Manfaat Memberikan Les Matematika Kumon

Manfaat Memberikan Les Matematika Kumon

Kumon-1

Kumon adalah metode pengajaran yang dikembangkan pertama kali oleh seorang guru matematika asal Jepang bernama Toru Kumon ini merupakan metode belajar perseorangan. Level awal untuk setiap anak tidak ditentukan berdasarkan tingkatan kelas atau usia, melainkan mulai dari level yang dapat ia kerjakan sendiri dengan mudah tanpa ada kesalahan.

Dalam kursus yang biasanya berlangsung seminggu 2 kali ini, anak akan diberi lembar kerja yang harus dikerjakan setiap hari di rumah. Dengan demikian, orang tua pun memegang peranan penting untuk mengawasi cara belajar anak di rumah.

Tak perlu takut anak akan menemukan soal-soal yang tidak dipahami dalam lembar kerja. Lembar kerjanya sendiri telah didesain sesuai dengan level anak, sehingga ia dapat memahami sendiri bagaimana menyelesaikan soal-soal tersebut. Selain itu, lembar kerja juga disusun secara sistematis, cermat, dan small steps (perbedaan antar topik bahasan tidak terlalu besar) yang dapat membantu membentuk kemampuan dasar matematika yang baik pada anak, sehingga memungkinkan anakmengerjakan level yang lebih tinggi tanpa kesulitan yang berarti.

Ada hal-hal yang harus dipertimbangkan ketika Anda memilih tempat kursus matematika untuk anak.

Pertimbangan pertama adalah mengetahui tujuan kursus. Apakah kursus ditujukan untuk membantuanak memahami pelajaran sesuai kurikulum yang berlaku? Atau, apakah kursus bertujuan untuk sekadar meningkatkan kemampuan matematika anak?

Beberapa anak yang tidak memahami materi matematika sesuai standar, mungkin memang memerlukan kursus untuk keperluan ketika menghadapi ujian atau ulangan. Sedangkan bagi anak yang tidak bermasalah dalam memahami materi di sekolah, kursus boleh saja dilakukan untuk peningkatan kemampuannya. Misalnya, untuk keperluan mengikuti lomba.

Pertimbangan selanjutnya adalah memilih tempat kursus. Ada begitu banyak guru dan tempat kursus yang bisa Anda pilih. Anda bisa saja meminta bantuan guru di sekolahatau guru privat untuk membantu anak. Atau yang paling umum, tinggal datang ke lembaga kursus.

Nah, jika opsi terakhir ini menjadi pilihan Anda, yang perlu diperhatikan lagi adalah metode pembelajaran yang digunakan. Kebanyakan, lembaga kursus di luar sekolah memiliki metode pengajaran sendiri yang tidak mengacu pada kurikulum nasional. Pastikan agar anak tidak mengalami kesulitan untuk menemukan korelasi antara matematika di sekolah dan matematika di tempat kursus tersebut.

Meski begitu, tak usah khawatir, Ma. metode apapun yang diajarkan pada anak, semuanya bisa saling melengkapi dan mendukung kemampuan matematika anak. Misal, ada tempat kursus yang memang fokus pada peningkatan kemampuan berhitung anak. Atau, tempat kursus yang memang dirancang untuk melatih logika anak. Anda tinggal menemukan di mana sisi kelemahan anak, dan memasukkannya ke tempat kursus matematika yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Kita akan kupas satu-persatu tentang kursus yang ada, tanpa melebihkan antar yang satu dengan yang lainnya, silahkan Anda nilai sendiri mana yang terbaik.

SAKAMOTO:

Metode Sakamoto berasal dari Jepang dan masuk ke Indonesia sebagai
salah satu kursus alternatif di bidang pendidikan matematika.

– Materi: aritmetika SD awalannya sama dg Kumon tapi nantinya lebih banyak soal cerita dg menggunakan 3 metode penyelesaian

– Alat bantu: peraga matematika dan buku2 full colour banyak, bisa belasan buku per level

– PR: on request by parents, kalo ortu nggak minta ya nggak dikasih PR, kalo pas liburan sekolah anak mau tidak masuk les bisa minta cuti (tapi denger2 skr skr tetep bayar)

– Frekuensi, Durasi: 1x/minggu, @2jam

– TIDAK KLASIKAL, murid mengerjakan soal, jika menemui kesulitan, guru akan membimbing anak one by one

-Biaya: relatif mirip dg Kumon, tapi biasanya lebih mahal dibanding sempoa, karena Sakamoto dan Kumon kan masih franchise langsung dari Jepang

– Ortu: lebih santai nggak perlu tereak2 nyuruh anak ngerjain PR, buat anak ya santai juga, umumnya hasilnya ya nggak secepat Kumon dlm mengejar kurikulum sekolah

Kesimpulan:

Secara garis besar metode Sakamoto merupakan metode yang digunakan untuk memecahkan soal-soal cerita yang lebih menekankan pada pemahaman logika.

Tujuannya melatih anak untuk berpikir dengan logika dan juga berpikir kreatif.

KUMON:

Metode Kumon berasal dan berkembang dari Jepang, lalu masuk ke Indonesia, sebagai salah satu kursus alternatif di bidang pendidikan matematika.

