Ragam Gangguan Libur Lebaran

Ragam Gangguan Libur Lebaran

LIFESTYLE-TOP4-fun-holiday-food-ideas-with-kids-525x375

Kemeriahan hari Lebaran memang memiliki segudang keseruan. Mulai dari indahnya perjalanan menuju kampung halaman, mengunjungi sanak saudara hingga menyantap menu lebaran bisa menjadi pengalaman menarik untuk anak. Namun, jadwal kegiatan yang padat dan sulit diprediksi seringkali menurunkan daya tahan tubuhnya. Dampaknya? Buah hati pun rentan terkena berbagai gangguan kesehatan.

1. Gangguan tidur
Saat Lebaran, balita mendadak punya segudang “fans” dari kakek, nenek, om dan tante yang ingin melepas rindu. Belum lagi ia pasti bertemu dengan para sepupu yang berarti akan ada teman bermain sepanjang waktu. Jam tidur menjadi tidak teratur atau bahkan waktu istirahat menjadi berkurang. Ia pun menjadi lelah, rewel dan sensitif.

Sebaiknya pahami bahwa ini merupakan momen sanak saudara melepas rindu pada buah hati Anda sekaligus waktunya ia bergaul dengan para sepupu. Tapi bukan berarti Anda membebaskannya tanpa aturan. Tetap penuhi kebutuhan tidur anak sebanyak 12-14 jam per hari. Anda bisa selipkan di saat perjalanan menuju rumah saudara untuk silaturahmi atau ketika menuju tempat wisata. Atau, minta pengertian pada keluarga untuk tidak ‘menganggu’ balita pada jam tidurnya. Jika memang perlu, kunci kamar tidur ketika waktu tidur datang dan biarkan si kecil beristirahat.

2. Gangguan pencernaan
Siapa yang bisa menolak godaan hidangan Lebaran yang beragam? Tentu bukan anak. Dengan alasan “Ini kan Lebaran, jadi nggak kenapa-kenapa, kok” – maka balita pun dapat izin untuk mengonsumsi apapun yang ia mau. Mulai dari hidangan bersantan, aneka kue kering, es krim hingga permen. Kalau sudah begini, bersiap menerima kehadiran diare atau sembelit.

Sebaiknya selalu sediakan bekal khusus untuknya yang sudah Anda persiapkan sebelumnya. Jika perut terisi maka nafsunya untuk mengonsumsi semua hidangan yang ada di meja makan akan lebih terkontrol. Pastikan bahwa setelah mencicipi hidangan kaya bumbu, serba gorengan atau es, ia cukup mengonsumsi asupan air putih. Makanan khas lebaran biasanya berlemak dan kurang serat, imbangi dengan memberinya sayur dan buah.

3. Gangguan penyakit menular
Lebaran dan silaturahmi adalah dua kata yang tak bisa dipisahkan. Berkunjung ke sanak saudara dan tetangga menjadi kegiatan harian sepanjang Lebaran. Bertemu orang baru tak hanya menjadi kesempatan emas untuk melatih balita bersosialisasi, tapi bisa juga membuka kesempatan anak ertular penyakit seperti flu.

Sebaiknya batasi jumlah kunjungan setiap hari agar anak tak terlalu lelah. Bagaimanapun inginnya Anda bersilaturahmi, tetap sesuaikan jadwal dengan kemampuan balita Anda. Pastikan ia memiliki jam tidur yang cukup, serta mendapatkan asupan makanan dan minuman yang bergizi agar tak mudah sakit. Tak ada salahnya bersikap tegas jika memang ada tamu yang sedang sakit batuk atau pilek. Minta ia untuk tak terlalu dekat dulu dengannya.

4. Gangguan Alergi
Lingkungan yang baru, pasti berbeda dengan suasana di rumah. Mulai dari air, udara hingga makanan baru, bisa memicu balita Anda terkena alergi. Reaksinya bisa bermacam-macam, mulai dari mual, muntah diare, batuk hingga munculnya ruam merah di kulit. Cari penyebab alergi di sekeliling anak Anda. Alergi yang ditandai gejala batuk akibat debu tentu berbeda dengan kulit kemerahan karena makanan tertentu.

Sebaiknya cari tahu terlebih dahulu kondisi tempat yang akan Anda tuju. Bagaimana udaranya dan kebersihan airnya. Jika sudah tahu ‘medan perang’ yang akan dihadapi, persiapan pun tentu jauh lebih matang. Anda dapat memikirkan jenis pakaian dan obat yang dibawa.

