Menghadapi Anak Yang Trauma

Menghadapi Anak Yang Trauma

csp-shaken-baby-syndrome

Cara Mengatasi Trauma Pada Batita

Berikut kami sharingkan ada 6 Cara Mengatasi Trauma, Nah bagaimana caranya? Berikut 6 Langkah yang diberikan oleh ahli spsikolog dari Pusat Konsultasi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Ramaninya ini.

6 Cara Mengatasi Trauma :

1. Cara mengatasi trauma yang pertama adalah ” Berikan Rasa Aman dan Nyaman
Ketika si batita mengalami peristiwa yang tidak mengenakan, menyakitkan atau menakutkan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memberikannya rasa aman dan nyaman. Banyak cara yang dilakukan di antaranya dengan memberikan pelukan, atau pusapan yang penuh kasih sayang.

2. Cara mengatasi trauma yang ke-2 adalah “Biarkan Batita Menangis
Ketika batita kaget dan kesakitan, reaksi yang pertama kali dilakukannya umumnya menangis. Biarkan ia menangis, karena dengan menangislah sibatita dapat menyalurkan emosinya. Penyaluran emosi penting untuk menenangkan gejolak hatinya.

3. Cara mengatasi trauma yang ke-3 adalah “Akui rasa sakit, takut, cemas yang dirasakan”.
Jangan abaikan rasa sakit, atau cemas, yang muncul ketika batita mengalami peristiwa yang tidak mengenakan tersebut. Akui bahwa terjatuh dari tangga memang menyakitkan. Pengakuan ini juga bermanfaat untuk memberikan pembelajaran emosi yang sedang dirasakan bahwa peristiwa yang sedang dialami saat ini adalah rasa sakit dan takut, “Adik kesakitan ya waktu jatuh dari tangga?”

4. Cara mengatasi trauma yang ke-4 adalah “Berikan Pertolongan Pertama”
Segera berikan pertolongan pertama untuk mengurangi rasa sakitnya. Cermati, apakah ada yang membahayakan keselamatan si batita. Bila perlu segera bawa ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang semestinya.

5. Cara mengatasi trauma yang ke-5 adalah “Gali Perasaanya”
Ketika sudah tenang, mintalah si batita bercerita. Gali perasaanya agar anak memahami bahwa peristiwa yang dialami itu sebenarnya akibat dari keteledorannya sendiri. Jelaskan dampak yang mungkin ditimbulkan dan ingatkan untuk berhati-hati. Jalin komunikasi dua arah. Namun, jangan paksa si batita bercerita bila ia masih menutup mulut. Cobalah dilain kesempatan dengan cara yang berbeda. Misal, melalui dongeng atau buku cerita yang mengangkat tema yang sama. Mulailah dengan membacakan cerita kemudian minta ia komentar. Bila si batita sudah mempu menceritakan kembali pengalamannya, dapat menjadikan indikasi bahwa ia tidak mengalamitrauma. Sebaliknya jika si batita masih ketakutan pertanda masih tersisa trauma dalam dirinya.

6. Cara mengatasi trauma yang ke-6 adalah ” Sampaikan Penjelasan yang jadi Penyebabnya”
Berikan penjelasan dengan bahasa yang sederhana yang menjadi penyebab peristiwa itu terjadi. Melalui penjelasan itu, si batita dapat mengetahui dan mempelajari peristiwa itu lalu berupaya agar tidak mengulangi kembali. Namun, ingat jangan sampai menyalahkan atau memojokan. Sesungguhnya pemberian penjelasan ini bertujuan menyembuhkan kesadaran bahwa cara yang tadi ditempuh salah. Misalnya” Adek tadi ketika naik tangga pegangan?” “Engakk” “Kalo engak pegangan, badan adek jadi tidak seimbang dan jatuh” Coba nih liat ya, Bunda naik tangga sambil tangan yang kiri berpegangan di tangga. Bunda engak jatuh karena pegangan dipinggir tangga, kalo badannya enggak seimbang, masih bisa ditahan sama tangan”.

Banyak hal yang menyebabkan trauma pada anak. Mulai dari diejek teman sebaya, jatuh dari sepeda, pertengkaran orangtua, hingga kecelakaan lalu lintas.

Menurut psikolog anak dan keluarga, Roslina Verauli, trauma merupakan emosi ekstrem yang muncul karena karena banyak hal. Biasanya emosi tidak dikelola dengan tepat saat menghadapi sebuah kejadian.

Meski demikian, pada dasarnya trauma pada seorang anak akan berbeda-beda dampaknya. Verauli menjelaskan, trauma akan lebih cepat meredam jika terjadi pada anak yang memiliki profil sebagai anak yang ekstrovert, ceria, dan cerdas.

Dukungan orangtua

Di sisi lain, motivasi atau dukungan orangtua menjadi hal penting. Misalnya menemani anak sampai masa penyembuhan trauma.

“Orangtua juga dapat berkomunikasi dengan cara netral. Bicarakan kondisi dengan rasional.
Selain itu usahakan untuk menghindari komentar yang menyudutkan atau menyalahkan anak. Verauli mengatakan bahwa trauma seorang anak juga dapat menurun atau diredam dengan cara diberikan gambar atau lagu. Hal ini dinilai mampu memantik rasa senangnya.

 Menghadapi Anak Yang Trauma

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com