Penyebab Janin Tidak Berkembang Dan Solusinya

Penyebab Janin Tidak Berkembang Dan Solusinya 

fetal_fetus_at_16_weeks_s6

Penyebab Utama Janin Tidak Berkembang

Usia kehamilan sudah 12 minggu, tetapi kemudian dokter memvonis bahwa janin tidak berkembang atau Anda mengalami blighted ovum. Hmmm… apa sih yang dimaksud dengan blighted ovum?

Blighted ovum adalah kondisi di mana, telur yang ada di dalam rahim berhasil dibuahi oleh sperma, tetapi ia tidak berkembang menjadi embrio, sehingga pada usia tertentu, kehamilan berhenti. Hal ini seringkali menyebabkan keguguran dan pendarahan hebat.

Blighted ovum atau yang selanjutnya disebut BO biasanya terjadi pada usia  kehamilan trimester pertama. Normal dialami oleh wanita sekali dalam beberapa kali kehamilan. Dalam kehamilan usia 5-6 minggu, seharusnya embrio sudah bisa dilihat dengan USG. Namun dalam kasus BO ini, embrio tidak hadir dan fetus hanya berkembang 18 milimeter besarnya.

Apa penyebab Blighted Ovum?

Penyebab utama BO adalah adanya problem atau kelainan pada kromosom yang dibawa oleh gen. Kejadian ini dipengaruhi oleh kualitas sperma atau telur yang buruk, atau adanya pembentukan sel yang abnormal.

Karena tubuh mengetahui hal ini, oleh sebab itu secara otomatis tubuh menghentikan proses kehamilan dan menyebabkan janin tidak berkembang.

Kualitas sperma dan telur sendiri juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan serta asupan nutrisi pasutri. Ketika tubuh mengalami stres atau asupan nutrisi kurang, maka kualitas sperma dan telur cenderung menurun.

Selain itu, kualitas sperma dan telur ini juga dipengaruhi oleh konsumsi obat-obatan tertentu, asupan alkohol, berat badan, diet yang tidak sehat serta konsumsi rokok.

Bagaimana jika mengalami Blighted Ovum?

BO yang menyebabkan keguguran ditandai dengan pendarahan yang seperti menstruasi tapi keluarnya berlebihan, rasa sakit dan kram pada area rahim.

Apabila Anda mengalami BO, maka Anda tak perlu panik dan bingung. Kunjungi dokter dan konsultasikan dengannya. Umumnya wanita yang mengalami BO dianjurkan melakukan kuret untuk membersihkan sisa-sisa janin yang tidak berkembang agar tidak mengganggu kesehatan. Hal tersebut juga wajib dilakukan agar wanita bisa mempersiapkan kehamilannya kembali.

Mereka yang mengalami BO juga punya potensi untuk hamil lagi kok, untuk itu jaga lifestyle dan program diet Anda, maintain berat badan agar tetap ideal, konsumsi makanan yang kaya nutrisi yang dibutuhkan tubuh, serta berolahraga untuk mengatasi stres.

Ada dua jenis janin tidak berkembang, yaitu :

1. Janin yang dari awal tidak tampak

Hanya ada kantong kehamilan yang bahasa medisnya disebut blighted ovum (kantong kosong). Tidak tampak janin sama sekali, yang ada hanya semacam suatu rongga di dalam rahim. Pada USG akan tampak gambaran hitam, berisi cairan, dan tidak tampak bayangan calon janin sama sekali

2. Sudah mulai tampak bayangan calon janin

Gambarannya biasanya pipih dan kecil berada di dalam rahim. Disebut tidak berkembang kalau memang diameter dan panjang janin tidak sesuai dengan usia kehamilan. Biasanya pemeriksaan kehamilan ini dilakukan secara serial, yaitu minimal dua kali dengan jarak dua minggu.

Bilamana didapatkan ukuran janin tidak bertambah atau bertambah tetapi sesuai dengan pertambahan usia kehamilan, itu yang disebut dengan janin tidak berkembang.

Ada beberapa penyebab janin tidak berkembang, antara lain :

1. Genetik

Ini adalah faktor utama. Bukan faktor keturunan, melainkan dari sperma atau sel telur. Dalam hal ini kualitas dan kuantitas sperma serta sel telur tidak baik sehingga saat penyatuan keduanya hasilnya tidak berkembang secara prima.

Yang jelas, kalau bicara tentang blighted ovum, kita bicara juga tentang kualitas dan kuantitas. Faktor ini bisa berulang dan bisa tidak, tergantung ada masalah produksi sperma dan sel telur atau tidak. Penyebab kualitas sperma dan sel telur macam-macam, tergantung dari produksi “pabriknya” (sel telur dari indung telur dan sperma dari produksi spermanya).

Jadi, otomatis gangguan dari proses pembentukan itu bisa bermacam-macam dan tidak bisa dipastikan, dari faktor higienis atau infeksi. Bisakah dicegah? “Susah. Karena sel telur dan sperma sudah ada sejak kita di kandungan ibu. Gangguan-gangguan itu muncul begitu kita lahir.”

