Penyebab Bayi Mendengkur

Penyebab Bayi Mendengkur

Premature-Baby-Sleeping-Problem-33333

Bayi mendengkur saat tidur? Anda tidak perlu kuatir, hal ini dikarenakan menandakan bayi Anda tidur dengan sangat terlelap dan tidurnya memiliki kualitas yang baik. Saat bayi tidur merupakan waktu beristirahat dari semua rasa lelah karena aktivitasnya. Hal ini merupakan hal yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda. Sedangkan mendengkur itu sendiri adalah suara yang muncul dari sela-sela rongga tenggorokan saat tidur. Mendengkur ini tidak terjadi pada orang dewasa saja namun juga bisa terjadi pada bayi (semua umur).

Bayi mendengkur tersebut sebenarnya tidaklah berbahaya jika bayi Anda masih dapat beraktivitas dengan baik, masih dapat menyusui maupun makan dengan normal atau lancar dan juga tidak mengalami demam atau gangguan penyakit lainnya. Penyebab mendengkur pada bayi adalah terjadinya penyumbatan atau penutupan pada jalan keluar masuk udara. Jadi pada waktu bayi tersebut mendengkur, aliran udara yang keluar dan masuk melalui lubang hidung tidak lancar dan mengakibatkan bunyi pada nafas.

Penyumbatan dan ketidaklancaran udara keluar masuk tersebut dikarenakan oleh banyak faktor diantaranya adalah alergi terhadap debu, asap rokok, binatang dan yang lainnya. Jika bayi Anda mendengkur karena alergi tersebut maka cara yang terbaik adalah menjauhi penyebabnya. Selain itu, bayi yang sering mendengkur merupakan suatu pertanda bahwa bayi Anda mengalami obesitas. Jika hal tersebut benar-benar terjadi maka pola makan untuk bayi Anda harus mulai diatur.

Penyebab lain bayi Anda mendengkur saat tidur adalah virus penyakit flu, untuk mengatasinya adalah menegakkan tubuh bayi dan kemudian mengusap dada bayi secara perlahan. Anda bisa merubah posisi bayi yang awalnya telentang menjadi tengkurap dan menepuk punggungnya secara perlahan.

Cara efektif lainnya untuk mengatasi bayi mendengkur adalah merubah posisi tidur bayi Anda, yang awalnya telentang bisa dirubah menjadi miring. Dengan cara ini saluran nafas akan terbuka kembali, udara pun akan lancar kembali dan suara mendengkur pun hilang. Jika Anda kuatir dengan kebiasaan mendengkur pada bayi Anda, maka Anda bisa membawanya ke dokter.

Penelitian yang dilakukan di Inggris terhadap lebih dari 11.000 anak menemukan anak-anak yang mengalami gangguan tidur terparah -puncaknya pada usia 2,5 tahun dan bertahan lama- menunjukkan tanda-tanda konsisten dengan gangguan perilaku seperti ADHD pada usia 4 dan 7 tahun.

Kenapa hanya masalah tidur bisa berdampak besar? Menurut Karen Bonuck, kepala penelitian tersebut, tidur adalah waktu untuk memulihkan keseimbangan sel-sel dan kimia otak. Ketika tidur terganggu, otak akan menerima sedikit oksigen daripada yang dibutuhkan dan sebaliknya mendapat karbondioksida lebih banyak daripada yang dibutuhkan.

Kekurangan oksigen pada otak bayi lebih bisa menyebabkan masalah dibanding pada anak yang lebih besar. Otak bayi masih dalam tahap perkembangan dan membentuk sambungan syaraf yang dibutuhkan untuk mengembangkan perilaku kompleks seperti  mengatur emosi dan sosial.

Betulkah Penyebab Bayi Ngorok adalah Alergi?

Aktivitas bayi pada minggu awal kelahirannya sering kali dihabiskan di tempat tidur. Tidur bayi merupakan salah satu istirahat dari kelelahan dan juga membantu dalam pertumbuhan bayi. Pada dasarnya aktivitas tidur bayi dapat dibedakan menjadi enam tahapan, tahapan ini akan berangsur angsur sesuai dengan aktivitas bayi. Salah satu contohnya adalah beberapa bayi yang tidur nyenyak kemudian bangun tenang atau menangis. Selain dari enam tahapan yang sangat berhubungan dengan aktivitas tidur bayi, perubahan yang sering kali terjadi adalah suara yang ditimbulkan bayi ketika tidur, bayi ngorok. Mengapa tidur bayi bayi bisa ngorok, betulkah salah satunya dipicu oleh alergi?

Ketika bayi anda tertidur sering kali ditemui bayi yang memiliki suara nafas seperti orang dewasa yang mendengkur. Bayi yang mendengkur sering kali dianggap wajar, bayi yang tidur ngorok dianggap sebuah tanda bahwa tidur bayi pulas dan memiliki kualitas yang baik. Meskipun sebuah penelitian menghubungkan bahwa bayi yang sering kali ngorok memicu anak menjadi gelisah dan hiperaktif. Penelitian terbaru bahkan menyatakan gangguan pernafasan pada saat tidur (ngorok) akan menimbulkan gangguan perilaku dikemudian hari, bahkan pada anak 9-69 akan menyebabkan nafas terhenti dan dihubungkan dengan resiko anak yang hiperaktif. Usia bayi dapat berpengaruh terhadap kecenderungan resiko hiperaktif. Pada bayi yang sering tidur bersuara pada saat usia 6-69 bulan, 60% akan meningkatkan hiperaktif pada usia 7 tahun. Hal ini menunjukan adanya gangguan pernapasan yang membutuhkan perhatian sedini mungkin sehingga harus segera dicari tahu penyebab utamanya.

