Mengajarkan Kebersihan Kamar Mandi

Mengajarkan Kebersihan Kamar Mandi 

dsc_0311         

Bila kamar mandi Anda sudah terawat baik, Anda sekeluarga perlu tahu cara menggunakan yang benar, dan menularkan kebiasaan baik itu pada anak.

1. Siram kloset dengan air secukupnya setiap kali habis digunakan. Bila tidak, akan timbul bau yang menandakan ada kuman Escherichia coli -kuman pembusuk yang menimbulkan gas H2S. Sementara bau kencing berasal dari kandungan amoniak urin kita yang sangat tidak baik jika terhirup.

 2. Gunakan air, bukan tisu untuk membersihkan diri. Setelah itu, gunakan sapu tangan atau lap untuk mengeringkan. Minta anak perempuan Anda membasuh kemaluannya dari arah depan ke belakang setelah buang air besar  untuk menghindari feses yang mengandung kuman penyakit masuk ke liang vagina dan memicu timbulnya infeksi.

 3. Jangan meletakkan barang-barang, misalnya mainan atau baju di atas lantai kamar mandi. Sediakan tempat untuk menggantungnya di dinding kamar mandi. Selain dapat menjadi sarana penyebaran kuman penyakit, benda-benda di atas lantai kamar mandi bisa menjadi sumber bau tak sedap.

 4.  Hindari penggunaan bersama alat mandi, seperti sikat gigi dan handuk.  Apalagi menggunakannya dengan orang yang sedang atau baru sembuh dari sakit.

5. Cuci tangan dengan air setiap kali selesai menggunakan kamar mandi. Caranya:

  • Basahkan tangan dengan air hangat yang mengalir, kemudian gunakan sabun  batang atau cair sampai berbusa.
  • Gosok kedua tangan minimal 15 detik. Gosok semua permukaan termasuk bagian belakang tangan, pergelangan tangan, bagian di antara jari dan di bawah kuku jari.
  • Bilas dengan baik.
  • Keringkan tangan dengan handuk bersih atau yang dapat dibuang.
  • Bila tidak ada air, Anda bisa menggunakan cairan pencuci tangan. Keluarkan secukupnya di telapak tangan Anda, satukan kedua telapak tangan Anda. Gosokkan satu sama lain sampai ke jari-jarinya. Biarkan sampai kering.

             Ketika di Toilet Umum

  • Minta balita tidak menyentuh atau memegang benda-benda atau bagian dari toilet.
  • Ajari anak menggunakan pelapis dudukan kloset sekali pakai atau lapisi dudukan kloset tersebut dengan tisu untuk melindungi bokongnya dari paparan kuman penyakit.
  • Biasakan balita menggunakan tisu atau lap saat menekan tombol flush, membuka pintu dan menutup kran air.

             Produk-produk berikut bisa meminimalkan risiko paparan biologis selama dan sesudah menggunakan kamar mand atau toilet:

 –  Toilet spray

–  Alas duduk di kloset.

–  Cairan pencuci tangan

–  Tisu antiseptik.

 6. Untuk mendorong kemauan anak untuk membantu, buatlah sekreatif mungkin dengan menjadikannya kegiatan keluarga. Pasang musik yang             menarik saat mereka membereskan rumah atau membuat lomba siapa yang tercepat menyelesaikan pekerjaan rumah. 

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com