Latih Anak Untuk Tidur Sendiri

Latih Anak Untuk Tidur Sendiri

sleeping-kid

Inilah saat tepat bagi anak pindah ke kamarnya sendiri. Perlu taktik jitu agar perpindahan ini lancar.

Sinta berencana mulai membiasakan Lanang tidur di kamarnya sendiri. Berhubung boks Lanang, yang ada di kamarnya, semakin sempit, karena Lanang semakin besar. Sinta merasa sudah waktunya Lanang tidur sendiri. Sertakan pendapatnya. Usia dua tahun merupakan saat tepat melatih kemandirian anak dengan tidur sendiri. Kepindahan dari boks ke tempat tidur biasa dapat menjadi alasan anak pindah tidur ke kamarnya sendiri. Katakan pada anak bahwa ia mulai besar dan boksnya tak cukup lagi baginya, sehingga ia perlu pindah ke tempat tidur yang lebih besar dan lebih nyaman di kamarnya sendiri.

Untuk mempermudah proses perpindahan, ajak si dua tahun memilih tempat tidurnya sendiri. Carilah tempat tidur dengan pagar yang dapat dilepas untuk menghindari anak terjatuh saat tidur. Setelah itu, ajaklah anak mencari seprai yang disenangi dan biarkan ia memilih pernak-pernik tempat tidurnya. Jika perlu, carilah teman berupa boneka untuk menemaninya tidur. Ajak si dua tahun menyiapkan tempat tidur dan mengaturnya sesuai seleranya. Perlu pengkondisian. Untuk memindahkan anak, Anda perlu melakukan suatu proses pengkondisian yang cukup lama. Selain itu, buatlah peraturan baru yang harus dilakukan dengan konsisten.

Misalnya, anak hanya boleh tidur bersama orang tuanya satu kali setiap minggu, yaitu di akhir minggu. Pertama-tama Anda memang perlu menemani anak hingga ia tertidur. Tak ada salahnya jika Anda menyiapkan tempat tidur cukup besar untuk Anda tiduri berdua sampai ia tertidur. Sambil menunggu anak tidur, Anda dapat mengisahkan cerita-cerita menarik. Terkadang anak terbangun di tengah malam dan mencari Anda. Jangan menutup pintu kamarnya, sehingga Anda dapat cepat merespons panggilan atau tangisannya. Jika ini terjadi, ajak anak tidur dengan menemaninya kembali. Lakukan ini berulang kali hingga anak merasa cukup nyaman dan aman dengan tempat tidur dan kamarnya yang baru. Anda perlu bersabar melakukan pengkondisian ini. Yang penting, cobalah mengikuti peraturan yang Anda buat bersama dengan konsisten.

Berikut adalah beberap tips yang bisa dilakukan oleh para orang tua, agar anak bisa tidur di kamarnya sendiri :

  1. Cari tahulah alasan kenapa anak anda ingin tidur di tempat anda. Ada banyak alasan mengapa mereka bersikap demikian dan untuk mencari tahu tentang hal ini bisa menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Anda bisa melakukannya dengan mulai mencari tahu tentang hal-hal yang lebih bersifat umum: Apakah mereka takut dengan hal-hal yang mungkin muncul saat malam tiba? Apakah mereka iri dengan anak yang saudara yang lebih kecil dan ini adalah satu cara untuk mendapatkan perhatian lebih? Apakah suara-suara yang muncul mengganggu tidur mereka? Apakah kamar mereka terlalu gelap dan mereka butuh cahaya lebih saat malam tiba? Apakah tempat tidur dan perlengkapan lainnya sudah sesuai dengan minat anak? Jika anda sudah mengetahui penyebabnya, segera tindak lanjuti dan cari solusi agar hal tersebut tidak menjadi penghalang anak untuk tidur di karmarnya sendiri.
  2. Lakukan ritual sebelum tidur. Beberapa anak butuh ditenangkan secara perlahan sebelum mengajak mereka ke kamar mereka. Kadang anak anda masih akan muncul di kamar anda setelah anda melakukan ritual tertentu tersebut. Sebagai contoh, mengapa anda tidak mengajak mereka mandi dan membacakan cerita atau menyanyikan sebuah lagu sebelum tidur? Usaha ini bisa membuat mereka menjadi tahu bahwa waktu tidur telah tiba dan pikiran mereka telah dikondisikan untuk hal tersebut.
  3. Berikan anak anda beberapa “perlindungan” untuk membantu mereka melewati malam. Beberapa anak bisa bersikap baik ketika mereka tahu ada perlindungan yang bisa diandalkan. Sebagi contoh anda bisa menggunakan beberapa boneka besar yang bisa digunakan sebagai teman mereka saat tidur. Cara lain yang baik adalah dengan membuat mereka merasa aman dan terlindungi menggunakan boneka-boneka binatang yang besar untuk mengganti keberadaan anggota keluarga yang lain. Dengan kata lain, anak-anak anda bisa tidur dengan boneka atau mainan yang lain sebagai pengganti rasa nyaman yang mereka dapatkan ketika tidur dengan sang ibu.
  4. Tambahkan cahaya ke kamar mereka. Hal ini bisa digunakan untuk melawan terror malam yang mereka alami. Bagi beberapa anak, kegelapan bisa membuat ruangan yang familier menjadi tempat yang sangat menyeramkan. Dan dengan adanya cahaya di kamar bisa membuat kamar menjadi lebih nyaman kembali bagi mereka.
  5. Bersabarlah. Usaha anda mungkin tidak akan berhasil pada malam pertama. Untuk membuat anak anda tertidur di kamar mereka sendiri mungkin tidak mudah dari yang anda bayangkan.  Teruslah lakukan usaha-usaha yang telah di coba sebelumnya, jangan pernah berhenti sebelum anak anda betul-betul tertidur di kamarnya sendiri dengan nyaman.