2. Infeksi TORCH

Infeksi disebabkan oleh toksoplasma, rubella, CMV atau cito megalo virus, herpes simplex I dan simplex II. Dalam hal ini yang dilihat adalah reflek di tubuh kita, yaitu terbentuknya antibodi terhadap kuman dan virus ini. Jika diasumsikan bermasalah harus segera diterapi.

Sebaiknya pemeriksaan ini dilakukan sebelum hamil agar tidak menganggu kondisi si ibu. Jika sudah hamil sebaiknya dilakukan terapi sepanjang kehamilan. Untuk faktor yang disebabkan infeksi semua terapinya dengan oral atau obat yang diminum.

3. ACA (anticardiolipin) atau pembekuan

Terbentuknya faktor pembekuan yang menyumbat pembuluh-pembuluh darah yang arahnya ke janin sehingga akhirnya pertumbuhan janin terhenti.

Penyebabnya karena faktor imun dimana tergantung pada sensitivitas masing-masing orang. “Semisal, kakak kandung kita memiliki ACA tinggi, walaupun bersaudara belum tentu kita memiliki ACA tinggi. Orang yang tadinya tidak memiliki ACA tinggi, di kemudian hari bisa memiliki ACA tinggi,” jelas Anita.

Jadi, begitu ada kehamilan dia mengangap kehamilan ini musuhnya dan langsung terbentuk pembekuan. Darah membeku dan menyumbat daerah-daerah yang arahnya ke janin. Janin otomatis tidak mendapat suplai baik makanan, minuman, maupun oksigen.

Jika terjadi seperti ini harus segera diterapi, yaitu dengan memberikan obat anti pembekuan darah (bisa berupa obat minum atau suntik, tergantung seberapa berat kasus). Jika si ibu dikondisikan sudah normal kembali, pada saat hamil pun biasanya dalam pengawasan ketat dan tetap diterapi sampai bayi lahir.

Pasalnya, sewaktu-waktu bisa terjadi pembekuan lagi yang menganggu suplai makanan sehingga mengakibatkan janin tidak berkembang atau pertumbuhan bayi terhambat. Tidak semua janin dapat berkembang dengan sempurna, ada kalanya terjadi kelainan-kelainan pada janin.

Malformasi atau cacat dapat terjadi melalui tiga cara yaitu:

1. Pengaruh bahan berbahaya dari lingkungan luar selama periode awal perkembangan

2. Penerusan abnormalitas genetik dari induknya.

3.Aberasi kromosom yang terdapat pada salah satu gamet atau yang timbul pada pembelahan pertama.

Kelainan-kelainan pada janin diantaranya adalah :

Teratoma 

Teratoma adalah tumor yang mengandung jaringan derivat dua, tiga lapis benih. Terjadi saat janin masih embrio. Terjadinya teratoma adalah karena embrio awal (tingkat clivage, blastula, awal grastula) lepas dari kontrol organizer.

Ia seperti tubuh yang kembar tidak seimbang yang satu dapat tumbuh normal yang lain hanya gumpalan jaringa yang tdak utuh atau tidak wajar. Teratoma disebut juga fetus in fetus atau bayi dalam bayi.

Sindrom Down

Sindrom down merupakan kelainan fisik janin dengan ciri ciori yang khas seperti retardsi mental, kelainan jantung bawaan, otot-otot melemah (hypotonia), leukimia, hingga gangguan penglihatan dan pendengaran. Kelainan ini terjadi karena kelainan pada kromosom yaitu pada kromosom 21.

Sindrom Edward

Adalah kelainan pada janin karena kromosom janin mengalami kelainan. Kelainan ini terjadi karena kromosom 18nya mengalami kelebihan yaitu terdapat tiga untai kromosom 18. Ciri kelainan janin ini adalah retardasi mental berat, gangguan pertumbuhan, ukuran kepala dan pinggul kecil, kelaianan pada tangan dan kaki.

Sindrom Patau

Nama lain dari kelaianan janin ini adalah trisomi 13. hal ini karena terjadi kelainan pada kromosom ke13 dari pendeita tersebut, yaitu memiliki tiga untai kromosom 13. Ciri dari kelainan ini adalah bibir sumbing, ganggaun berat pada perkembangan otak, jantung, ginjal, tangan dan kaki.biasanya jika gejalanya sangat berat janin akan mati setelah beberapa saat dari kelahiran.

Talasemia 

Talasemia adalah salah satu kelainan pada janin. Talasemia ini memiliki ciri dimana tubuh kekurangan salah satu zat pembentuk hemoglobin (Hb) sehingga penderita mengalami anemia berat akibatnya harus transfusi darah seumur hidup .

Fenilketinoria

Adalah gangguan metabolisme salah satu jenis asam amino pembentuk protein yaitu fenilalanin yang menyebabkan hambatan atau radiasi mental. Kelainan ini jika dideteksi sejak dini dapat diminimalkan dengan cara memberi asupan fenilalanin yang banyak terdapat pada keju, susu, telur, ikan, daging, pemberian obat atau vitamin tertentu.

