Rokok Dapat Memperkecil Peluang Untuk Hamil

Rokok Dapat Memperkecil Peluang Untuk Hamil

_44084708_pregnant

Rokok Memperkecil Peluang Wanita Hamil.   Apakah Anda merokok? Jika ya, maka sangat disayangkan karena kemungkinan Anda untuk hamil (lagi) lebih kecil dibanding Ibu lain yang tidak merokok.

Berapapun usia Anda, jika Anda merokok, maka sebenarnya Anda telah mengurangi kesempatan Anda sendiri untuk hamil. Terpaan nikotin  tidak hanya dapat menurunkan kualitas indung telur, tapi juga persediaan sel telur yang Anda punya. Merokok juga dapat mempercepat masa menopause, yang artinya menutup pintu kesuburan Anda.

Namun, jika Anda mau berhenti merokok sekarang juga, Anda masih bisa menjaga  kesuburan yang ada dalam diri Anda. Memang tidak langsung terjadi begitu saja. Perlu waktu sekitar beberapa bulan setelah Anda berhenti merokok, agar tubuh Anda bisa terbebas dari racun yang dimiliki rokok.

Jika Anda perokok pasif pun memiliki risiko yang sama. Dalam sebuah penelitian, para perempuan yang terkena asap rokok baik di kantor maupun di rumah, cenderung satu tahun lebih lama untuk hamil dibandingkan mereka yang kurang atau tidak terkena asap rokok sama sekali.

Berikut adalah Penyebab gangguan kesuburan pada wanita :

  • Siklus Menstruasi yang tidak teratur

Siklus Menstruasi yang tidak teratur menjadi penyebab wanita mengalami masalah pada kesuburannya, karena siklus haid tidak teratur berarti wanita tersebut kekurangan kadar hormon estrogen dan progesteron sehingga wanita yang mengalami ini sulit untuk mendapatkan kehamilan tapi bukan hanya itu saja, wanita yang mengalami siklus haid yang tidak teratur juga sangat besar kemungkinan terjadi keguguran ketika mendapatkan kehamilan karena ketebalan dinding rahimnya mengalami masalah yang juga disebabkan karena tidak seimbangnya kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.

  • Terlalu Gemuk atau Terlalu Kurus

Terlalu gemuk juga dapat menyebabkan kadar hormon estrogen dalam tubuh tidak seimbang  karena hormon estrogen bukan hanya diproduksi oleh ovarium tapi juga oleh  lemah tubuh.

Terlalu kurus dapat menyebabkan sistem bekerja sangat minim, dan salah satu sitem yang melemah adalah sistem reproduksi sehingga wanita yang terlalu kurus sistem reproduksi terganggu dan jika ini dibiarkan lebih lama maka akan mengalami mandul permanen.

  • Alat Konstrasepsi
  • Terserang Penyakit Menular Seksual ( PMS )

Beberapa penyakit menular seksual seperti Klaminidia dan gonore yang dapat menyebabkan penyakit radang panggul sehingga menyebabr ke organ reproduksi. Infeksi yang terjadi dapat mencegah ovulasi terjadi dan memperkecil kemampuan untuk hamil.

  • Merokok

Bahan kimia yang terdapat pada rokok akan merusak sel telur yang dapat menimbulkan ovulasi yang sporadis sehingga wanita sulit untuk hamil, bukan hanya itu tetapi roko juga meningkatkan kemungkinan potensi keguguran.

  • Stress

Masalah stress adalah yang menjadi faktor terbesar wanita mengalami gangguan kesuburan. Wanita yang mengalami gaya hidup stress akan menghasilkan banyak hormon cartisol yang dapat menghentika ovulasi

PENYEBAB KEGUGURAN

Keguguran biasanya dipengaruhi oleh kesehatan ibu hamil dan kondisi janin di dalam kandungan dan sangat rentan terjadi pada periode hamil muda dibawah usia kehamilan 22 minggu dengan resiko yang semakin mengecil setelah melewati periode tersebut.

Berikut adalah beberapa faktor umum yang menjadi penyebab dari keguguran

  1. Kelainan pada ibu

Ada beberapa jenis kelainan pada ibu hamil yang dapat memicu terjadinya keguguran, seperti kelainan pada pembentukan embrio yang menjadi penyebab terbesar terjadinya keguguran, dimana embrio atau calon janin tidak terbentuk secara sempurna, gagal hidup, dan kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh.