Bila sekarang Anda tengah berencana untuk melatih bayi tidur di kamarnya sendiri, waktu yang disarankan adalah saat akhir pekan. Tujuannya agar kedua orangtua, ayah dan ibu, sama-sama memiliki banyak waktu untuk saling membantu mengajarkan anak belajar mandiri semenjak usia dini.

“Pastikan sebelum jam tidurnya, bayi sudah berada di atas kasur. Cara ini membuat mereka mudah beradaptasi dan mengenali sekelilingnya sebelum mereka tertidur,” saran Broke.

Aturan 15 menit sebelum bayi tertidur

Sukses mengatur pola dan jam tidur bayi bergantung pada komitmen ibu. Lalu, bagaimana cara mengetahui kapan bayi lelah dan mengantuk, ini ciri-cirinya:

  • Menangis keras.
  • Memukul–mukul lengannya.
  • Bayi menjadi gelisah, menarik–narik botol susu atau puting payudara ibu.
  • Bayi menggosok mata.
  • Bayi menarik–narik telinganya.
  • Menguap sambil mendesah dan bersuara pada saat menguap.
  • Menaruh kepalanya pada bahu Anda.

Waktu paling tepat untuk meletakkan bayi di atas kasurnya adalah 15 menit sebelum mereka tertidur. Maka dari itu, ketika bayi memperlihatkan beberapa ciri-ciri tersebut di atas, segera letakkan di kasur. Lalu, dampingi rasa kantuk bayi dengan senandung tidur yang Anda nyanyikan dengan perlahan.

Atur suasana tidur yang nyaman

Rancanglah suasana kamar bayi dengan dekorasi yang menenangkan dan nyaman. Hindari menyemprotkan pewangi ruangan secara berlebihan, atau jangan gunakan sama sekali. Atur penerangan lampu dalam kondisi temaram agar bayi cepat mengantuk.

Tinggalkan bayi dalam kamarnya

Bayi yang baru belajar untuk tidur di kasur mereka sendiri akan mengalami proses adaptasi yang menyebabkan mereka cepat terbangun dan menangis. Maka dari itu, usahakan untuk memasang portable baby monitor di kamar bayi, yakni alat yang membantu ibu memonitor bayi yang berada di luar ruangan. Dengan demikian, Anda bisa beraktivitas mengerjakan pekerjaan rumah tangga, sembari mengawasi si kecil lewat baby monitor di dekat Anda.

Saat meletakkan bayi, umumnya mereka pasti akan menangis. Tunggulah selama 10 menit, jangan terburu-buru untuk menggendongnya kembali. Tenangkan bayi tanpa perlu mengangkatnya. Bisa dengan mengusap-usap kepalanya sembari bernyanyi “Nina Bobo”,atau mengayunkan tempat tidurnya secara perlahan. Sebab, seusai menangis, bayi secara alamiah akan tertidur, ada atau tanpa kehadiran ibu di dekatnya.

Latih Anak Untuk Tidur Sendiri

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com