus menolong diri sendiri lebih dulu sebelum menolong anak-anak, seperti pengenaan jaket pelampung atau penggunaan masker oksigen.
  • * Salah satu alasan paling umum bayi dan anak-anak menangis saat berada di pesawat adalah adanya tekanan di saluran telinga. Memang, penambahan tekanan udara di dalam kabin selama pesawat mengudara atau pengurangan tekanan udara secara drastis menjelang pesawat mendarat bisa berpengaruh besar pada telinga anak.Jika anak masih menyusu pada ibu atau mengedot susu botol, mintalah ia melakukannya selama pesawat lepas landas atau mendarat agar tekanan di telinga stabil. Anak-anak batita yang sudah lebih besar dapat diminta mengunyah permen.
  • * Kebanyakan penumpang cukup mengerti bila ada penumpang lain membawa anak-anak. Namun ada juga penumpang yang merasa terganggu dengan kerewelan anak, apalagi sepanjang perjalanan.Jangan menyalahkan mereka atau diri Anda sendiri. Lakukan yang terbaik untuk menangani kerewelan ini. Coba cari penyebabnya segera. Mungkin saja si batita lapar atau bosan.
  • Jika ada penumpang yang marah, jangan langsung membalasnya karena situasi ini akan membuat lebih runyam. Penumpang yang lain juga merasa berhak akan ketenangan karena mereka telah membayar harga tiketnya.Lebih baik Anda meminta bantuan pramugari untuk membantu mengatasi. Bila pesawat tidak penuh, Anda atau si penumpang yang marah dapat diminta pindah menjauh.

 

Tips Naik Pesawat Bersama Anak

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com