Menyusui, Kurangi Konsumsi Obat!

Menyusui, Kurangi Konsumsi Obat!

Breastfeeding

Terlalu sering mengonsumsi obat saat menyusui dapat memengaruhi produksi ASI. Beberapa senyawa aktif obat dapat masuk ke dalam ASI dan berpengaruh pada bayi. Misalnya, obat   kontrasepsi yang mengandung estrogen bisa menyebabkan penurunan produksi ASI, dan obat-obatan anti infeksi golongan sulfonamida, misalnya kotrimoksazol, bisa menyebabkan bayi kuning.

Tindakan penting ibu:

  • Konsultasi dahulu pada dokter apakah Anda memang perlu minum obat atau tidak. Sakit karena infeksi virus, misalnya, biasanya dapat diatasi dengan  istirahat dan banyak mengonsumsi vitamin lewat buah-buahan.

  • Meminimalkan risiko munculnya zat aktif obat dalam ASI. Bila Anda perlu minum obat, minta obat dalam dosis serendah mungkin dan dikonsumsi dalam waktu sesingkat mungkin. Pilih juga obat yang mencantumkan “aman dikonsumsi oleh ibuhamil dan ibu menyusui”.

  • Menjadwal dengan baik waktu mengonsumsi obat, yakni segera setelah Anda selesai menyusui atau sebelum bayi tidur dalam jangka waktu lama. Jadi, kemungkinan masuknya obat itu ke dalam ASI semakin kecil.

  • Mencermati gejala-gejala yang diperlihatkan bayi. Misalnya, si kecil jadi rewel, timbul ruam atau bercak merah/biru, sakit, kejang perut/kolik, atau ada perubahan pada pola tidur dan makannya. Bila muncul salah satu gejala ini segera beritahu dokter, termasuk jenis obat yang Anda konsumsi.

  • Mempelajari cara memerah dan menyimpan ASI. Dengan demikian, bila Anda harus menjalani pengobatan yang tidak bisa dilakukan bersamaan dengan kegiatan menyusui, maka bayi tetap mendapat ASI.

Penyebab Berkurangnya Produksi ASI

Menyusui merupakan suatu aktivitas psikososial yang bisa mendatangkan kebahagiaan tersendiri,terutama bagi ibu yang baru memiliki anak pertama. Menyusui memang menjadi kodrat seorang ibu. Sebagai ibu yang menyusui, anda pasti ingin memastikan bahwa anda sudah memproduksi ASI yang cukup untuk kebutuhan si kecil. Ada beberapa hal yang menyebabkan berkurangnya produksi ASI yang perlu ibu ketahui diantaranya :

  1. Waktu istirahat yang tidak cukup, kurang minum air (minimal sekita 1,8 liter sehari)
  2. Jarang menyusui serta kurang mendapatkan asupan makanan yang sehat dan berimbang
  3. Mengkonsumsi susu formula tambahan. Pada dasarnya, semakin banyak si kecil menyusui secara langsung, tubuh akan secara otomatis memproduksi lebih banyak ASI. Jadi bila si kecil mengkonsumsi susu formula tambahan, konsumsi ASI si kecil akan berkurang, sehingga pada akhirnya produksi ASI juga akan berkurang.
  4. Menghentikan proses menyusui sebelum si kecil selesai menyusui juga bisa mengganggu produksi ASI. Selain itu, ASI yang keluar pada tahap akhir menyusui mengandung kadar lemak yang lebih tinggi, sehingga membantu bertambahnya berat badan si kecil
  5. Hanya menyusui pada satu payudara saja. Bila ingin meningkatkan produksi susu Mama, susui si kecil secara bergantian antara payudara kanan dan kiri.
  6. Masalah kesehatan atau masalah anatomi pada bayi (misalnya lidah terikat/tongue tied) bisa mencegah bayi meminum ASI secara efisien, sehingga mengurangi produksi ASI
  7. Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antihistamine dan beberapa decongestant, obat penurun berat badan atau penekan nafsu makan, vitamin B-6 dosis tinggi dan lain sebagainya, bisa mengurangi produksi ASI Mama. Jadi sebelum Mama mengkonsumsi obat-obatan tertentu pada saat menyusui, sebaiknya Mama berkonsultasi dulu dengan dokter tentang efeknya terhadap proses menyusui.
  8. Obat KB hormonal akan mengurangi supply ASI Mama. Itu sebabnya sebaiknya Mama tidak mengkonsumsi obat KB hormonal sebelum minggu ke 6 sampai ke-8 setelah melahirkan, agar tubuh Mama memiliki waktu untuk menyiapkan cadangan ASI yang mencukupi sebelum ‘diganggu’ oleh hormon tambahan.
  9. Anemia. Mama yang mengalami anemia juga memiliki resiko tinggi mengalami tersumbatnya saluran ASI danmastitis
  10. Merokok. Mama yang merokok lebih dari 20 batang rokok dalam sehari sering mengalami penurunan produksi ASI dan berat badan bayi mereka juga bertambah lebih lambat.
  11. Mengalami penurunan berat badan yang terlalu cepat. Selama menyusui, disarankan agar berat badan Mama tidak turun lebih cepat dari ½ kg per minggu atau sekitar 2 kg per bulan. Selama Mama masih menyusui, berolahragalah dengan bijak dan konsumsi sekitar 1800 kalori per hari. Hindari obat ataupun minuman penurun berat badan.
  12. Bila plasenta tidak diangkat secara baik atau bila Mama mengalami nifas yang berlangsung lebih dari 6 minggu.
  13. Si kecil diberikan MPASI sebelum dia berumur 6 bulan. Hal ini mengakibatkan dia akan menyusui lebih sedikit, sehingga produksi ASI Mama juga akan berkurang.
  14. Kehamilan. Perubahan hormon selama masa kehamilan mengakibatkan berkurangnya produksi ASI