5. Gangguan Tenggorokan

Makanan Lebaran umumnya bersantan dan proses pengolahannya banyak mengolahnya dengan cara digoreng. Ditambah serba manis dan es, maka radang tenggorokan pun akan mudah menyerang. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan ditandai dengan demam dan rasa sakit saat menelan.

Coba buat perjanjian dengan anak. Misal, kalau hari ini sudah makan yang bersantan dan serba goreng, maka hidangan yang manis dan dingin akan dapat dikonsumsi esok harinya. Berikan juga air putih atau jus buah tanpa gula untuk meningkatkan daya tahan. Dan, selalu selingi sayuran di setiap piring makannya.

Ada baiknya, Anda menunda mudik jika anak masih berusia di bawah satu tahun. Hal ini disebabkan kondisi bayi masih rentan terhadap paparan bakteri atau virus yang sangat mungkin didapat jika ia bertemu dengan banyak orang. Perjalanan jauh dan kemungkinan macet juga akan membuat anak merasa lelah.

Berikut delapan tips mudik Lebaran, dan ada hubungannya dengan obat yang dikonsumsi:

1. Perhatikan Efek Samping Obat

Kebetulan sekarang sedang banyak pasien dengan keluhan demam, batuk‎, pilek , dan lainnya. Karena itu, cukup banyak dari kita yang saat ini sedang minum obat flu dalam berbagai jenis dan mereknya.

Ingatlah, sebagian besar obat flu menyebabkan rasa kantuk, atau setidaknya membuat refleks jadi tidak maksimal. Hal ini tentu bisa jadi berbahaya bila menyetir mobil, atau mengemudi sepeda motor.

Yang benar adalah sebaiknya jangan menyetir mobil atau mengemudi sepeda motor, bila Anda minum obat flu yang dapat menyebabkan kantuk.

2. Tubuh Lesu Jangan Mengemudi

Penyakit sejenis flu sendiri juga mengakibatkan tubuh jadi lesu. Karena itu sebaiknya kalau sakit dan lesu, jangan menyetir atau mengemudi sepeda motor.

3. Sediakan Obat Rutin

Banyak diantara pemudik yang makan obat rutin untuk penyakitnya. Misalnya obat darah tinggi, diabetes mellitus, dan lainnya.

Obat rutin itu memang harus dimakan sesuai jadwalnya, karena itu antisipasi kemungkinan macet berjam-jam di jalan, dengan selalu membawa obat rutin yang biasa diminum.

4. Suplemen/Vitamin

Vitamin mungkin diperlukan, walau dengan makan bergizi maka kebutuhan vitamin juga dapat dicukupi, kecuali bila keadaan umum sedang turun.

5. Suplemen Tidak Selalu Baik

Obat ‘penambah tenaga’ tidak selalu berakibat baik. Begitu juga dengan minuman tertentu yang banyak beredar. Sebaiknya gunakan ‘isyarat tubuh’, yaitu bila lelah agar beristirahat. Ingat, keselamatan berkendara adalah yang paling utama

6. Sediakan Juga Obat Anak

Bila mudik bersama anak-anak, selalulah bawa obat yang perlu konsumsi anak pada keadaan tertentu. Misalnya obat demam, mencret, dan lainnya.

7. Sediakan Obat Persediaan

Bawa juga obat-obatan persediaan penghilang gejala yang lain, seperti obat mual, gangguan lambung, sakit perut, sakit kepala dll. Hanya juga harus diingat bahwa obat anti mual juga dapat menyebabkan kantuk, sehingga berbahaya bila mengemudi.

8. Bawa Kotak P3K

Jangan lupa bawa kotak P3K (yang berisi plester, pencuci luka, verband, dan lainnya), untuk persiapan. Mudah-mudah tidak sampai digunakan.

“Untuk semua tips tersebut, tentu sebaiknya berkonsultasi dengan petugas kesehatan sebelum berangkat. Juga manfaatkanlah petugas kesehatan yang ada di Pos Kesehatan Mudik sepanjang jalan.

Dia mengimbau agar pemudik selalu menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi selama mudik, jangan sampai makanan tidak higienis sehingga menimbulkan gangguan pencernaan.

Juga, sebenarnya tidak terlalu baik kalau Jumat pulang kerja (masih dalam keadaan lelah), dan langsung nyetir mobil atau mengemudi motor ber jam-jam ke kampung, malam hari pula. Sebaiknya mengemudi dalam keadaan segar, fit, dan bugar. Selamat mudik dengan sehat.

Ragam Gangguan Libur Lebaran

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com