Mengatasi Anak Sulit Makan Sayur

Mengatasi Anak Sulit Makan Sayur

10405

Bahagianya apabila kita sebagai orangtua dapat melihat putera-puteri kita tumbuh berkembang dengan sempurna. Untuk itu biasanya orangtua selalu berusaha memenuhi kebutuhan asupan gizi dan nutrisi bagi putera-puterinya dengan memberikan makanan yang mengandung gizi dan vitamin yang tinggi.

Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut di atas adalah dengan mengonsumsi sayur-sayuran. Namun bagi sebagian orangtua hal tersebut bukanlah hal yang mudah karena anak menolak untuk makan sayur. Kalau sudah begini, maka orangtua dibuat pusing dan bingung memikirkan berbagai cara yang tepat agar putera-puterinya tertarik untuk makan sayur.

Kiranya beberapa tips berikut ini dapat membantu para orangtua untuk menarik perhatian anak agar mau makan sayur :

Buatlah penyajian masakan dengan semenarik mungkin. Misalkan memasak sop dengan wortel yang diiris menyerupai bunga dan makaroni berbentuk spiral. Lalu pada saat penyajian di atas meja makan dapat menggunakan mangkok dan sendok bergambar tokoh kartun kesukaan anak.

Ibu juga dapat membuatnya dalam bentuk aneka minuman segar seperti jus wortel yang dapat divariasi dengan campuran tomat dan jeruk atau buah-buahan lainnya sesuai dengan selera. Pada saat penyajian dapat menggunakan gelas bergambar tokoh kartun kesayangan atau gelas bening dengan hiasan gula pasir yang diberi sirup agar bisa menempel di sekeliling bibir gelas. Anak juga dapat menggunakan sedotan aneka bentuk dan warna yang dapat ia pilih sebelumnya.

Buat aneka bentuk cemilan, seperti keripik bayam, tempura brokoli, terong, dan lain-lain dengan saus mayonaise atau krim keju. Membuat kentang panggang dengan brokoli rebus dan lelehan keju di atasnya. Membuat nasi goreng dengan hiasan timun, wortel, buncis dan tomat menyerupai wajah yang tersenyum sehingga menarik perhatian anak untuk memakannya.

Berkreasilah sebanyak-banyaknya agar dapat membuat anak tertarik untuk makan sayur. Bila memungkinkan, ajak anak untuk ikut membuat masakan sederhana seperti membuat salad dengan campuran mayonaise dan menyajikannya dengan caranya sendiri sehingga ia bangga akan kreasinya dan mau memakannya dengan lahap. Ibu juga dapat ‘menyembunyikan’ sayur-sayuran tersebut ke dalam bekal roti isi anak sehingga anak tidak menyadari kalau dirinya sudah makan sayur melalui roti isi yang disukainya. Dengan demikian, lambat laun anak akan terbiasa dengan rasa sayur-sayuran di lidahnya sehingga mereka tidak akan menolak lagi untuk makan sayur.

Siasat Untuk Balita Yang Sulit Makan Sayur

Jangan kehabisan akal untuk membuat balita mau makan sayur. Banyak cara bisa dicoba.Bunda bisa coba berbagai strategi ini.

Motivasi jitu: Berlomba.
 Bila ada saudara atau teman anak yang bisa diajak makan bersama, Anda bisa mengadakan lomba kecil makan sayuran. Letakkan di piring beberapa potong buncis dan wortel rebus, lalu beri aba-aba untuk memulai lomba. Berikan hadiah sederhana semisal stiker tokoh kartun favorit kepada pemenangnya. Cara ini pasti membuat anak semangat melahap sayuran. Jika si 1 – 2 belum bisa menghabiskan sayuran, berikan ia semangat agar ia menang di lomba berikut.

“Popeye suka bayam, Adik suka apa?”. Setiap balita ingin menjadikan benda yang dikenalnya sebagai posesi atau miliknya sendiri. Cobalah menggunakan analogi yang sama lalu gabungkan dengan jenis sayur yang kurang disukainya. Tentu saja, sebagai permulaan, jenis sayur favorit lebih dominan jumlahnya daripada yang jenis sayur yang lain.

Jadikan kudapan. Ya, sesekali, biarkan anak menikmati brokoli atau wortel rebus yang dibumbui ringan sambil bermain atau tidak dalam posisi duduk di meja makan.

