Manfaat Hati Ayam Untuk Anak

Manfaat  Hati Ayam Untuk Anak

Blog Heart and Liver 1

Hati ayam sering kali dijadikan sebagai makanan pendamping ASI bagi bayi, namun masih banyak orang tua yang ragu apakah sebenarnya ini aman atau tidak dikonsumsi oleh bayi.

Ibu Dan Mama pasti pernah bertanya-tanya tentang boleh atau tidaknya memberikan hati ayam sebagai makanan pendamping ASI (MPASI) untuk bayi. Apakah itu aman bila dikonsumsi oleh bayi? Jawabannya adalah iya, karena hati ayam merupakan makanan bergizi yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan bayi.

Hati ayam mengandung banyak zat besi yang sangat penting dalam pembentukan sel darah merah. Di samping itu, hati ayam memiliki bermacam kebaikan bagi tubuh, seperti: vitamin A, B12, C, asam folat, fosfor, dan besi. Hati ayam juga dipercaya mempunyai peran penting dalam perkembangan fungsi otak bayi.

Namun mengonsumsi hati ayam yang terlalu banyak tidak baik bagi bayi, karena bisa berbahaya. Sehingga Ibu Dan Mama harus berhati-hati ya. Mengapa demikian?

Organ hati merupakan organ penyaring racun dalam sistem pencernaan, akibatnya sangat rentan tercemar zat kimia, pestisida, ataupun racun lainnya. Itulah sebabnya sahabat Ibu Dan Mama harus berhati-hati ketika ingin menjadikan hati ayam sebagai MPASI untuk bayinya.

Pilihlah hati ayam yang masih dalam keadaan segar secara cermat dan jangan memilih yang sudah berwarna abu-abu. Setelah itu cucilah dengan benar berulang kali hingga bersih dan kemudian rebuslah sampai matang sebelum diolah menjadi MPASI.

Manfaat Hati Ayam Bagi Kesehatan

 Kalau diperhatikan, hati ayam termasuk dalam golongan jerohan yang dihindari karena kadar kolesterolnya tinggi, bagi yang punya masalah kolesterol. Namun di sisi lain hati bermanfaat bagi kesehatan, karena banyak mengandung zat besi, folate dan zinc.

Mengkonsumsi hati dapat menghindari anemia dan membantu secara cepat jika kekurangan atau kehilangan darah. Hati ayam juga membantu sistem kekebalan tubuh, karena kandungan protein dan mineralnya tinggi.

Karena kaya akan zat besi, folate dan vitamin B12, hati ayam sangat mudah diserap dan membuat butir darah merah. Maka hati sangat baik untuk mencegah anemia serta memulihkan kekurangan darah setelah operasi.
Selain itu hati ayam kaya akan zinc (seng) yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan mempertahankan kekebalan tubuh, maka baik untuk mereka yang tidak nafsu makan.

Mereka yang telah berusia lanjut, atau sedang  sakit dan sangat membutuhkan zinc dalam jumlah banyak, dianjurkan makan hati ayam. Bayi yang sudah makan nasi tim perlu diberi hati ayam, mengingat manfaatnya untuk kekebalan.

Untuk orang dewasa, mengkonsumsi hati ayam seminggu sekali dapat membantu mencegah anemia dan berguna dalam pembentukan sel darah merah. Tentunya pola konsumsi gizi seimbang perlu dipertahankan untuk menghindari kekurangan atau kelebihan zat gizi yang berpengaruh pada kesehatan pada umumnya. (*)

Kandungan gizi pada hati ayam

Hati ayam mengandung nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita seperti folate, zat besi, zinc, dan vitamin B12, seperti yang kita ketahui zat-zat tersebut dapat menstimulasi produksi sel darah merah, sehingga orang yang menderita anemia, ibu hamil, atau sedang sakit sangat dianjurkan untuk mengonsumsi hati ayam. Selain itu manfaat hati ayam yang lain adalah dapat meningkatkatkan sistem imunitas tubuh karena mengandung protein dan beberapa mineral.

Manfaat hati ayam untuk kesehatan mata

Selain manfaat yang telah diulas di atas,hati ayam juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata karena mengandung vitamin A. Untuk menjaga agar mata tetap sehat, sesekali Anda boleh memasukkan hati ayam ke dalam menu makanan sehari-hari asalkan tidak berlebihan.

Anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan juga perlu untuk mengonsumsi hati ayam secara teratur untuk memenuhi gizi dalam tubuh mereka sehingga pertumbuhan badan termasuk organ penglihatan dan perkembangan otak dapat berlangsung optimal. Demikianlah manfaat hati ayam bagi kesehatan kita, disarankan Anda lebih memilih hati ayam kampung untuk diolah dalam berbagai hidangan karena ayam kampung dipercaya lebih sehat daripada ayam pedaging.

