Pola Makan Anak Obesitas

Pola Makan Anak Obesitas

obesity-kids

Kelebihan berat badan (BB) adalah kelebihan berat dari BB ideal sesuai tinggi badan, disertai penumpukan jaringan lemak. Berikan pola makan ini pada balita yang memiliki kelebihan BB.

Penyebab dan risiko, terutama pola hidup tidak sehat dan faktor genetik. Kelebihan BB pada anak bisa memicu berbagai komplikasi, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, sindroma metabolik dan penebalan darah jantung.

Atasi dengan mengatur pola makan sehat, yaitu 3 kali makanan pokok dengan selingan buah, batasi onsumsi minuman jus dan minuman ringan (soft drink).

Makanan yang dianjurkan: 

  • Tinggi serat, rendah lemak dan kalori, terutama aneka sayuran dan buah-buahan.
  • Diolah dengan cara direbus, kukus, atau panggang, dan kurangi makanan yang diolah dengan cara digoreng.

Makanan yang dihindari: 

  • Tinggi kandungan lemak, gula, kalori, karbohidrat, dan minyak. Contoh, daging merah berlemak, keju, kulit ayam, cream butter, seafood, makanan yang diproses dengan cara digoreng.
  • Pembatasan konsumsi lemak dilakukan bila anak sudah berusia 2 tahun, dan dilakukans ecara bertahap. Maksimal 30% dari total kalori yang dikonsumsi pada usia 5 tahun. Bila anak berumur di bawah 3 tahun, jangan dilakukan pembatasan konsumsi lemak karena perkembangan otaknya butuh banyak lemak.
  • Minuman bersoda, es sirup, makanan ringan (snack) dalam ekmasan, kentang goreng, aneka jenis makanan yang diberi penambah rasa gurih.

Obesitas pada anak penyebab dan pencegahannya

Saat si Kecil terlihat montok, ibu cenderung menganggapnya lucu dan sehat. Seandainya pun menyadari bahwa bobot si Kecil memang sudah berlebih, kecenderungan untuk menjadi permisif dengan alasan mumpung masih kecil, masih sering terhajadi. Padahal kelebihan berat badan atau obesitas pada usia dini memiliki kecenderungan untuk terus berlanjut hingga si Kecil dewasa. Apakah penyebab obesitas pada anak dan bagaimana mencegahnya?

Kelebihan berat badan pada anak dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Terutama jika orang tua mengindap penyakit diabetes, maka anak-anaknya berisiko untuk mengalami obesitas pada usia muda, meskipun ketika balita mereka memiliki berat badan yang normal.

Selain faktor keturunan, faktor yang paling berperan sebagai penyebab obesitas pada anak adalah pola makan, aktivitas fisik dan pola istirahat yang diterapkan pada si Kecil.

Banyak anak mengalami obesitas karena pola makan dengan porsi yang berlebihan dan pilihan makanan yang terlalu banyak karbohidrat serta lemak, seperti:

  • Permen dan coklat.
  • Minuman yang mengandung banyak gula.
  • Makanan cepat saji (junk food).
  • Kue-kue yang mengandung banyak gula dan coklat.
  • Keju dan kacang-kacangan, dll.

Meskipun demikian, tidak berarti makanan seperti di atas tidak boleh diberikan, si Kecil masih boleh mengkonsumsinya asalkan porsi dan frekuensinya tidak berlebihan. Porsi makan yang pas untuk batita adalah:

  • ¼ dari porsi makan orang dewasa.
  • Minum jus yang terbuat dari 100% buah asli tidak lebih dari 180 ml per hari.
  • Jika ia masih lapar, berikan tambahan berupa sayuran dan buah-buahan yang kaya serat.
  • Biasakan membeli makanan selingan dalam ukuran sekali makan.
  • Jika harus membeli dalam ukuran besar, sajikan pada si kecil dalam wadah terpisah.
  • Susun jadwal makan yang teratur (3x makan besar, 2x makan selingan)

Selain mengatur pola makan, kebiasaan makan bersama sekeluarga juga membantu ibu mengawasi asupan nutrisi yang dikonsumsi si Kecil. Biasakan juga si Kecil untuk selalu aktif dan memiliki jadwal istirahat yang cukup. Anda mungkin berpikir bahwa tidur terlalu banyak dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak, tetapi ternyata riset membuktikan bahwa tidak cukup tidur malah dapat meningkatkan risiko obesitas. Kurang istirahat dapat mengganggu metabolisme dan membuat anak lebih suka untuk nyemil.

Ajak juga si Kecil untuk bermain bersama teman-temannya sehingga ia tetap aktif bergerak, kurangi waktu di depan TV atau bermain games elektronik/komputer karena membuat anak malas untuk aktif bergerak. Anak usia 1-5 tahun dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik selama total 3 jam sepanjang hari, setiap harinya. Lakukan aktivitas ini secara bertahap sepanjang hari, jangan langsung selama 3 jam. Lalu, apa saja aktivitas fisik yang dianjurkan untuk anak usia 1-5 tahun?

