Tantangan Menyusui Ibu Bekerja

Tantangan Menyusui Ibu Bekerja

77219187c1674d059fb11222d2b9b4a4

Bingung ketika harus kembali bekerja, padahal masih menyusui? Itu memang menjadi problematika hampir semua ibu bekerja.Banyak sekali tantangannya. Yang Anda butuhkan: galang dukungan!

Problematika ibu bekerja hampir semua sama. Kekhawatiran tidak bisa menyusui secara ekslusif, padahal bayi masih sangat membutuhkan ASI Anda. Jangan khawatir, Bunda! Coba kenali dulu tantangan-tantangan yang mungkin Anda hadapi dan temukan solusinya.

Tantangan 1:

 Mobilitas kerja tinggi. Pekerjaan Anda menuntut Anda untuk seharian berada di luar kantor, lembur, atau mobilitas kerja yang terlalu aktif. Hal itu tentunya bisa menyulitkan niat Anda memberikan/memerah ASI.
Mengatasinya:

  • Delegasikan “tugas luar” kepada staf yunior atau asisten.
  • Manfaatkan teknologi komunikasi untuk menggantikan tatap muka dengan mitra kerja.
  • Jika tetap harus keluar kantor, jeli mencari tempat khusus untuk memerah ASI.
  • Bawa perlengkapan memerah dan cooler box ke manapun.
  • Bekerja lebih efisien agar tidak harus lembur
  • Hanya jika terpaksa, boyong lemburan ke rumah.

Tantangan 2:

  Jenis pekerjaan berisiko. Anda peneliti di laboratorium kimia, dokter yang merawat pasien, polisi wanita yang menginterograsi tersangka kriminal, field officer proyek konstruksi, atau operator mesin berat.
Mengatasinya:

  • Cari tahu apakah lingkungan pekerjaan membahayakan jiwa, memengaruhi kesehatan dan produksi ASI. Misalnya, persentuhan dengan zat kimia, polusi udara, atau tertular penyakit dari pasien. Jika ya, ajukan mutasi bagian untuk sementara.
  • Jika tetap harus bekerja, ekstra waspada dan lakukan tindakan preventif, seperti lebih sering cuci tangan, mengenakan masker, minum air kemasan jika kantor di kawasan industri yang airnya kemungkinan tercemar, dan menjaga stamina tubuh.

Tantangan 3:

Sering ke luar kota. Mengatasinya:

  • Delegasikan tugas dinas kepada yunior atau asisten.
  • Jika  tak mungkin didelegasikan, jadwal ulang perjalanan, misalnya menggeser jadwal bertemu supplier di luar negeri.
  • Bawa anak beserta pengasuhnya dalam perjalanan dinas.
  • Pilihan terakhir, tetap berangkat namun pastikan stok ASI cukup selama Anda tidak ada, serta selama dinas tetap memerah ASI. Jika ASI tak mungkin Anda simpan –karena tak mungkin membawa cooler box– buang ASI dan tetap memerah saat payudara penuh. Dengan demikian produksi tetap lancar.

Tantangan 4:

Stres di kantor. Banyak hal bisa jadi pencetus stres di tempat kerja. Dan ketika Anda masih menyusui, stres ditambah hormon-hormon yang belum pulih benar akan berdampak pada produksi ASI!
Mengatasinya:

  • Pertinggi ambang stres dan jangan terlalu melibatkan emosi dalam pekerjaan. Jangan sensitif menanggapi omongan atau sikap orang lain, fokus bekerja dan menyusui.
  • Tetap sibuk agar positive thinking dan tidak sempat mendengarkan gosip.
  • Disiplin waktu agar pekerjaan tidak bertumpuk dan bikin stres. Namun, pastikan tetap membina hubungan baik dengan kolega dan klien.
  • Supaya kantor lebih fresh –dan Anda tidak cepat suntuk–, letakkan tanaman atau ikan hias di meja, aromaterapi, camilan sehat dan multivitamin,  juga… foto bayi.

Tantangan 5:

Tidak ada ruang menyusui. Mengatasinya:

  • Jadikan mobil pribadi sebagai ruang laktasi. Pasang gorden, nyalakan AC –buka kaca jendela sedikit–, pasang musik, dan perahlah ASI –jangan lupa cuci tangan dulu.
  • Alternatif lain, gunakan ruang rapat jika kosong, pinjam rumah atau apartemen teman yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari kantor.

Tantangan 6:

Jarak terlalu jauh. Waktu berangkat dan pulang kerja menghabiskan waktu 4 jam atau 1-2 kali waktu perah. Bagaimana jika payudara bengkak di jalan? Bagaimana jika ASI perah yang disimpan keburu rusak?
Mengatasinya:

  • Jika ada budget, kos atau sewa apartemen selama 3 bulan di dekat kantor dengan memboyong bayi dan pengasuhnya.
  • Jika tidak memungkinkan, cari lokasi memerah di perjalanan (rest room hotel, fitting room butik, ruang menyusui di mal).
  • Sekali  lagi, jadikan mobil sebagai “ruang laktasi”.
  • Agar ASI perah tetap baik, beli cooler box yang muat minimal 5 bungkus ASI.

