Melahirkan Normal atau Operasi Caesar. Bag 2

Melahirkan Normal atau Operasi Caesar

melahirkan

 

Pemulihan Pasca Melahirkan (Normal dan Caesar)

 

Kelahiran si kecil merupakan hal yang dinantikan oleh para ibu hamil. Pada proses persalinan dibutuhkan tenaga, mental dan kesiapan Bunda untuk melaluinya. Saat si kecil telah lahir ke dunia, semua perjuangan Bunda seperti terbayar . Rasa bahagia dan lega muncul dengan hadir nya si kecil.

Tidak hanya kesiapan dalam proses melahirkan yang Bunda perlu ketahui, tapi Bunda juga perlu tahu bagaimana proses pemulihan pasca melahirkan, baik persalinan normal maupun operasi caesar. Proses pemulihan pasca operasi caesar memang cenderung lebih lama daripada persalinan normal.  tetapi hal-hal yang perlu Bunda perhatikan untuk mempercepat pemulihan di bawah ini berlaku untuk persalinan normal dan operasi caesar.

Jangan mengangkat beban berat

Pasca melahirkan kondisi Bunda belum pulih, karena itu jangan mengangkat beban berat lebih dari  pada berat bayi Bunda meskipun Bunda merasa kuat dan baik-baik saja. Hal ini agar proses penyembuhan otot-otot di perut Bunda berjalan dengan baik. Setidaknya selama 6 minggu atau selama masa nifas Bunda beristirahat dan tidak mengangkat beban berat.

Perbanyak minum air dan mengonsumsi makanan berserat

Saat proses persalinan Bunda banyak mengeluarkan cairan, seperti ketuban, darah dan cairan tubuh lainnya. Untuk itu diperlukan cairan pengganti. Perbanyak juga mengonsumsi buah-buahan dan makanan berserat agar mempermudah Bunda saat buang air.

Aktif bergerak

Setelah melahirkan, cobalah secara bertahap untuk aktif bergerak. Bunda bisa  melakukan jalan ringan di pagi hari di taman sekitar kompleks. Hal tersebut membantu memperlancar sirkulasi darah, membantu proses pemulihan, menguatkan otot serta mencegah terjadinya pendarahan.

Mengikuti saran dan petunjuk dokter

Ikuti jadwal kontrol pasca melahirkan baik melahirkan secara normal maupun operasi caesar. Terutama bagi Bunda yang  memiliki penyakit selama proses kehamilan, seperti anemia. Ikuti saran dokter dan taaati pantangannya.

Perhatikan luka bekas jahitan

Melahirkan secara caesar tentunya akan meninggalkan bekas luka jahitan. Luka bekas operasi bisa terinfeksi bila tidak dirawat dengan baik. Untuk mengatasinya, jagalah kebersihan tubuh, konsumsi makanan yang mengandung cukup nutrisi dan bila perlu olesi cream atau minyak khusus untuk bekas caesar yang dijual di apotek atau sesuai rekomendasi dokter Bunda.

Tips:

Mintalah pasangan atau keluarga Bunda untuk bergantian menjaga sang buah hati atau membantu Bunda mengerjakan pekerjaan rumah, sehingga Bunda dapat beristirahat dengan cukup.

 

Melahirkan Normal Memiliki Banyak Manfaat untuk Ibu dan Bayi

           

     Meski menyakitkan, banyak calon ibu yang berjuang agar bisa melahirkan normal. Katanya sih, dengan melahirkan secara normal, seorang perempuan sudah menjadi perempuan seutuhnya. Tapi, di balik pendapat itu, melahirkan secara normal ternyata juga memiliki banyak manfaat, baik bagi ibu maupun bayinya. Apa saja itu? Yuk, cari tahu bersama, Bu!

Pemulihan Lebih Cepat

            Saat akan melahirkan, perjuangan calon ibu yang akan melahirkan normal mungkin saja lebih berat dibandingkan mereka yang melahirkan melalui jalan operasi. Namun, saat proses persalinan selesai, ibu yang melahirkan normal akan menjalani proses pemulihan yang jauh lebih cepat. Jangan heran jika minimal enam jam setelah melahirkan, ibu sudah “dipaksa” dan memang bisa berjalan sendiri ke mana-mana. Menurut cerita para perempuan yang melahirkan normal, proses pemulihan pasca persalinan jauh lebih cepat.

Cepat Bebas Bergerak

       Karena nggak menjalani operasi besar dan jahitan yang banyak seperti yang dialami oleh ibu yang melahirkan melalui jalan operasi, perempuan yang melahirkan normal lebih cepat bisa bergerak bebas. Sehari setelah melahirkan, ibu yang melahirkan normal sudah bisa berjalan dan bergerak bebas tanpa perlu merasakan sakit akibat jahitan dari operasi yang belum kering. Keuntungannya adalah kamu jadi bisa lebih cepat mengurusi bayimu sendiri dan menjalin bonding yang lebih kuat dengan newborn baby.