Penelitian selanjutnya menghubungkan apabila bayi hanya mengorok dan masih bisa beraktivitas dengan baik, masih mempunyai nafsu makan yang tinggi dan tidak mengalami gangguan kesehatan lainnya maka dikatakan normal. Penyebab bayi ngorok disebabkan adanya penyumbatan pada jalan napas sehingga aliran udara yang masuk ke dalam tubuh bayi dan keluar melalui hidung bayi tidak lancar sehingga mengakibatkan timbul bunyi saat bayi menarik nafas ketika tidur.

Penyumbatan pada saluran nafas bayi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya berat badan bayi yang berlebihan. Berat badan yang berlebihan pada bayi dapat dilihat dari indek tinggi badan dan berat badan, apabila melebihi normal dapat dikategorikan obesitas. Berat badan yang berlebihan ini yang akan menyebabkan bayi anda tidur ngorok. Selanjutnya dapat dikarenakan riwayat kesehatan bayi seperti alergi. Alergi dapat dikarenakan debu, asap rokok, binatang atau beberapa benda lainnya. Apabila penyebab utamanya dikarenakan alergi sebaiknya anda memastikan sumber utama alergi sehingga dapat mengatasinya dan menghindari pemicunya.

Adapun cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi bayi yang ngorok adalah dengan mengubah posisi tidur bayi dengan cara memiringkan, dengan cara ini akan membuat bayi menjadi lancar dalam saluran nafas dan mengurangi suara ngorok. Sedangkan untuk bayi yang ngorok dikarenakan kondisi kesehatan yang terganggu seperti flu, dapat dengan cara menegakkan tubuh bayi kemudian menyangganya dengan tangan dan mengusap dadanya secara perlahan.

Anda juga dapat mengatasi dengan cara meletakkan bayi secara tengkurap kemudian menepuk bagian punggungnya. Sebelum anda melakukan cara ini, pastikan terlebih dahulu anak anda tidak selesai makan, karena akan mengganggu proses pencernaannya. Meskipun pada dasarnya bayi yang ngorok akan sembuh dengan sendirinya akan tetapi jika bayi ngorok disertai dengan keluhan kesehatan lainnya sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter untuk mengurangi resiko kesehatan buruk pada bayi dikemudian hari.

Saat tidur banyak hormon pertumbuhan dihasilkan otak. Jika waktu dan kualitas tidurnya terganggu, pertumbuhan anak pun bisa ikut terganggu.

Yang lebih berbahaya, secara klinis saat mengalami sleep apnea, kadar oksigen akan berkurang, sedangkan kadar CO2 ( karbon dioksida ) meningkat. Bila hal ini berlangsung lama dan berulang-ulang, sleep apnea dapat mengakibatkan gangguan jantung. Duh, karenanya jangan anggap sepele mendengkur, Ma.

Untuk mengetahuinya, yang paling sederhana mungkin Mama bisa memperhatikan apakah anak sering terbangun atau terlihat berusaha sangat keras untuk menarik napas. Kemungkinan anak juga sering bernapas lewat mulut. Perhatikan juga apakah anak merasa lelah di pagi hari atau sering tertidur di dalam kelas.

Bahaya tidur mendengkur pada anak2

Mendengkur adalah hal yang biasa bagi orang kebanyakan. Dengkuran yang keras sering diasosiasikan dengan tidur yang amat lelap, yang mungkin diakibatkan oleh kelelahan. Tapi tahukah Anda, bahwa ada bahaya yang mengancam dibalik dengkuran saat tidur ?

Bahaya tersebut dikenal dengan sebutan Obstructive Sleep Apnea ( OSA), yang artinya adalah henti napas waktu tidur yang disebabkan oleh menyempitnya jalan napas. Dan mendengkur adalah gejala utama yang paling mudah dikenali pada penderita OSA. OSA disebabkan oleh penyempitan jalan napas atas secara periodik diwaktu tidur

Bahaya Mendengkur

Sebuah penelitian di Hongkong oleh Prof. Albert Martin Li ( Chinese University of Hongkong ), menyebutkan bahwa anak yang mendengkur mempunyai kemungkinan dua kali lebih besar mengalami penurunan prestasi sekolah dan menderita hiperaktivitas. Karena OSA pada anak akan mengganggu kualitas dan kuantitas tidurnya. Untuk melawan rasa kantuk biasanya anak malah cendrung untuk lebih aktiv bergerak, sehingga muncul sebagai hiperaktifitas.
Tanda – tanda OSA pada anak :

Mendengkur dan tampak kesulitan bernapas saat tidur

Berkeringat saat tidur

Bernapas melalui mulut

Sulit berkonsentrasi dan mudah lupa sehingga prestasi sekolah menurun
Hiperaktif atau mudah tertidur dimana saja ( dicap pemalas )

Kegemukan

Menderita tonsilitis ( amandel ), hingga sulit menelan

Mudah marah dan cepat tersinggung

Gangguan tumbuh kembang ( failure to thrive ) sebagai akibat jangka panjang

 Penyebab Bayi Mendengkur

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com