Apabila setelah memeriksa beberapa faktor diatas Anda masih merasa bahwa suplai ASI berkurang, coba lakukan hal berikut ini :

1. Periksa seberapa sering bayi mengompol

Berkurangnya pasokan ASI terkadang bukanlah kondisi yang sebenarnya. Hal ini mungkin hanya persepsi Anda saja yang keliru. Cobalah lihat seberapa sering bayi Anda mengompol. Mengamati seberapa banyak bayi mengompol akan memberitahu Anda apakah itu kenyataan atau hanya persepsi. Apabila bayi Anda sering mengompol, itu menandakan bahwa sesungguhnya Anda tidak mengalami kekurangan pasokan ASI.

2. Memompa ASI

Memompa ASI mungkin bisa menjadi cara untuk mengetahui apakah produksi ASI Anda benar-benar berkurang atau tidak. Pasalnya, alasan beberapa bayi menangis ketika sedang menyusui bukanlah karena ASI Anda yang berkurang, tetapi karena dia merasa kesulitan untuk menghisap. Untuk mempermudah ASI keluar, Anda mungkin bisa melakukan beberapa pijatan atau trik lain sebelum memberikan ASI.

Berikut fakta mengenai hubungan makanan dan minuman dengan ASI :

1.  Makanan pedas. Fakta yang menyebutkan bahwa ASI dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi ibu, bukan berarti ketika ibu mengkonsumsi makanan yang pedas atau bersantan bisa menimbulkan resiko secara langsung pada bayi. Makanan yang pedas hanya beresiko pada ibu sendiri, seperti gangguan pada pencernaan. Yang menjadi masalah pada saat ibu mengalami gangguan pencernaan itu dapat berpengaruh pada kualitas ASI yang dihasilkan. Gangguan pencernaan atau diere ini dapat mengakibatkan ibu terkena dehidrasi.

2.  Kandungan merkuri di dalam sushi. Bahan utama dalam pembuatan sushi pada umumnya menggunakan ikan laut yang berasal dari perairan dalam laut seperti ikan tuna yang sangat rentan tercemari merkuri. Merkuri itu sendiri merupakan kandungan logam berat yang bisa masuk langsung ke dalam ASI beredar melalui darah. Oleh sebab itu sangat disarankan bagi ibu hamil dan juga menyusui agar tidak mengkonsumsi ikan laut yang kandungan merkurinya dianggap tinggi. Salah satu diantaranya ikan hiu, tuna, swordfish juga ikan sarden.

3.  Kafein pada kopi. Banyak ibu menyusui yang masih ragu ketika meminum kopi. Namun, yang perlu ibu ingat bahwa kafein juga terdapat pada cokelat, teh, juga minuman berkarbonasi. Faktanya tidak ada larangan bagi ibu menyusui untuk meminum secangkir kopi setiap harinya, karena kandungan kafein dalam ASI masih sangat rendah. Akan tetapi, jika ibu meminum kopi lebih dari 2 cangkir setiap harinya makan kafein tersebut akan berakumulasi pada sistem pencernann sang bayi. Hal ini dapat membuat bayi rewel yang diakibatkan susah tidur dan terjadi iritasi pencernaan.

4.  Minuman dingin. Walaupun ada fakta yang menyebutkan bahwa ASI dalam payudara ibu selalu hangat, namun sebaiknya anda mengurangi mengkonsumsi minuman dingin. Ini lebih dikarenakan demi menjaga ibu dari alergi dingin. Ini juga mengurangi resiko ibu terkena gejala batuk dan asma. hal tersebut bisa mengganggu dalam kegiatan menyusui.

5.  Pemanis buatan. Hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan, walaupun tidak terlalu berpengaruh terhadap rasa dari ASI. Akan lebih baik jika anda lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan. Selain baik bagi kesehatan, ibu juga sekaligus mengenalkan rasa buah pada bayi melalui ASI.

 Menyusui, Kurangi Konsumsi Obat!

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com