Memiliki Ikatan Batin Lebih Kuat

          Selama proses persalinan, ibu dan bayi di dalam kandungan sama-sama berjuang. Karena itulah, perempuan yang melahirkan secara normal memiliki ikatan batin yang lebih kuat dengan anaknya. Melalui tes MRI, ditemukan fakta bahwa sensitivitas yang mengatur emosi dan motivasi di daerah otak pada ibu yang melahirkan normal, angkanya ternyata lebih tinggi. Sebab inilah yang membuat ibu yang melahirkan secara normal jadi lebih responsif terhadap tangisan bayi.

Lebih Mudah IMD

      Masih berkaitan dengan ikatan batin, bayi yang dilahirkan secara normal lebih dan lebih tertarik untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini atau IMD. Karena ikatan batin yang sudah terjalin dengan kuat antara ibu baru dan bayinya, mereka jadi mudah bekerja sama melakukan kegiatan menyusui untuk pertama kalinya. Seperti yang sudah diketahui, kegiatan menyusui pertama kali bagi ibu dan bayi nggak semudah yang terlihat dan membutuhkan kesabaran serta kerja sama dari kedua belah pihak.

Bayi Lebih Sehat

        Selain bermanfaat untuk ibu, persalinan normal juga memiliki banyak sekali manfaat untuk bayi. Banyak penelitian yang menjelaskan mengenai hal ini, salah satunya adalah bayi akan memiliki paru-paru yang lebih kuat karena saat lahir melewati vagina, ada proses pengangkutan oksigen ke jaringan-jaringan tubuh bayi. Itulah yang menyebabkan bayi yang dilahirkan melalui proses normal memiliki risiko gangguan yang lebih rendah. Ada juga yang bilang, bayi yang lahir secara normal akan memiliki daya juang yang lebih tinggi karena sudah pernah berjuang untuk lahir dari rahim ibunya.

 

Cek Kesehatan Pasca Persalinan Caesar

 

Usai persalinan cesar, Anda wajib ke dokter obgin lagi. Apa saja yang perlu di cek?

1 Minggu Pasca Persalinan.

Seperti pada persalinan normal, dokter obgin juga akan memeriksa:

  • Apakah terjadi terjadi infeksi pada bekas jahitan operasi yang ditandai dengan keluarnya cairan putih kekuningan (nanah). Bila ya, dokter akan menganjurkan Anda untuk tidak menekan bekas jahitan operasi. Dokter membersihkan luka dan memberikan cairan antiseptik serta mengganti perban. Ia juga akan memberikan antibiotik.
  • Apakah ada darah yang merembes dari jahitan operasi? Bila ya, dokter akan melihat kondisi bekas jahitan dan bila dianggap perlu, akan dilakukan penjahitan ulang.
  • Mengganti perban penutup luka.

Selain bekas operasi, dokter juga akan memantau mobilitas Anda. Dalam waktu satu minggu, luka bekas operasi memang masih menyisakan rasa nyeri. Namun, dokter justru menganjurkan Anda banyak bergerak untuk membantu proses penyembuhan. Berjalan kaki di dalam rumah atau sekitar rumah, mengurus bayi, menggerakkan tubuh di tempat tidur, serta ke kamar mandi sendiri tanpa dibantu, adalah beberapa aktivitas yang baik untuk proses penyembuhan pasca operasi Caesar.

6 Minggu Pasca Persalinan.

      Tak ada perbedaan pemeriksaan pasca persalinan normal dengan Caesar. Baik berat badan, tekanan darah, kegiatan laktasi maupun konseling kontrasepsi, akan dilakukan dokter. Pemeriksaan tambahannya adalah bekas jahitan operasi:

  • Apakah bekas operasi masih terasa nyeri atau tidak? Bila ya, bisa jadi terjadi infeksi, yang juga akan ditandai dengan keluarnya cairan berwana keputihan berbau tak sedap, serta demam. Pengobatan dengan antibiotik yang diberikan oleh dokter. Umumnya, rasa nyeri pada bekas jahitan operasi biasanya sudah hilang 6-8 minggu pasca persalinan.
  • Mengingat umumnya luka bekas operasi sudah kering dalam waktu  6 minggu, maka perban sudah dapat dilepas. Benang jahit tak perlu ditarik karena metode penjahitan umumnya memakai jenis benang dari usus kucing yang dapat diserap tubuh ibu.

Pap Smear.

       Delapan minggu setelah persalinan adalah waktu terbaik untuk melakukan pap smear. Mengapa? Karena, saat ini mulut rahim belum tertutup sempurna sehingga bila terjadi kelainan pada rahim, benar-benar dapat dilihat (bukan dari efek persalinan). Pap smear adalah pemeriksaan mulut leher rahim (serviks) dengan cara mengambil lendir di sekeliling mulut leher rahim untuk melihat adakah kelainan pada rahim atau tidak. Pemeriksaan ini hendaknya rutin dilakukan setiap tahun untuk melihat kondisi kesehatanrahim Anda. Agar mudah mengingat, lakukan setiap tanggal ulang tahun Anda.

Deteksi Dini.

       Deteksi dini kanker payudara penting dilakukan. Namun pada saat menyusui, tunda dulu pemeriksaan ini, baik dengan perabaan, USG atau pun mammografi. Karena, kelenjar payudara masih aktif, rancu dengan kelenjar tumor. Lakukan pemeriksaan deteksi dini kanker payudara 6 bulan setelah Anda tidak menyusui.

