Makanan Sehat untuk si Atlet Cilik

Makanan Sehat untuk si Atlet Cilik

camp-kids-group-variousballs-600px

Berikut ini jenis-jenis sumber makanan bergizi ntuk menunjang aktivitas si atlet kecil ;

1.    Beras/gandum/singkong/jagung/ubi
Karbohidrat kompleks yang terkandung dalam pangan tersebut dalam saluran pencernaan akan dicerna menjadi glukosa dan diserap usus halus, masuk ke dalam pembuluh darah secara perlahan, sehingga tidak meningkatkan kadar gula darah secara cepat yang menyehatkan saluran pencernaan.

2.    Telur/daging sapi/daging ayam
Sebagai sumber protein hewani, pangan ini bermanfaat untuk mengganti sel yang rusak dan membangun otot.  Vitamin B dalam pangan ini juga bermanfaat dalam membantu metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi.  Zat besi yang terikat pada pigmen warna merah daging sangat bermanfaat untuk mempertahankan kadar Hemoglobin (Hb) darah.

3.    Susu
Susu merupakan sumber kalsium (juga fosfat) terbaik, dan bermanfaat untuk menguatkan tulang dan gigi. Sumber pangan untuk memenuhi asupan vitamin D memang terutama  berasal dari susu, saat anak terpapar sinar matahari. Konversi tersebut terjadi di bawah kulit. Untuk itu, anak yang aktif bergerak di luar ruangan akan mendapatkan vitamin D yang cukup untuk meningkatkan kekuatan tulangnya.

4.    Ikan
Ikan merupakan pangan sumber protein hewani, asam lemak esensial (omega-3) yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kognitif (kecerdasan) dan berbagai mineral mikro (selenium, magnesium, mangan, dan lainnya).  Ikan merupakan sumber mineral mikro yang terbaik yang bermanfaat untuk mengatur metabolisme zat gizi dalam sel.

5.    Kedelai (Tahu, Tempe, Susu Kedelai)
Kedelai mengandung protein, selain itu juga zat non-gizi yang bermanfaat sebagai zat pengatur di dalam tubuh, yaitu isoflavon. Isoflavon kedelai merupakan fitoestrogen yang mampu meningkatkan kekuatan tulang.

6.    Kacang-Kacangan (Kacang Hijau, Kacang Merah)
Selain sumber protein nabati, juga merupakan sumber lemak nabati yang mengandung asam lemak esensial (omega-6).  Kandungan vitamin E dari kacang-kacangan sangat bermanfaat sebagai antioksidan dalam tubuh agar terhindar dari proses penuaan dini.

7.    Sayuran: Bayam, Wortel, Brokoli
Vitamin A dan C dari sayuran berfungsi untuk menjaga kesehatan mata dan vitamin C berperan sebagai antioksidan yang menjaga kesehatan sel dari oksidasi. Serat pangan dalam sayuran bermanfaat untuk kesehatan pencernaan sehingga sikecil bias BAB secara rutin setiap hari.

8.    Buah: Pisang, Apel, Jambu Biji, Jeruk
Pisang sangat disarankan untuk dikonsumsi setiap hari, karena menyediakan karbohidrat yang mudah dicerna dan dapat menjadi sumber energi yang baik. Konsumsi apel, jambu biji, atau jeruk secara rutin sangat dianjurkan.

9.    Air
Air wajib dikonsumsi sebanyak 6-8 gelas per hari. Anak yang aktif harus selalu diingatkan untuk minum air yang cukup agar tetap bugar dan tidak terkena dehidrasi karena aktivitas yang tinggi.

Strategi memberi makanan sehat pada si kecil

– Kelihatannya, si kecil (1 tahun) akan gemuk seperti kakaknya. Bisakah dicegah sejak dini?

– Berbeda dengan orang dewasa, anak memerlukan nutrisi dan kalori tambahan sebagai ‘bahan bakar’ untuk tumbuh kembang. Meski begitu, tetap saja kalori yang masuk dan kalori yang keluar harus seimbang. Inilah tipnya agar berat anak selalu terjaga:

– Latih kepekaan rasa mereka. Kalau anak dibiasakan makan yang sehat-sehat, pola ini akan terbawa sampai nanti. Makanya, mulailah membentuk kebiasaan ini sejak dini.

– Hanya sajikan makanan yang sehat. Misalnya, perbanyak sayur dan buah, batasi asupan gula (coret minuman yang diberi pemanis buatan dalam daftar belanja!), olahlah makanan secara sehat (lebih banyak yang dipanggang atau direbus ketimbang digoreng), dan sebagainya.

– Lupakan aturan ‘habiskan makananmu’. Anak harus belajar berhenti makan begitu kenyang. Jika ia harus selalu menghabiskan apapun (padahal perutnya sudah tidak muat lagi), Anda bakal kerepotan untuk menyuruhnya berhenti makan nantinya! Catatan: Tak perlu menyediakan makanan yang berlebihan. Kalau masih lapar, si kecil pasti minta lagi kok.