Tanda-tanda Keguguran :

  • PerdarahanPerdarahan adalah tanda yang paling umum. Perdarahan yang terjadi bisa hanya berupa bercak-bercak yang berlangsung lama sampai perdarahan hebat. Kadang-kadang terdapat bagian jaringan yang robek yang ikut keluar bersamaan dengan darah. Misalnya, bagian dari jaringan dinding rahim yang terkoyak atau kantung ketuban yang robek.
  • Kram atau Kejang PerutTanda ini rasanya mirip seperti kram perut pada awal datang bulan. Biasana kram ini berlangsung berulang-ulang dalam periode waktu yang lama. Kram atau kejang juga dapat terjadi di daerah panggul
  • Nyeri Pada Bagian Bawah Perut

    Rasa nyeri pada bagian bawah perut terjadi dalam waktu cukup lama. Selain di sekitar perut, rasa sakit juga dapat terjadi di bagian bawah panggul, selangkangan, dan daerah alat kelamin. Nyeri ini terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah muncul gejala perdarahan.

 

Mencegah janin gugur

Beruntunglah bila Anda mengalami kehamilan yang normal-normal saja. Pada sebagian orang, kehamilan seringkali mendapat banyak gangguan perdarahan, yang kemungkinan penyebabnya beraneka ragam. Apa saja dan bagaimana menanggulanginya?

Sebagai ilustrasi, ibu muda berinisial A harus segera dilarikan ke rumah sakit. Pasalnya, ia mengalami perdarahan cukup hebat dibarengi rasa mulas. Padahal usia kandungannya belum genap sembilan bulan. Sesampai di rumah sakit dokter segera melakukan tindakan pembedahan caesar dengan pertimbangan sang jabang bayi sudah cukup umur.

Syukurlah Ibu A dan bayinya berhasil diselamatkan. Menurut dokter yang menangani, perdarahan yang dialami Ibu A akibat terlepasnya plasenta atau ari-ari janin (solisio plasente). Kasus perdarahan kehamilan seperti dialami Ibu A cukup banyak. Pada kasus ini sebenarnya plasenta melekat pada tempat normal tapi karena suatu hal plasenta terlepas.

“Penyebabnya bisa macam-macam, Bisa karena tumbuh tumor atau myom pada dinding kandungan, bisa karena tali plasenta terjerat pada kaki sang bayi sehingga saat bayi bergerak plasenta tertarik dan terlepas. Kasus kecelakaan seperti perut sang ibu terbentur sesuatu tepat di mana plasenta melekat juga bisa menyebabkan plasenta terlepas.”

Penyebab lain, kasus pre-eklamsia (selama hamil mengalami kenaikan tekanan darah dan bagian tubuh tertentu membengkak). Beruntung kalau terlepasnya plasenta pada saat janin sudah cukup umur seperti yang dialami Ibu A. Sebab bila terjadinya sebelum kandungan berusia 7,5 bulan (bobot bayi 1.400 -1.500 g), janin pada umumnya sulit diselamatkan.

Perdarahan pada masa kehamilan bisa juga gara-gara plasenta menutupi jalan bayi. Di sini letak plasenta tidak normal (plasenta prefia) yakni menjorok pada segmen bawah rahim, mengarah ke mulut rahim sebelah dalam. Dalam perkembangannya, semakin lama, plasenta semakin menutupi jalan keluar bayi.

Kasus ini juga bisa mengakibatkan perdarahan karena terjadinya peregangan atau pengencangan bagian bawah rahim yang menyebabkan bagian bawah rahim tertarik sehingga penanaman plasenta sedikit bergeser. “Namun, penanganannya lebih mudah dibandingkan dengan kasus pertama tadi. “Sebab perdarahan tidak berlangsung terus-menerus, tapi secara berulang, misalnya setiap 3 – 4 minggu sekali dan tidak terasa sakit. Sehingga sang janin bisa dipertahankan lebih lama

Untuk mempertahankan agar tidak terjadi kontraksi (usaha dari kandungan untuk mengeluarkan isinya), dokter memberikan obat, yang adakalanya diberikan lewat infus, sehingga kandungan tetap lemas dan plasenta tidak bergeser. Selama hamil tentu saja sang ibu disarankan untuk membatasi kegiatan sehari-hari (bed rest) sampai saatnya melahirkan.

Beberapa wanita tergoda untuk minum antibiotik untuk menghentikan muntah dan pusing pada trimester pertama. Hal ini seharusnya tidak dilakukan sama sekali. Jika ada antibiotik yang perlu diambil, maka harus melalui konsultasi dengan dokter kandungan. Bahkan nantinya di sana, dokter kandungan mungkin menyarankan terapi alternatif.

Hamil adalah impian setiap wanita yang sudah menikah. Jadi, jika Anda sudah diberi berkah, maka lindungi berkah itu, karena tak semua wanita bisa mendapatkannya.

Penyebab Janin Tidak Berkembang Dan Solusinya 

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com