  • Breast Ultrasound atau USG payudara. Dilakukan untuk mengevaluasi kondisi payudara, apakah terjadi kelainan atau tidak. USG payudara dapat memberikan pencitraan payudara dari segala arah. Dari situ dapat dilihat apakah ada  jaringan yang abnormal. Meskipun begitu, gambar dari USG payudara kurang detail dari mamografi sehingga tidak dianjurkan sebagai alat pendeteksi kanker payudara.
  • Mamografi: metode pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X. Tak usah khawatir, karena sinar X yang digunakan amat lemah sehingga tak berbahaya. Ada dua jenis mamografi :                                  – Screening mammogram untuk pemeriksaan payudara yang tidak mengalami masalah.
  • Diagnostic mammogram untuk pasien yang sudah mengalami masalah pada payudara seperti penderita kanker payudara.

24 Jam Pemulihan Sudah Berlangsung

       Seksio sesaria adalah suatu tindakan untuk melahirkan bayi dengan membuka dinding rahim melalui sayatan pada dinding perut. Orang biasa menyebutnya dengan istilah operasi caesar.Dalam operasi caesar ada 7 lapisan perut yang harus disayat. Sementara saat proses penutupan luka, 7 lapisan tersebut dijahit satu demi satu menggunakan beberapa macam benang jahit.

       Setelah itu, moms akan dinyatakan pulih pascaoperasi cesar berdasarkan pada dua hal, pulih dilihat dari segi penyembuhan luka maupun pulih berdasarkan kembalinya aktivitas si pasien. Umumnya 24 jam pertama setelah menjalankan operasi pasien masih berbaring karena efek dari pembiusan.

      Nah, setelah 24 jam pasien dianjurkan untuk bergerak (mobilisasi), tujuannya agar tidak terjadi perlengketan pada bekas operasi bagian dalam dan kembalinya fungsi usus ke kondisi normal. Sebenarnya, 24 jam setelah operasi caesar proses pemulihan sudah mulai berlangsung.

Madu Untuk Mempercepat Pemulihan Luka Pasca Operasi Caesar

 

        Banyak Ibu Ibu yang memilih untuk melahirkan melalui operasi Caesar, apakah karena faktor kesehatan atau memang pilihan. Seperti juga operasi lainnya, tentu akan ada proses pemulihan pasca operasi yang biasanya sensitif terhadap infeksi dan memakan waktu yang tak jarang lama. Setalah proses persalinan tentu Ibu akan sangat tersita waktunya untuk merawat sang bayi sehingga diperlukan cara peneulihan luka yang cepat namum alami.

          Madu sudah dikenal sebagai penyembuh luka karena kandungan antioksidan serta dan antibakterinya. Kali ini tim peneliti dari Yaman mencoba melihat potensi madu sebagai agen untuk mempercepat penyembuhan luka pasca operasi cesar. Dalam penelitian ini melibatkan 50 pasien yang baru saja operasi cesar dan dibagi dua grup: grup pertama terdiri dari 26 pasien yang diberi perlakuan madu untuk proses penyembuhan serta grup kedua yang diberi antiseptic berupa 70% alkohol.

       Kedua grup pun tetep mengkonsumsi antibiotik sesuai yang dibutuhkan. Dari hasil yang didapat, ternyata madu lebih cepat 8 hari dalam menyembuhkan luka infeksi dibandingkan dengan alkohol, menyembuhkan luka secara menyeluruh 12 hari lebih cepat serta dapat meninggalkan rumah sakit dalam kurun waktu 10 hari dibandingkan grup kedua yaitu 19 hari.

         Dari penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa madu murni mampu mempercepat proses penyembukan infeksi, mengurangi pemakaian antibiotic, memperpendek masa perawatan serta mengurangi daerah bekas luka. Manfaatkan berbagai produk Madu Arofah untuk proses penyembuhan luka. Madu Arofah merupakan madu murni dan tidak dicampur dengan pengawet maupun bahan tambahan.

KESIMPULAN :

       Bagi masyarakat, setidaknya ada yang perlu di perhatikan dalam tiga aspek yang merugikan akibat adanya operasi caesar. Kalau tindakan ini kurang tepat sasaran, sebagian dana produktif harus dipakai untuk mendanai sesuatu yang berada di luar perencanaan.

       Sebagian dana masyarakat tersedot untuk investasi di rumah sakit, operasi caesar seyogyanya dilakukan di rumah sakit yang dilengkapi peralatan dan SDM (sumber daya manusia) untuk itu. Tindakan operasi caesar dapat dianggap sebagai suatu “penyiksaan” di kalangan beberapa suku yang tidak memiliki kebiasaan beristirahat lama setelah melahirkan.

     Jadi, sebaiknya pertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan menerima tindakan operasi caesar. Kalau memang faktor 3P itu tidak memungkinkan terjadinya proses kelahiran secara normal, ya apa boleh buat…

Melahirkan Normal atau Operasi Caesar

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com