Cara Mengolah

Hati bagi mahluk hidup merupakan organ utama termasuk dalam tubuh hewan. Nah di dalam hati hewan perlu perhatian yang lebih dibanding dengan organ jeroan yang lain, mengapa demikian? Karena hati memiliki senyawa beracun lebih banyak dibandingkan dengan bagian jeroan yang lain, hal ini disebabkan karena hati merupakan tempat dimana racun dinetralisir sehubungan dengan sistem pencernaan. Untuk mengkonsumsi hati hal yang perlu dilakukan adalah pertama, cucilah hati berkali-kali hingga benar-benar bersih.

Kedua, setelah dicuci bersih rebus lah hati hingga matang, baru kemudian yang ketiga diolah menjadi bahan makanan. Hal ini sangat penting untuk setidaknya mengurangi bahaya yang muncul apabila salah dalam mengolah hati. Ciri-ciri yang pasti untuk hati adalah warna merah kecoklatan, lembut dan sangat mudah hancur, namun apabila hati tersebut direbus akan mengeras.

Untuk Bayi, Pilihlah Ayam Kampung

Daging ayam menjadi salah satu favorit para ibu sebagai campuran makanan pendamping ASI. Akan tetapi, sebaiknya Anda memilih ayam kampung, bukan ayam negeri. Pasalnya meski dari sudut gizinya sama saja, namun makanan ayam negeri dan kampung berbeda.

“Makanan ayam kampung masih alamiah, sedangkan makanan ayam negeri sudah diberi suplemen dan bermacam-macam hormon. Nah, hormon-hormon tersebut akan disimpan dan terakumulasi atau menumpuk di dalam tubuhnya

Jadi, bila bayi diberikan ayam negeri, secara tak langsung pakan yang disuntikkan pada ayam negeri akan termakan juga oleh bayi. “Bayi seperti mengkonsumsi makanan yang mengandung zat aditif secara langsung saja

Adapun yang dimaksud zat aditif ialah zat tambahan pada makanan yang membuat makanan menjadi lebih enak, beraroma lebih harum atau yang membuat makanan lebih tahan lama. Jikapun Bapak dan Ibu ingin si kecil diberikan ayam negeri, boleh saja. “Tapi jangan terlalu sering, ya,” pesannya. Yang jelas, kalau mau aman, sebaiknya, sih, berikan ayam kampung saja.

Sedangkan telur ayam, setelah bayi berusia 6 bulan dapat diberikan kuning telur karena kuning telur mengandung protein yang tinggi. Namun frekuensi pemberiannya tak perlu setiap hari, lebih baik seminggu sekali. Pasalnya, kuning telur mengandung kolesterol yang tinggi. “Kalau terlalu sering diberikan pada bayi, dikhawatirkan setelah dewasa nanti tingkat kolesterolnya akan tinggi

Sedangkan putih telur, pada prinsipnya boleh diberikan. Namun sebelumnya, Bapak dan Ibu perlu tahu dulu, apakah si kecil memiliki riwayat alergi. Soalnya, putih telur dapat memicu reaksi alerginya.

“Putih telur mengandung suatu jenis protein yang tak dapat berubah menjadi asam amino sehingga dapat terserap dalam darah. Inilah yang dapat memicu reaksi alergi

Tak demikian halnya bila bayi normal mendapat ASI eksklusif hingga usia 4 bulan, pemberian putih telur pada usia 5 bulan ke atas tak jadi masalah. Soalnya, si bayi telah memperoleh zat anti bodi dari ASI. Namun demikian, frekuensi pemberiannya hendaknya tak terlalu sering, cukup seminggu sekali. Akan halnya hati ayam, menurut Dadang, tak berbeda dengan kuning telur.

Hati ayam merupakan sumber protein yang tinggi namun memiliki kolestrol yang tinggi. “Bayi tentu saja memerlukan kolesterol namun tak perlu banyak sehingga frekuensi pemberiannya cukup seminggu sekali saja.” Memang, aku Dadang, kebanyakan ibu biasanya hanya mencampur nasi tim dengan hati ayam atau telur.

Padahal, nasi tim itu enggak apa-apa, kalau dicampur dengan ayam, daging giling, ataupun ikan. “Bahkan, kalau bayi mau diberi kaki ayam juga boleh, karena kaki ayam juga mengandung protein seperti halnya daging ayam.” Tapi jangan lupa, agar menunya setiap hari berganti-ganti, beragam, dan bervariasi.

 Manfaat  Hati Ayam Untuk Anak

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com