– Siasati acara makan bersama. Penelitian membuktikan, keluarga yang selalu makan bersama, minimal 1 kali sehari, akan mengonsumsi makanan yang lebih bergizi dibandingkan me-reka yang tidak melakukannya. Yang penting, jangan hidangkan semua makanan di atas meja, melainkan taruhlah makanan (yang lengkap dan sesuai kebutuhan) di piring masing-masing. Juga, aturlah agar acara makan ini berlangsung paling lama sekitar 30 menit.

Anak saya menolak makan berbagai makanan sehat. Bagaimana cara memotivasinya?

Inilah masalah yang paling umum (dan bikin pusing) para orangtua. Bisa kok disiasati. Caranya sebagai berikut:

– Pamerkan kebiasaan sehat Anda. Anak adalah peniru ulung. Makanya, Anda (plus suami) harus kompak dan membuat si kecil selalu melihat Anda berdua menikmati makanan yang baru dan sehat. Catatan: Jika Anda tak suka makanan tertentu (padahal itu baik untuk anak), berpura-puralah menikmatinya. Selera Anda bisa berkembang lho. Bisa-bisa Anda malah jadi penggemar berat makanan tersebut kelak.

– Buatlah makanan sehat sebagai satu-satunya pilihan. Kosongkan kulkas dan lemari dari makanan yang tidak sehat, serta hanya siapkan makanan bergizi seimbang pada waktu makan bayi. Begitu lapar, mau tidak mau anak akan makan makanan yang disediakan.

– Perkenalkan makanan baru setiap minggu. Jika awalnya anak tidak mau menyentuh makanan, cobalah lagi, lagi, dan lagi. Bila perlu, sajikan makanan tersebut sampai 10 kali sebelum si kecil tergerak untuk mencicipinya. Penelitian  membuktikan, anak akan menerima makanan yang semula ditolaknya, setelah terekspos makanan tersebut sampai 10-15 kali. Jadi, jangan memaksa dan jangan cepat-cepat menyerah ya!

– Biarkan anak memilih. Berikan daftar makanan yang terbaik bagi anak, lalu biarkan ia memilih 2-3 jenis makanan yang paling disukainya. Anak pasti akan menghabiskan makanan yang dipilihnya sendiri.

– Tambahkan saja sesuatu. Beberapa sayur (misalnya brokoli atau bayam) mengandung suatu zat, sehingga terasa pahit. Untuk menetralisir rasa pahit tersebut, tambahkan garam, gula, lelehan keju di atasnya, dan sebagainya.

Si 3 tahun saya selalu buru-buru menelan makanannya. Apa jalan keluarnya?

Ini memang sering terjadi pada anak. Namun, anak harus belajar makan secara perlahan-lahan dan tidak sekaligus. Kalau tidak, bisa-bisa ia tidak dapat mengerem makannya. Perut memerlukan waktu untuk memberitahu otak kalau ‘kapling’ yang ada sudah penuh. Makanya, Anda harus benar-benar mengatur porsi makanan si kecil. Ini triknya:

– Potonglah makanan dalam ukuran kecil. Juga, berikan garpu khusus anak-anak. Cara ini akan membuatnya terbiasa mengunyah makanan yang lebih kecil.

– Ajaklah ngobrol. Ketika makan bersama, tanyakan ber- bagai hal pada anak. Misalnya, aktivitasnya pada hari itu, apa yang dilakukan babysitter, dan sebagainya. Dengan menjawab pertanyaan Anda, mau tidak mau ia akan memperlambat tempo makannya. Katakan pula, bahwa ia harus makan perlahan-lahan, sebab ini adalah bagian dari pelajaran sopan santun.

– Jadikan ajang permainan. Misalnya, ajak anak berlomba mengunyah. Ia harus menghunyah nasi sampai 10 kali dan lain-lain. Selain seru, tantangan seperti ini akan membuatnya tidak terburu-buru mengunyah makanan.

Mengapa minum air penting bagi anak?

Anak harus banyak-banyak minum agar bisa melakukan ber-bagai aktivitas sehari-hari. Apalagi, jika udara sedang panas-panasnya.

– Minum air is a must. Anak yang masih kecil gampang sekali dehidrasi alias kekurangan cairan tubuh, sebab ia terlalu ‘sibuk’ beraktivitas (bermain). Saking asyiknya, ia sering lupa atau malas minum. Begitu sadar, ternyata sudah terlambat. Ia sudah keburu dehidrasi. Makanya, ajarkan anak untuk sering-sering minum. Catatan: Kekurangan cairan bisa membuat si kecil kelelahan atau pusing.

– Pilih-pilih air minum. Air memainkan peran vital dalam tubuh. Di antaranya adalah membantu tubuh menjalankan fungsinya dengan baik. Makanya, air putih harus selalu jadi pilihan utama ketika si kecil haus.

– Siapkan alternatif lain. Kekurangan cairan dalam tubuh si kecil bisa pula diatasi dengan memberinya buah yang banyak mengandung air (misalnya semangka), sup, dan sebagainya. Catatan: Batasi konsumsi minuman manis yang berlebihan, sebab ini merupakan penyebab utama kegemukan pada anak.

– Hindari pula memberinya minuman bersoda yang mengandung kafein, karena kafein akan membuat anak sering-sering pipis dan kehilangan cairan tubuh (padahal ia perlu cairan untuk tubuhnya).

– Letakkan air di tempat yang terjangkau.

Makanan Sehat untuk si Atlet Cilik

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com