– Materi: aritmetika, aljabar, geometri, kalkulus, statistik, deferensial-integral, dll kumplit ada semua, jadi sampai materi jenjang lulus SMA ada semua

– Alat bantu: peraga matematika di tempat les dan tentunya banyak sekali (berbendel-bendel) buku soal yang tidak terbatas jumlahnya, jadi nggak usah kuatir, kalo’ masih ada yg salah bakalan dikasih bendel baru

– PR: setiap hari, jika anak tidak masuk les bisa diganti PR jadi ortu tidak repot

– Frekuensi, Durasi: 2x/minggu, terserah kemampuan/kemauan anak

– Dengan kumon anak2 mengerjakan soal latihan diawali dari yg standar dibawah yg dia bisa, semisal anak sudah bisa perkalian maka anak akan dikasih soal penjumlahan/pengurangan, sehingga anak tidak merasa menjadi beban

– Full CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) karena murid hanya akan diberikan soal yg lebih tinggi jika dia sudah bisa mengerjakan soal yg lebih rendah, jadi Pembimbing/Guru hanya mengkoreksi

– TIDAK KLASIKAL, murid datang serahkan PR, guru koreksi, jika masih ada yg salah akan diberikan bendel soal yang sama sampai anak benar2 benar semua, tidak dibatasi waktu, waktu pengerjaan hanya akan menunjukkan nilai kualitatif, jika sudah benar semua maka guru memberikan tugas berikutnya

– Biaya: relatif mirip dg Sakamoto, tapi biasanya lebih mahal dibanding sempoa, karena Sakamoto dan Kumon kan masih franchise langsung dari Jepang

– Ortu lebih harus aktif karena musti rajin mengingatkan anaknya untuk mengerjakan PR he…he…he, tapi konsekuensinya semakin anak rutin dan rajin mengerjakan tugasnya justru anak akan mudah melampui kurikulum kelasnya. Nah udah sering lah denger anak kumon kelas 6 SD udah completer Kumon, brarti dia udah ngerjain matematika tingkat SMA kelas 3, sesuai kemampuanya.

Kesimpulan:

Metode Kumon merupakan metode yang digunakan untuk melatih anak agar dapat menyelesaikan soal hitung-hitungan angka dengan cepat.

Metode Kumon lebih menekankan pada frekuensi latihan yang padat agar si anak terbiasa menyelesaikan soal-soal hitungan secara cepat dan teliti.

SEMPOA:

– Materi: murni dasar aritmetika, teknik menghitung dg ‘alat bantu’ sempoa di awal level dan menggunakan sempoa bayangan/imajinasi utk lanjutannya

– Alat bantu: Sempoa dan 1 buku yg untuk di kelas dan 1 buku utk PR

– Frekuensi, Durasi: 2x/minggu, 1-2jam

– PR: umumnya ada, jadi awalan setiap kali kedatangan adalah koreksi PR bersama2 baru lanjutkan materi selanjutnya

– KLASIKAL, guru di depan dg alat peraga sempoa besar, murid mengerjakan soal dg semopa kecil masing-masing, jadi guru mengajarkan-murid mengikuti bersama-sama, Guru memberikan soal-murid mengerjakan bersama-sama juga.

– Biaya: umumnya relatif lebih murah dibanding Sakamoto dan Kumon karena umumnya Sempoa sudah franchise lokal.

– Anak-anak sempoa terkenal cepet berhitung tanpa kalkulator, terutama untuk perkalian/pembagian.

Kesimpulan:

Metode Sempoa merupakan metode yang digunakan untuk melatih konsentrasi anak dalam berhitung dengan menggunakan alat bantu hitung yang dinamakan “SEMPOA”.

“Dengan kata lain metode sempoa adalah metode dasar sebelum anak mengenal angka”

Anak diharapkan ke depannya kalau sudah mahir tanpa harus menggunakan alat bantu “SEMPOA” sudah dapat berhitung dengan cepat dan teliti tanpa menggunakan kalkulator, walaupun menghitung angka sampai ribuan.

Sempoa adalah metode belajar yang digunakan oleh orang Cina yang diajarkan sejak lama, hasilnya sangat nyata, terlihat dari orang-orang Cina yang pintar .

Program Kumon tidak hanya mengajarkan cara berhitung tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan si kecil untuk lebih fokus dalam mengerjakan sesuatu dan kepercayaan diri. Kemampuan tersebut akan terlihat dari kemampuan anak dalam menyelesaikan soal dengan cara mereka sendiri. Peserta program akan diajarkan dasar-dasar penghitungan untuk bisa menyelesaikan soal yang lebih sulit.

Kumon juga memberikan bekal ilmu dasar kalkulus. Kemampuan perhitungan kalkulus ini akan dibutuhkan ketika anak akan memasuki perguruan tinggi dan mengejar karirnya. Kemampuan berhitung juga akan dibayar mahal ketika mereka memasuki dunia kerja. Kemampuan kalkulus sangat diperlukan pada bidang akunting, teknik, kedokteran, geologi, dan sebagainya.

Metode Kumon juga bermanfaat untuk mempelajari matematika yang lebih luas, misalnya untuk bidang aljabar, trigonometri, dan matematika tingkat lanjut. Di negara-negara lain, metode Kumon sudah dikembangkan untuk materi pelajaran lain seperti pelajaran bahasa inggris, bahasa jepang, bahasa jerman, bahasa perancis, dan sebagainya.

 Manfaat Memberikan Les Matematika Kumon 

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com