Stimulasi Untuk Tangan Bayi

Stimulasi Untuk Tangan Bayi

stk_babyspath_BPH081_4x3

Kemampuan untuk mengambil, memegang dan menggenggam merupakan pondasi untuk bayi menjalani aktivitasnya kelak. Dukung kelihaiannya dan asah hingga optimal.

Reflek mengenggam (usia 0-2 bulan). Genggaman yang dilakukan bayi 0-2 bulan merupakan sebuah gerakan refleks yang akan menghilang dengan sendirinya setelah ia berusia 2 bulan. Berikan stimulasi:

  • Dekatkan tangan Anda di telapak tangannya sesering mungkin. Lalu tarik perlahan agar jari-jari bayi belajar mempertahankan genggamannya.
  • Berikan pengalaman menjelajah pada tangan bayi. Misalnya dekatkan tangannya dengan hidung Anda agar ia bisa menggengam hidung Anda.
  • Letakkan mainan dengan ukuran kecil sehingga bisa digenggam dengan mudah oleh bayi. Atau letakkan boneka di atas tempat tidurnya, agar bayi tertarik untuk menggapainya. Namun, letaknya jangan terlalu jauh dari tangannya. Ini sekaligus dapat melatih otot-otot tangannya.

Mengambil dan meraba (usia 3-5 bulan). Bayi usia 3 bulan selalu ingin memiliki barang-barang yang menggantung di atas boksnya. Berikan stimulasi :

  • Lakukan floor gym. Baringkan ia di matras dan goda dia dengan mainan yang digantungkan di atas. Tangannya pasti akan berusaha untuk menjangkaunya. Minta ia untuk mengambil mainan satu per satu dengan salah satu tangannya.
  • Berikan mainan atau objek dengan ukuran yang besar, misalnya balok. Hindari untuk memberikan benda kecil seperti kancing. Selain ia sulit untuk menggenggam, kancing bisa dia masukkan ke dalam mulutnya.
  • Berikan juga pengalaman meraba dengan berbagai macam tektur untuk jari-jarinya. Misalnya handuk atau selimut berbulu.

Mengendalikan jemari (usia 6-8 bulan). Koordinasi  antara tangan dan mata si 6 bulan semakin baik. Berikan stimulasi :

  • Letakkan mainan atau objek dengan warna cerah, bisa bergerak dan mengeluarkan suara untuk memancing perhatiannya.
  • Kenalkan bayi dengan finger food. Biarkan ia memegang sendiri makanannya. Jari-jarinya akan berkoordinasi sebaik mungkin dengan mata agar finger food berhasil masuk ke dalam mulut.

Menjumput (usia 9-10 bulan). Keahlian tangan bayi makin bertambah. Jemarinya menjangkau seperti pinset. Ibu jari dan telunjuknya mampu menjumput barang-barang berukuran kecil. Berikan stimulasi :

  • Sediakan sendok dan garpu khusus anak agar ia bisa memegang dan menyendok makanannya di mangkuk sendiri.
  • Berikan mainan dengan ukuran kecil atau ada pecahan kecil untuk dipegang, misalnya puzzle.
  • Kenalkan anak dengan aneka tektur di luar rumah, seperti pasir, tanah atau daun.

Semua dalam genggaman (usia 12-18 bulan). Penggunaan tangan kanan dan kiri pun makin mahir. Tangan yang lebih dominan akan lebih kuat untuk menggenggam. Berikan stimulasi :

  • Ajak anak bermain untuk bola cilukba. Berikan contoh, letakkan bola di tangan kiri lalu dihilangkan, kemudian diam-diam Anda pindah ke tangan yang lain. Dan minta anak untuk menebak. Setelah itu barulah Anda minta anak yang melakukannya untuk Anda.
  • Lakukan tebak benda-benda di dalam rumah. Mulai dari benda dengan ukuran besar kemudian ukuran kecil. Anda sebutkan benda yang harus dia ambil, lalu biarkan anak yang mencari dan membawanya ke hadapan Anda.
  • Berikan peralatan mewarnai karena dapat melatih kelihaian motorik halusnya.

Mengapa stimulasi pada bayi penting.

  1. Semakin sering di stimulasi maka semakin banyak sinaps atau sambungan sel- sel syaraf didalam otaknya. Bila stimulasi yang sesuai umurnya diberikan secara rutin sedini mungkin, maka sinapsakan semakin kuat dan sikecil akan semakin pintar dan cerdas.

