Lanjutkan Menyusui Hingga 2 Tahun

Lanjutkan Menyusui Hingga 2 Tahun

Health_Breastfeeding_031814

Tantangan menyusui anak usia 1 tahun atau lebih: 

Menyusu berjam-jam. Pada usia 1 tahun atau lebih, ASI hanya memenuhi kalori 30% dari kebutuhan energi total anak. Sebagian kebutuhannya dipenuhi dari makanan padatnya. Menyusu berjam-jam, biasanya terjadi pada malam hari – sebetulnya ia tidak menyusu untuk mendapat ASI tapi lebih karena ingin ngempeng atau mentil. Dengan menyusu dan menempel payudara ibu, anak akan merasa lebih nyaman.

Atasi dengan:

  • Beri pelukan dan ciuman sebelum disusui, agar anak merasa tenang.
  • Pilih posisi yang nyaman.  Jika posisi tiduran, sediakan bantal atau guling untuk menyangga punggung yang miring sehingga membantu menopang punggung.
  • Lakukan bed time ritual, seperti mencuci kaki dan tangan, ganti baju piama, baca buku, dongeng, doa bersama dan akhiri dengan musik lembut pengantar tidur. Sehingga ia akan merasa lebih nyaman untuk pergi tidur tanpa harus menyusu berjam-jam.

 

Banyak gaya. Beragam posisi menyusu si 1 tahun mulai dari menungging, tengkurap hingga berdiri. Sebetulnya tidak semua anak melakukan banyak gaya seperti ini ketika menyusu. Atasi dengan: Biarkan saja ia bergaya. Ia sedang belajar eksplorasi diri dan kemampuannya. Namun jika Bunda merasa tidak nyaman karena payudara jadi sakit atau sedang menyusui ditempat umum, ajak anak bicara perlahan-lahan.

Menggigit! Usia 1 tahun, gigi susu anak sudah mulai tumbuh lebih banyak . Tidak jarang anak dengan sengaja atau tidak sengaja menggigit puting. Atasi dengan: Ibu harus tahu kapan anak sudah puas dan sudah selesai menyusu. Segera sudahi kegiatan menyusui, jangan berikan waktu padanya untuk bermain-main yang bisa membuat anak menggigit puting.

Badannya makin berat. Makin bertambah usia, berat badannyapun bertambah. Berat badan ideal untuk anak usia 1 tahun mencapai 10 hingga 12 kilogram. Atasi dengan: Cari posisi menyusui paling nyaman untuk menopang berat badannya. Atau pilih posisi menyusui dengan tiduran sehingga Anda tidak perlu menahan berat badannya.

Tarik sana tarik sini. Biasanya karena ia sudah kenyang, bisa saja konsentrasi menyusu terpecah dan memilih bermain-main. Saat inilah biasanya ia akan menarik-narik puting ke sana kemari sehingga membuat puting sakit. Atasi dengan: Beri pengertian pelan-pelan atau beri mainan lain untuk mengalihkan perhatiaannya. Selain itu jangan berikan ia waktu untuk bermain dengan puting. Segera sudahi jika ia terlihat sudah selesai menyusu.

Mau kapan saja. Tiba-tiba anak teriak minta nenen sambil meremas payudara atau berusaha membuka kancing baju. Menyusui memang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tapi lain halnya jika saat sedang di tempat umum. Balita belum bisa melihat situasi. Sama halnya dengan  berteriak minta makan, anak bisa melakukannya setiap  saat dimanapun. Atasi dengan:

  • Sebelum mengajaknya pergi ajak anak bicara terlebih dahulu agar ia tidak berteriak saat meminta ASI.
  • Jika kondisi tidak memungkinkan untuk menyusui, misalnya bukan di ruang menyusui atau saat sedang mangantri di kasir, tundalah menyusui dengan memberinya pengertian.
  • Bila anak tak sabar untuk disusui,  segera pergi ke ruang menyusui atau gunakan apron menyusui sehingga Anda tetap nyaman menyusui.

 

Efek Menyusui Lebih dari 2 Tahun bagi Anak

Apa efek menyusui lebih dari 2 tahun? Pertanyaan ini mungkin sering dilontarkan oleh para ibu yang menyusui hingga anaknya berusia di atas 2 tahun. Kasus ini memang sering terjadi pada anak yang sulit disapih. Setelah dengan berbagai macam cara menyapih anak namun tidak berhasil, kadang ibu menyerah. Ia menyusui anaknya hingga lebih dari 2 tahun. Sebenarnya adakah dampak bagi anak yang disusui lebih dari 2 tahun?

Menyusui anak memang dianjurkan dilakukan pada setiap ibu. Ibu yang telah melahirkan  selalu dianjurkan untuk menyusui bayinya secara eksklusif selama 6 bulan, dan melanjutkan program menyusui hingga usia anak 2 tahun. Anjuran hingga 2 tahun ini sering diartikan sebagai batas maksimal anak untuk menyusui. Padahal, menurut para ahli, jika anak usia 2 tahun masih ingin menyusui sang ibu sebaiknya memang memberikannya hingga anak mau berhenti sendiri.

Efek Menyusui Lebih dari 2 Tahun bagi Anak

Anak memang sebaiknya tidak dipaksa untuk berhenti menyusu. Banyak orang tua yang memaksa anak untuk berhenti menyusu dengan berbagai macam cara bahkan hingga menakut-nakuti anak agar berhenti menyusu. Padahal, hal ini akan membuat anak menjadi seorang yang penakut. Anak akan berhenti dengan sendirinya jika ia sudah merasa siap berhenti menyusu.

Di masyarakat ada anggapan bahwa efek menyusui lebih dari 2 tahun akan menjadi anak yang nakal dan bodoh. Padahal, hal ini tidak ada kaitannya sama sekali. Malah, dengan anak menyusu ini akan semakin mendekatkan anak dengan ibu. Masalah karakter anak tentu berkaitan dengan pola asuh dan pengajaran pada anak, tidak berkaitan dengan menyusu.

Penyapihan anak memang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi ibu dan anak. Untuk penyapihan, ibu bisa memberikan pengertian pada anak bahwa ia tidak bisa terus menerus menyusu. Jika ia sudah cukup besar, ia harus sudah berhenti menyusu. Tapi ingat, penyapihan sebaiknya tidak dilakukan dengan pemaksaan atau dengan menakut-nakuti karena akna memberikan trauma tersendiri pada anak.

Penyapihan bisa dilakukan dengan pengurangan intensitas menyusu secara teratur. Jika awalnya anak menyusu enam kali, Anda bisa menguranginya menjadi 5 kali, lalu 4 kali, begitu seterusnya hingga anak benar-benar bisa lepas ASI. Setelah penyapihan, ibu harus benar-benar memperhatikan asupan gizi anak. Bari anak makanan yang sehat dna bergizi serta susu sapi segar minimal 2 kali sehari. Hindari susu yang mengandung gula karena kurang baik bagi anak.

 Lanjutkan Menyusui Hingga 2 Tahun

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com