Selanjutnya adalah kondisi rahim dan leher rahim yang lemah yang menjadi penyebab 10% peristiwa keguguran pada ibu hamil.

Selain itu, kelainan hormon juga dapat menyebabkan keguguran pada kehamilan.

  1. Gangguan kesehatan pada ibu hamil

Ganguan tiroid, diabetes, hipertensi, anemia saat hamil, TBC, cacar, malaria, dan penyakit jantung adalah sebagian kecil dari banyak gangguan kesehatan ibu hamil yang memungkinkan terjadinya keguguran.

  1. Faktor usia

Kehamilan di usia muda maupun di usia lanjut juga meningkatkan resiko keguguran. Kisaran usia ideal untuk hamil adalah di usia 20 hingga 30 tahun.

  1. Jarak kehamilan yang terlalu rapat

Idealnya, kehamilan kedua atau selanjutnya terjadi di atas dua tahun setelah persalinan sebelumnya, kurang dari masa itu, kondisi rahim masih belum pulih dengan baik hingga resiko keguguran menjadi cukup besar.

  1. Berhubungan saat hamil muda

Meskipun memiliki persentase kecil, namun beberapa kejadian keguguran terjadi akibat berhubungan pada masa hamil muda. Sebagian kecil wanita memiliki antibodi yang menganggap sperma sebagai benda asing yang kemudian bukan hanya menyerang sel sperma namun juga embrio yang baru terbentuk.

  1. Infeksi bakteri dan virus tertentu

Virus dan bakteri juga bisa menjadi parasit yang menyerang rahim dan lapisan rahim yang kemudian memicu terjadinya keguguran.

  1. Gaya hidup kurang sehat

Rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang bukan hanya memperkecil peluang kehamilan namun juga memperbesar resiko terjadinya keguguran, bahkan tingkat resikonya mencapai 2 kali lipat dibanding perempuan yang tidak melakukan gaya hidup kurang sehat tersebut.

  1. Riwayat kehamilan sebelumnya

Wanita yang pernah mengalami keguguran sangat dimungkinkan untuk mengalami lagi keguguran pada kehamilan selanjutnya.

Menghindari keguguran

Untuk menghindari resiko terjadinya keguguran, dibutuhkan pemeriksaan medis, salah satunya seperti USG, untuk mengetahui faktor penyebab keguguran yang mana yang memiliki resiko lebih besar mengancam kehamilan seseorang.
Baca, kapan sebaiknya USG dilakukan.

Jika keguguran tidak disertai dengan kemungkinan kelainan rahim, maka diperbolehkan untuk hamil kembali minimal 2 bulan setelah haid pertama pasca keguguran. Namun, jika dokter menganggap keguguran terjadi secara tidak normal, seperti hamil anggur, sebaiknya kehamilan ditunda untuk perawatan dalam pengawasan dokter hingga kehamilan selanjutnya dirasa memungkinkan.

Racun berbahaya 

Seperti kita ketahui, di dalam rokok banyak sekali terkandung zat-zat yang berbahaya, di antaranya nikotin, karbon monoksida, tar, sianida dan lain-lain. Disebutkan dr. Dian Indah Purnama, SpOG, racun yang paling berbahaya adalah zat nikotin dan karbon monoksida karena keduanya memiliki efek menyempitkan saluran-saluran pembuluh darah sehingga dapat memperkecil kadar oksigen dan nutrisi yang mengalir ke dalam tubuh ibu hamil (bumil). Akibatnya, janin akan menerima asupan nutrisi dan oksigen dalam jumlah yang sedikit. Kondisi inilah yang akan memburuk keadaan janin.

Risiko bagi bayi 

Lebih lanjut, dr. Dian menjelaskan risiko-risiko yang bisa terjadi bila bumil tetap merokok, antara lain:

1. Berat badan bayi lahir rendah

Bumil yang memiliki kebiasaan merokok sejak awal kehamilan sampai proses persalinan akan lebih berisiko tinggi melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah (BBLR)/pertumbuhan janin terhambat. Dari sekian risiko yang mungkin terjadi akibat bumil merokok, kasus BBLR ini termasuk yang lebih banyak ditemukan.