  1. Kurang stimualsi akan memperlambat sambungan sinaps, yang akan menyebabkan lambatnya perkembangan sikecil

  1. Seringnya sikecil di stimulasi dalam suasana yang menyenangkan menyebabkan hubungan anda dan sikecil akan semakin kuat dan dekat

  1. Banyaknya variasi stimulus yang anda berikan akan membuat perkembangan otak kiri dan kanannya seimbang sehingga kecerdasannya pun akan semakin baik

Cara stimulasi telapak tangan dan kaki

  • Berikan stimulasi dengan rasa cinta dan kasih sayang sambil bermain, berbicara, bernyanyi, memandang matanya, bercanda dan tertawa.
  • Gunakan tangan atau jari – jari anda atau alat bantu /mainan yang sederhana, aman dan ada disekitar sikecil.
  • Letakan benda /mainan kecil yang berbunyi atau berwarna cerah misalnya rattless).di tangan atau disentuhkan benda tersebut pada punggung jari – jarinya.
  • Jaga agar benda tersebut tidak melukai bayi atau tertelan
  • Upayakan ia dapat meraba dan merasakan berbagai bentuk mainan/benda

Bagaimana Cara Stimulasi Bayi untuk Tepuk Tangan?

Usia bayi untuk mulai mampu bertepuk tangan biasanya adalah 9 bulan, namun tidak jarang juga yang baru mencapainya di usia 10 atau bahkan 11 bulan. Mengingat pentingnya pencapaian ini, maka orang tua harus selalu waspada jika bayinya belum bisa bertepuk tangan di usia mereka yang 9-11 bulan. Berikanlah mereka stimulasi secara berkesinambungan, namun jangan terkesan memaksa. Stimulasi itu bisa dilakukan sejak bayi Anda berusia 7 bulan, karena pada rentang usia 7-9 bulan bayi mengalami perkembangan yang cepat, otak mereka mampu menyerap keahlian-keahlian baru yang diajarkan. Bahkan, sebagian bayi ada yang sudah distimulasi untuk bertepuk tangan ketika mereka berusia 5 bulan, dan saat 6 bulan sudah bisa bertepuk tangan.

Memang tidak mudah untuk memancing bayi bertepuk tangan. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menstimulasi si kecil bertepuk tangan:

  • Pegang kedua tangan si kecil lalu gerakkan seolah-olah meniru gerakan tepuk tangan.
  • Berikan dia tepuk tangan yang meriah saat dia melakukan sesuatu hal yang baik atau merupakan suatu prestasi sambil berkata, “Yeah.. anak bunda pintar… Bunda tepuk tangan untuk Kamu…”. Ulangi hal tersebut di depan dirinya hingga ia nanti bisa meniru, bayi menyukai pengulangan dan mereka belajar dari meniru.
  • Tunjuk orang lain yang juga bertepuk tangan untuk prestasi yang dicapai si kecil sambil berkata, “Lihat, mereka juga bertepuk tangan untuk Kamu! Ayo tepuk tangan, Sayang”
  • Pancing dia dengan bernyanyi satu lagu sambil bertepuk tangan di hadapannya, lalu nyanyikan lagu yang sama dan gerakkan kedua tangannya sambil meniru gerakan bertepuk tangan. Jadikan lagu itu sebagai “lagu tepuk tangan” antara Anda dan si kecil.
  • Seluruh anggota keluarga secara kompak bertepuk tangan ketika sedang menonton acara televisi bersama dimana di dalam acaranya juga terdapat momen bertepuk tangan. Pada saat itu, si kecil akan memerhatikan dan mungkin bertanya-tanya mengapa semua orang bertepuk tangan? Dan apakah dirinya seharusnya juga bertepuk tangan? Hal itu lambat laun akan memancing dirinya untuk dapat bertepuk tangan

Kemampuan bayi agar bisa bertepuk tangan merupakan puncak dari perkembangan mereka yang konstan dari bulan-bulan sebelumnya. Tepuk tangan pada bayi juga mengindikasikan bahwa si kecil selalu belajar untuk mengerti mengenai tubuh mereka beserta kemampuannya, termasuk dalam bergerak. Si kecil pun juga belum mengerti arti sebenarnya dari bertepuk tangan, yang ia tahu adalah bahwa ketika ia bertepuk tangan maka hal itu akan membuat senang orang-orang di sekitarnya dan ia akan mengulanginya lagi.

 Stimulasi Untuk Tangan Bayi

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com