  • Anak usia 1-3 tahun
    Anak dianjurkan untuk aktif bergerak lewat permainan-permainan yang aktif, yang didalamnya termasuk gerakan berlari, melompat, dan memanjat. Mereka juga mulai dapat dilatih untuk melakukan gerakan motorik seperti menendang, menangkap, melempar, memukul, dan berguling-guling. Anda juga dapat mengajak anak untuk menari bersama agar dia tidak bosan.
  • Anak usia 3-5 tahun
    Di usia ini, anak sudah bisa melakukan banyak aktivitas. Selain aktivitas-aktivitas seperti anak usia 1-3 tahun di atas, Anda sudah mulai bisa mengajarinya beraktivitas fisik yang melatih kestabilan dan kemampuan mengontrol gerakan seperti naik sepeda. Ajak si Kecil ke taman bermain agar dia bisa beraktivitas fisik sekaligus belajar bersosialisasi dengan teman-teman seusianya.

Ini Dia Diet yang Cocok untuk Anak Obesitas

 

Obesitas tak hanya dialami orang dewasa saja. Tetapi, anak-anak juga banyak pula yang mengalami masalah kelebihan berat badan. Program diet untuk anak-anak pun dilakukan guna mengatasinya. Lalu, program diet seperti apa yang seharusnya diterapkan bagi anak-anak obesitas?

Data terakhir menunjukkan bahwa menitikberatkan olahraga teratur pada program diet bagi anak-anak dan dewasa biasanya tidak membantu mereka menyusutkan berat badannya. “Olahraga memang penting, tapi jangan sampai kita terlalu menekankan betapa pentingnya olahraga, bukan program diet.

hal penting yang harus dilakukan dalam program diet bagi anak-anak dan juga orang dewasa yaitu mengubah pola makan, memperbaiki pola diet, dan mengurangi kalori makanan.

Peneliti menganalisis hasil dari 14 percobaan sebelumnya yang melibatkan remaja kelebihan berat badan. Mereka diminta melakukan program diet dan olahraga atau hanya program mempertahankan berat badan. Program itu berlangsung satu setengah hingga enam bulan.

Kebanyakan penelitian menemukan anak-anak cenderung memiliki indeks massa tubuh (rasio berat badan dan tinggi badan) yang lebih rendah dan presentase lemak tubuh yang lebih kecil setelah mereka melakukan kedua program tersebut. Menambah latihan aerobik seperti jogging dan tari pun tak banyak berpengaruh pada penurunan berat badan. Namun, anak-anak yang melakukan latihan ketahanan tubuh misalnya berlari-larian dengan kawannya, kehilangan lebih banyak lemak tubuh dibanding mereka yang tidak berolahraga.

Latihan ketahanan tubuh selama satu jam atau kurang setiap minggunya menghasilkan penurunan setengah persen lemak tubuh dan peningkatan jumlah otot. “Latihan ketahanan tidak hanya membakar kalori tetapi juga membangun massa otot yang bermanfaat untuk menurunkan berat badan atau menjaga berat badan.

bahwa untuk melakukan olahraga teratur bisa meningkatkan kadar insulin dan HDL (kolesterol baik) dalam tubuh. “Hal ini sangat penting bagi anak-anak karena membatasi asupan makanan bisa berefek buruk pada perkembangan dan pertumbuhannya.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan sedikit bukti bahwa program di layanan jasa penurunan berat badan dapat memengaruhi indeks massa tubuh anak-anak. Oleh karena itu, untuk program diet dan olahraga teratur mungkin cara yang paling efektif.

“Akan menjadi hal yang berat bagi orang tua menerapkan program diet pada anak-anaknya. Maka dari itu mereka harus memfokuskan waktu mereka”.

Diet Untuk Anak: Perlukah?

Jumlah anak-anak yang mengalami obesitas semakin meningkat. Statistik menunjukkan bahwa 1 dari 10 anak usia sekolah mengalami obesitas atau kegemukan. Apabila terus dibiarkan, mereka akan tetap mengalami obesitas sampai dewasa. Padahal obesitas terkait dengan meningkatnya resiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, sampai penyakit jantung. Belum lagi stigma sebagai anak gemuk dapat melukai kepercayaan diri sang buah hati. Sebagai orang tua, tentunya Anda tidak ingin hal tersebut menimpa buah hati Anda, bukan?

Diet = Solusi?

Seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap tingkat kegemukan anak, beberapa orang tua mulai mengontrol berat badan anaknya. Bahkan beberapa orang tua menerapkan program diet ketat serta memberikan obat pelangsing untuk sang buah hati. Padahal, diet ketat serta obat pelangsing bukanlah solusi terbaik. Anak yang kegemukan harus tetap makan tiga kali sehari ditambah camilan di antara waktu makan. Hal ini dikarenakan anak-anak memerlukan nutrisi yang cukup dan seimbang untuk mengoptimalkan proses tumbuh kembangnya. Apabila anak dipaksa diet ketat, pertumbuhan serta kesehatan anak bisa saja terganggu.

Lalu, Bagaimana Solusinya? Sebenarnya, cara untuk memperbaiki kegemukan pada anak cukup mudah. Prinsip yang paling penting yaitu menyesuaikan asupan kalori dengan kebutuhan anak. Berikut adalah beberapa solusi untuk mengatasi kegemukan atau obesitas pada buah hati Anda.

  1. Menyesuaikan asupan kalori
    Kebutuhan kalori dapat bervariasi tergantung pada aktivitas anak. Semakin aktif sang buah hati, kebutuhan kalorinya pun akan meningkat. Namun, perlu diingat bahwa porsi makan si kecil tidak sebanyak porsi makan orang dewasa. Karena itu, berikan porsi yang lebih kecil untuknya. Berikan ia porsi kecil atau sekitar ½ atau 2/3 porsi dewasa ketika Anda mengajaknya makan di luar.
  2. Pola makan 3B : Berimbang, Beragam, Bergizi
    Tujuan dari makan tidak hanya untuk memberikan rasa kenyang tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Anak yang sedang bertumbuh membutuhkan asupan zat gizi yang beragam, mulai dari karbohidrat, lemak, dan protein, sampai vitamin dan mineral, khususnya kalsium, zinc, magnesium, fosfor, serta vitamin B, dan vitamin D.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang beraneka ragam tersebut, usahakanlah mengombinasikan berbagai jenis makanan yang mencakup sayur-sayuran, buah-buahan, sumber karbohidrat, daging, makanan laut, protein nabati serta susu.

Selain beragam, nutrisi yang diberikan pun harus seimbang. Karbohidrat dan lemak memang diperlukan, tetapi jangan sampai asupan kedua jenis nutrisi tersebut berlebih sehingga menggantikan asupan makanan bergizi seperti susu, sayuran, dan buah-buahan. Mengurangi asupan makanan yang manis-manis dan tinggi lemak merupakan pilihan bijak untuk mencegah kelebihan kalori yang berdampak pada obesitas.

  • Vote for Better Option
    Mengatur pola makan bukan berarti lantas meniadakan konsumsi nutrisi tertentu sama sekali. Kunci pengaturan pola makan adalah menggantikan pola makan yang ada dengan pilihan yang lebih sehat. Sebagai contoh, apabila anak Anda terbiasa makan ayam goreng, cobalah gantikan dengan ayam bakar atau sup ayam yang lebih sedikit kandungan lemaknya. Kentang goreng atau french fries dapat digantikan dengan mashed potato, konsumsi daging merah dapat digantikan dengan ikan, dan sebagainya. Tetap sediakan makanan yang disukai anak, namun dengan pilihan yang lebih sehat.
  • Olahraga dan Aktivitas Fisik
    Ajak anak Anda untuk berolahraga! Bermain badminton, bulu tangkis, atau berenang bersama merupakan aktivitas yang menyenangkan dan juga menyehatkan. Apabila sang buah hati suka bermain game, siasati dengan memberikannya games yang merangsang aktivitas fisik seperti Nintendo Wii, simulasi dance, dan sebagainya. Aktivitas fisik akan meningkatkan penggunaan kalori menjadi energi sehingga membantu memperbaiki keseimbangan kalori. Penelitian pun menunjukkan bahwa anak yang rutin berolahraga lebih jarang terkena obesitas serta lebih jarang sakit dan terkena gangguan kesehatan dibandingkan anak yang tidak rutin berolahraga.
  • Pilah-Pilih Minuman
    Tak jarang, kita hanya menyeleksi makanan yang kita makan, tapi tidak mengontrol apa yang kita minum. Padahal, kegemukan bisa saja disebabkan oleh minuman manis yang tinggi kalori. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi minuman manis atau minuman bersoda cenderung lebih gemuk dibandingkan anak-anak yang tidak mengonsumsi minuman tersebut.

Tidak ingin hal tersebut terjadi pada buah hati Anda? Selalu ajarkan mereka untuk minum air putih! Air putih adalah minuman yang paling baik untuk menggantikan cairan tubuh serta tidak menimbulkan resiko kesehatan. Karena itu, selalu pastikan buah hati Anda minum 8 gelas air putih per hari untuk mempertahankan keseimbangan cairan tubuhnya.

Pola Makan Anak Obesitas

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com