2. Kematian bayi mendadak

Jika asupan zat nikotin dan karbon monoksida pada BuMil perokok diserap secara berlebihan ke dalam tubuhnya maka dapat mengakibatkan masalah pernapasan pada janin dalam kandungannya, karena efek yang diberikan oleh zat nikotin dan karbon monoksida tersebut. Parahnya, hal tersebut bisa berujung pada kematian bayi mendadak/Sudden infant Death Syndrome (SIDS).

3. Prematur

Risiko kelahiran bayi prematur juga merupakan salah satu efek yang besar kemungkinannya dapat terjadi pada bumil yang memiliki kebiasaan merokok dibandingkan bumil yang tidak merokok sama sekali.

4. Penyakit jantung 

Janin yang dikandung seorang bumil perokok lebih berisiko mengalami penyakit jantung bawaan akibat zat-zat berbahaya yang terdapat dalam rokok.

5. Asma dan alergi

Meski asma dan alergi lebih besar disebabkan oleh faktor gen dari keluarga, akan tetapi pengaruh zat nikotin dan beberapa zat yang berbahaya pada rokok juga bisa menyebabkan gangguan daya tahan tubuh anak sehingga hal ini dapat memicu timbulnya asma dan alergi pada anak tersebut.

6. Penurunan kecerdasan / IQ Anak

Meski risiko ini masih kontroversi, ada sebagian penelitian mengatakan bahwa bayi-bayi atau balita yang ibunya merokok selama kehamilan, maka saat anak tersebut memasuki usia balita biasanya akan mengalami penurunan kecerdasan/IQ, akibat racun dalam rokok yang mengganggu pertumbuhan dan perkembangan otak janin.

Selain itu kelak bayi juga bisa mengalami gejala withdrawal (penarikan) atau gejala lucut, yang juga bisa terjadi pada bayi yang ibunya semasa hamil meminum obat-obatan terlarang.

Jadi, pada seorang bumil perokok, zat nikotin dan karbon monoksida yang beredar dalam tubuh bumil diserap oleh bayi saat masih dalam kandungan. Begitu lahir, bayi tersebut tidak bisa lagi menerima asupan yang banyak seperti dalam rahim sehingga anak mengalami gejala seperti orang sakau dimana bayi menjadi lebih rewel, lebih susah untuk ditenangkan serta lebih agresif. 

7. Kecacatan pada trimester 1

Bahaya ini bisa terjadi tidak saja pada usia kehamilan ibu menginjak trimester akhir tapi justru akan terjadi pada awal usia kehamilan. Sebab pada trimester awal inilah terjadi proses pembentukan, dan dari sinilah penyebab terjadinya kecacatan pada bayi seperti bibir sumbing, bahkan sampai leukimia.

Risiko bagi bumil 

Selain bayinya, bumil perokok juga mendatangkan berbagai risiko bagi dirinya sendiri. “bumil yang memiliki kebiasaan merokok pastinya juga tak akan lepas membawa risiko yang bisa membuat kondisinya jatuh ke dalam keadaan yang buruk. Zat nikotin serta zat-zat berbahaya lainnya dapat memicu terjadinya plasenta previa yaitu ari-ari menutup jalan lahir sehingga tidak menempel pada tempat yang semestinya. Selain itu juga dapat terjadi solusio plasenta, dimana plasenta terlepas dari tempat menempelnya. Jika hal ini tidak ditangani secara cepat dan tanggap maka bumil bisa mengalami perdarahan yang berakibat pada kematian. Efek lain yang bisa terjadi pada bumil adalah risiko untuk mengalami kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim),” jelas dokter yang berpraktik di RS Bunda Margonda, sebagaimana dilansir Mom & Kiddie.

Tak hanya bagi bumil perokok, wanita hamil yang sering mendapat paparan asap rokok setiap hari juga sama bahayanya. Bumil perokok pasif ini akan mengalami berbagai risiko yang sama seperti pada bumil yang merokok.

Setop sekarang juga!

Untuk itu, sangat disarankan agar bumil yang masih merokok untuk menghentikan segera kebiasaan pola hidup tidak sehat ini. Karena sebatang rokok saja yang dihisap setiap harinya akan menimbulkan efek buruk, baik itu bagi dirinya, bayinya ataupun orang-orang yang berada di sekitarnya.

Akan lebih baik lagi, sebelum merencanakan kehamilan, si calon ibu sudah menghentikan kebiasaan merokoknya! Ingatlah, masa depan si calon buah hati ada di tangan Anda!

 Rokok Dapat Memperkecil Peluang Untuk Hamil

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com