Stimulasi Bicara Bayi

Stimulasi Bicara Bayi

article-1260502-08DAFEE2000005DC-15_468x471

Bicara adalah salah satu alat komunikasi yang sangat efektif untuk membuat lingkungan mengerti apa yang kita butuhkan. Bahkan seorang bayi pun akan dapat merasakan bahwa dengan bicara, ia akan lebih mudah membuat orang lain mengerti maksud atau keinginannya, dibandingkan bila ia hanya bisa menggunakan bahasa tangis atau gerak tubuhnya. Misalnya saja, ketika seorang bayi merasa haus, maka ia akan lebih cepat mendapatkan minum apabila ia berbicara meminta minum ketimbang bila ia menangis yang bisa diartikan bermacam-macam atau membuat orang lain bingung.

Melihat pentingnya kemampuan bicara, maka sebagai orangtua atau orang yang bertanggung jawab terhadap anak, sudah selayaknyalah kita mengusahakan cara-cara yang dapat membuat bayi kita memiliki kemampuan bicara kelak.

Agar bayi dapat memiliki kemampuan bicara, maka selain diperlukan kematangan otot-otot bicaranya, diperlukan juga stimulasi atau perangsangan terhadap kemampuan bicaranya. Pemberian stimulasi bicara pada bayi, dapat dilakukan oleh orangtua, pengasuh, keluarga, ataupun orang lain yang ada di lingkungan dimana bayi berada.

Sebagai pedoman untuk dapat mengoptimalkan perkembangan kemampuan bicara bayi, hendaknya orang yang memberikan stimulasi bicara pada bayi, benar-benar dapat memanfaatkan sebaik mungkin masa-masa dimana bayi benar-benar peka atau paling cepat menyerap pengajaran bicara yang diberikan kepadanya (teachable moment). Berdasarkan penelitian, masa dimana seorang anak peka terhadap pengajaran bicara adalah usia 18 bulan, karena pada usia inilah, kematangan otot-otot bicara sudah terbentuk dan secara mental, anak siap untuk mendapat pengajaran. Namun demikian, bukan berarti pada periode sebelumnya, tidak diperlukan latihan atau rangsang bicara. Latihan tetap diperlukan untuk menimbulkan efek positif dari kebiasaan mendengar. Seperti mendapat contoh bagaimana berbicara yang benar, bagaimana membuat kalimat, memperkaya kosa kata, dsb.

Selain itu, untuk dapat mengoptimalkan perkembangan kemampuan bicara bayi, hendaknya dalam pemberian stimulasi bicara, tidak hanya menggunakan bahasa yang benar atau intonasi suara yang tepat saja, tapi gunakan juga gerakan tubuh dan ekspresi wajah. Hal ini dimaksudkan agar isi pembicaraan dapat mudah dipahami oleh anak. Misalnya pada saat melarang si kecil membuang mainannya, selain berkata “jangan ya dik..”, kita juga bisa memperkuatnya dengan menggelengkan kepala atau mengisyaratkan tangan.

Dalam usaha menstimulasi kemampuan bicara bayi, Berikut ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orangtua atau orang-orang yang terlibat dalam pemberian stimulasi bicara pada bayi:

  1. Membiasakan bayi mendengar suara. Misalnya melalui kegiatan mendongeng, mendengarkan lagu lagu yang kita nyanyikan sendiri atau dari kaset, memperdengarkan pembicaraan orang di radio atau televisi, dsb. Hal ini dimaksudkan agar bayi terbiasa mendengar banyak kosa kata bahasa ibu, sehingga lambat laun ia dapat belajar menirukannya atau mengucapkannya.
  2. Beri dukungan atau respon yang positif kepada bayi setiap kali bayi berusaha untuk bicara atau berespon terhadap rangsang bicara kita kepadanya . Misalnya dengan memberikan pujian, ciuman, senyuman, pelukan,dsb,sehingga bayi merasa senang dan cenderung mengulanginya. Namun sebaliknya, bila bayi hanya menggunakan bahasa isyarat saja, jangan cepat-cepat berespon menuruti apa yang diinginkannya. Ajarkan dan contohkan bagaimana yang seharusnya diucapkan oleh bayi.
  3. Sering-sering mengajak bayi bicara pada saat berinteraksi dengan bayi . Misalnya ketika kita mau memandikan bayi, katakan dan tunjukkan pada bayi benda-benda yang akan dipakai untuk keperluan mandi serta kegunaannya, seperti air hangat, handuk, sabun, sampo, dst. Pada awalnya memang bayi masih belum mengerti apa yang kita ucapkan, tetapi lambat laun,bayi akan terbiasa belajar hal-hal penting, seperti mengenai bagaimana membentuk kalimat, konsep urutan kejadian, konsep sebab akibat, kosa kata, dsb.yang semuanya ini sangat berguna dalam mengembangkan kemampuan berbahasa dan kemampuan berfikirnya kelak.
  4. Ajak bayi jalan-jalan di lingkungan sekitar rumah. Misalnya ke taman atau sesekali berkunjung ke rumah tetangga atau saudara, agar bayi dapat belajar dan terbiasa mendengar bagaimana orang lain bercakap-cakap.
  5. Berikan contoh berbahasa yang benar. Apabila bayi masih belum mampu mengucapkan kata-kata dengan benar, maka orangtua seharusnya memperbaikinya dan tidak malah ikut-ikutan atau sengaja berbicara salah karena menganggap hal itu sesuatu yang lucu. Misalnya ketika bayi bilang “cucu” maka orangtua seharusnya memperbaikinya dengan mengatakan “oh adik mau minum susu ya”. Hal ini dimaksudkan agar anak bisa belajar mengenai apa yang seharusnya diucapkan.
  6. Periksakan ke dokter atau ahli bila ada hal-hal yang janggal pada bayi, seperti bayi tidak berespon setiap kali kita berbicara, bayi belum mampu berbicara pada saat usianya 2 tahun atau bayi tenang saja pada saat diperdengarkan suara yang mengagetkannya. Karena hal ini mungkin terjadi akibat adanya masalah dalam organ pendengaran bayi yang membutuhkan bentuk dan cara stimulasi yang lebih khusus dan intensif.