Tak perlu memaksa, maklumi proses belajar makan si 1 – 2 tahun. Ingat, potongan makanan perlu dipindahkan oleh lidah ke samping agar dapat dihaluskan oleh gigi, lalu dibawa ke tengah kembali dan dipindahkan ke sisi lainnya untuk dikunyah kembali sampai lumat sebelum ditelan. Anak sebaiknya dibiarkan bila dia mengunyah dengan mulut terbuka.

Sembunyi dalam menu favorit anak. Misalnya:
•    Wortel, buncis, zukini, bayam atau jenis sayur lain dicincang, diparut, dihaluskan, atau diiris tipis lalu diselipkan ke dalam roti isi ragout, sup krim, telur dadar, nasi goreng, rolade, atau skotel makaroni. Bisa juga menjadi topping pizza, campuran saus spageti, atau dimasukkan ke dalam adonan aneka keik potong dan muffin.
•    Tomat, wortel atau mentimun dapat dibuat jus atau smoothies yang dicampur dengan sedikit gula/madu dan es.

“Hebatnya sayuran!” Salah satu cara jitu memotivasi anak-anak adalah dengan bercerita serta menjawab pertanyaannya. Misalnya cerita tentang kehebatan bayam yang membuat anak-anak menjadi lebih kuat dan bertenaga. Mungkin Anda sudah bisa mulai mengenalkan istilah sederhana seperti vitamin.

Ikut belanja dan masak, akan meningkatkan keingintahuan dan minat balita. Sambil mencuci daun selada, pastilah jari mungilnya dengan jahil atau mencicipi robekan daun ini. Sambil berbelanja ajak si 1 – 2 tahun menebak warna. Sambil mencuci dan mengolah sayuran, berceritalah tentang tokoh kartun favoritnya dan sayur favorit mereka.

Ajak ke kebun sayur, atau menanam sayuran sendiri. Anak akan menikmati proses tumbuh sayur yang ditanamnya dan menjadi tidak sabar untuk memanen dan mengetahui seperti apa rasanya. Atau ajak dia beragrowisata.

Satu tim kompak. Minta sepupu, teman bermain anak atau orang lain untuk turut mengajak anak makan sayur. Di lain pihak, sediakan aneka jenis sayur siap santap yang Anda taruh di tempat-tempat yang mudah diraih oleh anak. Lingkungan yang seperti ini amat besar pengaruhnya dalam membentuk pola makan anak, termasuk kebiasaan makan sayur.

Sayuran sangat penting untuk pertumbuhan anak. Namun, tak jarang buah hati ini justru menolaknya. Jika sudah demikian, kita pasti bingung.

Jangan kehilangan akal. Untuk menangani anak anda yang susah makan sayuran mungkin resep ini dapat membantu anda mengatasi masalah tersebut.

Salah satunya dengan cara mencampurkan sayuran ke dalam makanan yang disukainya, salah satunya adalah cake lapis ini. Selamat mencoba..

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :

Bahan Sayuran:

50 gram buncis, diiris halus
100 gram wortel, diparut
1 tangkai seledri, diiris halus
1 buah (300 gram) dada ayam, direbus, dipotong kotak
2 siung bawang putih, dicincang halus
3/4 sendok teh garam
1/2 sendok teh merica bubuk
1/4 sendok teh gula pasir
250 ml air kaldu ayam
25 gram keju cheddar parut
1 sendok makan minyak untuk menumis

Bahan Cake:

250 gram margarin
125 gram gula pasir halus
5 butir telur
175 gram tepung terigu protein sedang
25 gram tepung maizena
25 gram keju cheddar parut untuk taburan

Cara Pengolahan :

* Sayuran: panaskan minyak. Tumis bawang putih sampai harum. Masukkan ayam. Aduk rata. Tambahkan buncis dan wortel. Aduk sampai layu.
* Masukkan air kaldu ayam, garam, merica bubuk, dan gula pasir. Masak sampai meresap. Tambahkan keju cheddar parut. Aduk rata. Angkat dan dinginkan.
* Cake: kocok margarin dan gula pasir sampai lembut. Tambahkan telur satu per satu bergantian dengan sebagian tepung terigu sambil diayak dan dikocok rata.
* Masukkan sisa tepung terigu dan tepung maizena sambil diayak dan diaduk rata.
* Bagi 2 adonan. Satu bagian. Tuang di loyang 18x18x7 cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti.
* Sisa adonan tambahkan tumisan sayuran. Aduk rata. Tuang diatas adonan putih. Tabur keju cheedar parut.
*Oven 45 menit dengan suhu 190 derajat Celsius sampai matang.
Untuk 16 potong

 Mengatasi Anak Sulit Makan Sayur

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com