Pentingnya Car Seat Bagi Anak Anda

Pentingnya Car Seat Bagi Anak Anda

baby_in_carseat

      Memilih kursi mobil yang tepat untuk anak Anda bergantung pada ukuran atau usia anak-anak Anda. Bayi Anda tentunya akan memerlukan kursi bayi atau tipe kombinasi kursi, sementara anak yang lebih tua mungkin akan memerlukan jenis penguat pada kursi. Car seatmerupakan kursi yang didesain untuk dipakai oleh anak-anak dan dipasang di mobil. Kegunaan car seat agar anak-anak lebih aman dalam berkendaraan.

      Untuk sebagian orangtua, tentunya lebih menyukai memangku anaknya di mobil saat berpergian, apalagi jika anaknya masih bayi, sebab bayi terlihat nyaman dalam pelukan Anda. Namun, bagaimana halnya bila Anda berpergian dengan bayi Anda tanpa ditemani orang lain? Disinilah fungsi car seat sangat terasa, adapun jenis-jenisnya ialah :

  • Car seat bayi (infant car seat)

Bentuknya seperti keranjang, biasanya digunakan untuk bayi yang baru lahir hingga beratnya maksimal 10 kilogram. Posisinya menghadap ke belakang dan harap diperhatikan, setiap bayi yang beratnya di bawah 10 kilogram, usianya belum genap satu tahun harus selalu menghadap belakang. Dikarenakan lebih aman untuk tulang-tulangnya yang belum kuat, terutama jika mobil harus mengerem mendadak.

Car seat model ini sepertinya sangat nyaman untuk para bayi, karena keranjangnya bisa dengan mudah dilepas dari alasnya dan dibawa ke mana-mana. Bayi juga bisa tidur di keranjangnya dimanapun ia berada. Di mobil, rumah, bahkan bisa juga dipasang distoller.

Sedikit yang perlu diperhatikan sebelum membeli car seat jenis tersebut adalah terkadang berat bayi sudah lebih dari 10 kilogram sebelum mencapai usia satu tahun. Yang berarti dia belum boleh duduk menghadap depan, karena hanya bagi bayi kecil yang dapat duduk di car seat. Sehingga, bayi kemudian harus memakai convertible car seat, dan tidak bisa langsung memakai booster.

  • Car seat bisa dibolak-balik (convertible car seat)

Bentuknya seperti kursi pengemudi kendaraan, ada penyangga berupa sayap di kiri-kanannya. Kursi ini disebut bolak-balik karena memang bisa dipakai untuk dibolak-balik. Menghadap belakang untuk bayi yang beratnya tidak mencapai 10 kilogram dan berusia di bawah satu tahun, sedangkan menghadap ke depan untuk bayi yang beratnya di atas 10 kilogram tetapi tidak mencapai 20 kilogram dan usianya sudah genap satu tahun.

Umumya lagi, car seat bisa direbahkan (recline) untuk dipakai bayi yang memang memerlukan posisi rebah. Car seat jenis ini memiliki keuntungan pemakaian yang lebih lama karena batas berat badan bayi yang cukup luas, dan bisa dipakai oleh bayi yang baru saja lahir.

  • Penyangga (booster)

Car seat jenis ini dipakai oleh anak-anak yang lebih besar. Diperlukan karena umumnya anak belum cukup tinggi untuk memakai seatbelt. Tanpa booster, tali seatbelt akan jatuh di atas dada anak-mungkin juga di leher dan ini akan membahayakan mereka. Car seatjenis ini biasanya diperuntukkan bagi anak-anak yang beratnya lebih dari 15 kilogram.

Jika sebelumnya anak Anda memakai car seat bayi yang berbentuk keranjang, bisa juga dilanjutkan dengan memakai car seat booster yang memiliki tambahan tali pengencang (tidak hanya mengandalkan seatbelt mobil). Car seat jenis ini memiliki umur pakai yang cukup panjang. Dari anak yang beratnya 10 kilogram hingga tinggi badan yang cukup dapat memakai seatbelt tanpa bantuan penyangga.

Bagi Anda yang memiliki bayi usia 0-1 tahun, Anda bisa menggunakan infant car seat. Sedangkan untuk anak usia setahun ke atas, khususnya balita 1-4 tahun, Anda memerlukantoddler car seat. Karena ini untuk keamanan balita, maka jangan sampai Anda salah pilih car seat.

Teliti sebelum membeli. Itu kunci utama dalam membeli toddler car seat untuk balita Anda. Ada 2 hal yang harus menjadi perhatian Anda, yakni:

  • Car seat harus mudah dipasang, sehingga balitaterikat dengan benar.
  • Car seat yang baik paling sedikitnya memiliki 3-point safety harness, yakni 2 di bahu dan 1 di selangkangan.

Anda perlu hati-hati ketika memilih toddler car seat, karena ada kursi lain yang juga mirip-mirip dengan car seat jenis ini, yakni booster seat. Misalnya saja, berat badan anak Anda sudah 20 kg, namun tingginya masih di bawah 120 cm, sudah tidak bisa lagi duduk di toddler car seat. Ia bisa menggunakan booster seat.Car seat jenis ini akan “mengganjalnya”, sehingga sabuk pengaman mobil bisa pas mengikat dada dan perutnya!

Bagaimana kalau balita Anda “dipaksakan” duduk manis di jok belakang sambil diikat dengan sabuk pengaman mobil. Wah, bisa-bisa dia tercekik, karena sabuk pengaman mobil belum pas melewati bahu dan perutnya. Sabuk pengaman mobil memang didesain untuk digunakan oleh mereka yang berat badannya di atas 20 kg dan tinggi badannya di atas 120 cm.