Melatih bayi belajar bicara sejak dini akan melatih membantu kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak dengan lingkungan. Apa yang kita katakan, akan tersimpan dalam memorinya dan suatu saat anak akan meniru apa yang dia dengarkan, baik yang di ajarkan orang tua maupun oleh orang-orang di sekitarnya. Satu hal yang paling penting adalah mengajarkan anak bicara dengan kata-kata yang positif, meskipun dia belum bisa bicara, karena ini akan mengasah rasa percaya diri mereka. Berikut Di bawah ini tips mengajar si kecil berbicara:

. Ajak bayi berbicara sesering mungkin, sejak dini, meskipun dia belum waktunya berbicara.

. Bicaralah dengan menggunakan suara yang lembut, karena mereka lebih suka mendengar suara yang lembut.

. Selalu berbicara perlahan dan jelas padanya. Jangan lupa untuk melakukan kontak mata dengan si kecil.

. Saat kita sedang bermain dengan di kecil, sebaiknya matikan radio atau televisi.Suara radio dan televidi bisa mengacaukan konsentrasinya.

. Pilihlah kalimat sederhana.

. Ajukan pertanyaan yang memancing jawaban lebih dari satu suku kata. Mungkin jawabannya tidak jelas, tapi kita harus tetap menghargainya dan menunggu responnya.

. Ajaklah si kecil bermain. Mengajarinya berbicara bisa melalui permainan, misalnya ciluk ba, bermain tebak -tebakan,atau juga melalui kegiatan sehari-harinya, dari mandi, makan, berjalan-jalan, dll.

. Cari kata yang mudah untuk memahaminya.

. Ulangi apa yang dia katakan, atau yang sedang di coba mengatakannya.Ini akan memperjelas maknanya.

. Hindari bicara kasar dan buruk di depan mereka.Karena apa yang kita ucapkan akan tersimpan di memori otak anak, dan suatu saat kata-kata buruk dan kasar akan di tiru oleh mereka.

. Beri dia perhatian pada bayi jika dia mulai mengoceh.Tatap matanya seolah kita tahu apa yang sedang di ucapkannya. Ini akan membuat mereka senang untuk berbicara.

. Beri tanggapan untuk ocehannya, ingat ,selalu gunakan bahasa yang benar,dan tidak di cadel-cadelkan.

. Jangan menyalahkan apa yang dia katakan. Ulangi apa yang mereka sampaikan meskipun salah dengan kata yang benar dan berulang-ulang.

. Kenalkan bayi pada di rinya sendiri, misalnya menunjukan mana mata, hidung, telinga,dll.

. Kenalkan juga pada benda-benda sekitar {kursi,l ampu, dll} dan juga orang-orang di sekitarnya {kakek, nenek, dll}.

. Ceritakan kegiatan yang sedang kita lakukan, misalnya: memandikan bayi, membacakan cerita, membuat susu,dll.

. Putarkan lagu anak-anak sambil turut serta bernyanyi.lebih baik lagi jika kita ikut menari dan bergoyang-goyang sambil bertepuk tangan.

. Bacakan buku cerita. Pilih buku cerita dengan gambar yang menarik. Gambar yang berwarna-warni akan membuat si kecil semakin tertarik.

. Tanggapi kemampuan atau perilakunya dengan positip. Misalnya jika dia bisa mulai tengkurap, puji dia jika dia bisa menghabiskan makanannya,beri dia ciuman,dll.

. Lihat respon si kecil saat di ajak bicara,jika mereka masih memperhatikan kita, dapat terus di ajak bicara.Tetapi jika tidak dan mulai memperhatikan ke hal lain,kita basa memperhatikan waktu   berbicara untuk sementara,dan di ulang lagi di lain waktu. Mungkin saja si kecil mulai bosan dan jangan di paksa.

Intinya: banyak-banyaklah berbicara pada si kecil. Makin banyak stimulasi yang kita berikan, maka semakin cepat pula dia mengembangkan kemampuan berbicaranya.

Stimulasi Bicara Bayi

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com