Apapun tantangan dan kesulitan yang dihadapi, Bunda, jangan pernah menyerah untuk terus memberikan ASI untuk bayi. Tetap fokus dan galang dukungan dari orang-orang di sekitar akan sangat membantu.

Bila ibu bekerja pada perusahaan yang belum memiliki ruang laktasi secara khusus, disarankan untuk tidak melakukan pemerahan ASI pada toilet karena alasan kebersihan. Ditemui disela kesibukannya sebagai seorang ibu bekerja, Mega Alamia Dewi, 29 tahun, ibu satu anak dari Muhammad Faizan Aidan Athaurrahman ini mengungkapkan bahwa pada awal ia bekerja kembali setelah masa cuti bersalinnya habis, betapa sulitnya menemukan tempat yang pas baginya untuk memerah ASI karena kebetulan perusahaan tempatnya bekerja belum mendukung program ASI eksklusif melalui penyediaan ruang khusus untuk laktasi.

Namun, berdasarkan niat yang kuat untuk memberikan gizi terbaik bagi buah hatinya, Mega mencari tempat khusus yang walaupun tidak ideal namun cukup memberikan kenyamanan baginya untuk memerah ASI yaitu di ruang server. Di rumah, ia menyediakan freezer khusus untuk menyimpan ASI. Mega mewakili para ibu menyusui yang bekerja menyarankan agar disetiap perusahaan bersedia menyediakan ruang khusus untuk proses laktasi karena gizi yang baik semenjak bayi akan sangat bermanfaat bagi kemajuan suatu bangsa. ASI mengandung semua jenis kebaikan yang dibutuhkan seorang bayi. Kandungan ASI yang utama diantaranya :

Laktosa

merupakan jenis karbohidrat utama dalam ASI yang berperan penting sebagai sumber energi . Selain itu laktosa juga akan diolah menjadi glukosa dan galaktosa yang berperan dalam perkembangan sistem syaraf. Zat gizi ini membantu penyerapan kalsium dan magnesium di masa pertumbuhan bayi.

Lemak

merupakan zat gizi terbesar kedua di ASI dan menjadi sumber energi  utama bayi serta berperan dalam pengaturan suhu tubuh bayi. Lemak di ASI mengandung komponen asam lemak esensial yaitu: asam linoleat dan asam alda linolenat  yang akan diolah oleh tubuh bayi menjadi AA dan DHA. AA dan DHA sangat penting untuk perkembangan otak bayi.

Oligosakarida

merupakan komponen bioaktif di ASI yang berfungsi sebagai prebiotik karena terbukti meningkatkan jumlah bakteri sehat yang secara alami hidup dalam sistem pencernaan bayi.

Protein

Komponen dasar dari protein adalah asam amino, berfungsi sebagai pembentuk struktur otak. Beberapa jenis asam amino tertentu, yaitu taurin, triptofan, dan fenilalanin merupakan senyawa yang berperan dalam proses ingatan.

Langkah – langkah memerah ASI di kantor:

Berbagai persiapan perlu dilakukan ibu bekerja dalam menyediakan ASI bagi buah hatinya. Diantara persiapan alatnya antara lain pompa ASI, Cooler bag (tempat menyimpan ASI yang telah dipompa dan disimpan dalam botol), botol ASI dan steamer. Tahapan penyediaan ASI adalah sebagai berikut :

Sebelum digunakan, blue ice (ada pada cooler bag) disimpan terlebih dahulu didalam freezer selama semalam. Pergilah ke ruang laktasi atau bila perusahaan belum menyediakan ruang tersebut maka carilah sebuah ruangan yang nyaman dan mendukung privasi ibu selama memerah ASI.

3.     ASI yang telah dipompa dimasukkan kedalam botol dan diletakkan kedalam cooler bag Berikan etiket (label) pada botol ASI yang berisi tanggal dan jam ASI tersebut selesai diperah Setelah sampai dirumah, ASI langsung dimasukkan kedalam freezer

Untuk penggunaan, dahulukan botol yang memiliki tanggal dan jam lebih lama. Sebagai contoh : terdapat dua botol ASI yang keduanya bertanggal 20 Maret 2012, namun etiket pada botol 1 menunjukan bahwa ASI tersebut selesai diperah pada pukul 14.00 WIB sementara botol 2 pada pukul 16.00 WIB, maka botol ASI yang sebaiknya digunakan terlebih dahulu adalah botol ASI pertama (dengan etiket tanggal 20 Maret 2012, pukul 14.00 WIB).

Sebelum diberikan pada bayi, ASI tersebut dipanaskan dahulu dengan menggunakan steamer sampai suhu tertentu Setelah agak dingin, barulah diberikan kepada bayi.

 Tantangan Menyusui Ibu Bekerja

 

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com