Bayi Nyaman Pakai Carseat 

Masih memangku atau menggendong bayi saat berkendara di mobil? Hentikan sekarang! Benturan saat mobil direm mendadak atau bertabrakan, dapat mencelakakan bayi akibat terbentur dash board atau kursi di depannya, terpelanting hingga menabrak kaca mobil, atau terjepit tubuh Anda yang menggendongnya! Jadi, pastikan bayi Anda selalu duduk di car seat dalam perjalanan, dan belilah car seat terbaiknya sekarang!

  • Sesuaikan car seat dengan berat anak. Ada car seat yang bisa menahan berat badan (BB) bayi hanya sampai 9 kg, ada juga yang bisa menahan hingga 18 kg -bisa digunakan hingga balita. Jangan paksakan menggunakan car seat bila BB anak sudah melebih kapasitasnya, sebab saat itu car seat tidak dapat lagi menjamin keselamatan anak. Selain itu, anak pun tidak nyaman didudukkan di car seat sempit. Jika kepalanya melebihi bagian atas car seat, itu tanda sudah kekecilan.
  • Pasang dengan benar. Dua hal yang harus diperhatikan saat memasang car seat, pertama, pastikan car seat terpasang dengan benar di jok mobil. Kedua, pastikan sabuk pengaman pada bayi terpasang dengan benar. Semahal apa pun sebuah car seat, tidak aman bila tidak dipasang sembarangan.
  • Letakkan di jok belakang. Mobil dilengkapi air bag yang bisa keluar bila terjadi benturan. Ini akan membahayakan bayi bila car seat-nya dipasang dijok depan.
  • Menghadap ke mana? Bayi diletakkan menghadap ke belakang hingga setidaknya berusia 1 tahun atau BB 9 kg. Anak di atas usia satu tahun atau BB 9-18 kg duduk menghadap ke depan agar tersedia ruang untuk kakinya menekuk. Anak dengan BB 18-36 kg, duduk di booster seat karena bila duduk di jok mobil,  ia belum cukup tinggi hingga bisa tercekik karena sabuk pengaman belum pas melewati bahu dan perut.

 

Kesalahan Pakai Car seat

Perhatikan lagi cara Anda menggunakan car seat untuk anak. Kesalahan menggunakan car seat dapat membahayakan anak. Berikut kesalahan umum pakai car seat yang sering terjadi:

  1. Pakai car seat bekas. Fungsi dari beberapa bagian penting car seat bisa jadi sudah hilang karena menuanya usia pakai, sehingga tak cukup kuat melindungi anak. Penggunaan ideal car seat adalah kurang dari lima tahun.
  2. Hanya pakai sesekali, padahal Anda tidak dapat memprediksi kapan terjadinya rem mendadak atau kecelakaan akan terjadi. Pakai car seat setiap saat!
  3. Mengeluarkan anak dari car seat saat mobil jalan dengan alasan anak sudah tidak betah. Ajak ia bermain di car seat-nya! Bila gagal, segera hentikan mobil. Mungkin ia sudah lelah duduk dan ingin merenggangkan tubuhnya.
  4. Tidak baca buku petunjuk manual penggunaan. Ada jutaan model car seat di luar sana, yang berbeda cara penggunaannya. Akibatnya bisa fatal bila ada salah satu bagian dari car seat tidak terpasang, karena Anda tidak tahu.
  5. Sabuk pengaman tidak terkunci dengan benar. Sabuk pengaman car seat adalah penolong Anda untuk menahan posisi anak tetap aman saat terjadi goncangan. Pastikan sabuk berbunyi ‘klik’ ketika mengunci dan cek cara kerjanya, minimal dua minggu sekali.
  6. Sabuk pengaman terlalu ketat atau longgar. Anak akan kesulitan bernapas dan bergerak bila sabuk pengamannya terlalu ketat. Bila terlalu longgar, fungsi sabuk pengaman akan hilang. Kencangkan sabuk pengaman sesuai tubuh anak dengan ditambah satu ruang ukuran jari Anda.
  7. Car seat tidak menempel dengan benar. Pastikan car seat telah menempel dan terkunci dengan sempurna pada jok belakang mobil agar car seat bebas goncangan. Bila car seat dapat bergeser ke depan atau ke samping lebih dari 1 inchi, Anda harus perbaiki atau beli car seat baru!
  8. Letakkan car seat di kursi depan dengan alasan menemani Anda mengemudi. Risiko terpental dan terkena pecahan kaca saat kecelakaan terjadi lebih kecil di kursi bagian belakang.
  9. Car seat di hadapkan ke depan, searah dengan laju mobil. Tepat bila car seat di hadapkan ke belakang.Bagian kepala, tulang leher dan tulang belakang si kecil akan terlindungi oleh car seat saat kecelakaan terjadi. Mulai sekarang Anda harus tega tidak melihat wajahnya!
  10. Peralihan dari car seat ke buster seat terlalu cepat. Booster seat, sejenis car seat yang memiliki ukuran lebih besar ini baru bisa digunakan oleh anak berusia 8 tahun atau memiliki tinggi badan 1,45 meter.

Bagaimana kalau balita Anda “dipaksakan” duduk manis di jok belakang sambil diikat dengan sabuk pengaman mobil. Wah, bisa-bisa dia tercekik, karena sabuk pengaman mobil belum pas melewati bahu dan perutnya. Sabuk pengaman mobil memang didesain untuk digunakan oleh mereka yang berat badannya di atas 20 kg dan tinggi badannya di atas 120 cm.

Nah, bunda, jangan sampai salah memilih car seat ya. Karena bagaimanapun keselamatan balita saat berkendara sangat penting.

Pentingnya Car Seat Bagi Anak Anda

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com