Kenapa Balita Bisa Anemia

Kenapa Balita Bisa Anemia

photolibrary_rf_photo_of_portrait_of_baby

Selain pada perempuan, anemia atau kurang darah sering dijumpai pada anak-anak. Berbagai gangguan kesehatan mulai dari infeksi cacing hingga kelainan genetika membuat anak-anak rentan penyakit kurang darah.

“Yang banyak terjadi pada anak-anak, anemianya paling banyak karena cacing, kurang gizi, dan thalassemia” Untuk thalassemia ditransfusi, pemenuhan nutrisi, dan juga kalau cacingan dikeluarkan cacingnya dengan minum obat cacing. Pada anak-anak, anemia atau kurang darah bisa mempenaruhi prestasi belajar. kurangnya aluiran darah menyebabkan suplai oksigen ke otak juga berkurang sehingga anak lebih susah konsentrasi saat belajar.

Bukan itu saja, kurang darah pada anak juga mempengaruhi tumbuh kembang. Dalam melakukan aktiitas fisik, kebugaran anak juga terpengaruh sehingga sering menyebabkan anak mudah pingsan saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya.

Lantas bagaimana mengatasinya?

kurang darah pada anak harus diatasi berdasarkan penyebabnya. Boleh-boleh saja memberikan suplemen zat besi, namun upaya ini tidak akan banyak berguna bila penyebab sesungguhnya tidak diatasi terlebih dahulu.

“Boleh saja diberi vitamin atau suplemen penambah zat besi tetapi harus tetap dicari tau penyebabnya. Kalau dikasi vitamin atau suplemen tapi penyebabnya misal cacing tidak dibuang ya sama saja,

Anemia adalah…
Anemia terjadi karena tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah dan hemoglobin, sehingga oksigen yang masuk tidak bisa menyebar ke seluruh jaringan tubuh. Biasanya hal ini dikarenakan kurangnya  asupan zat besi dan vitamin B 12.

Sayangmya, data riskesdas 2007 juga mencatat bahwa 40% anak Indonesia usia 1 – 14 tahun mengalami defisiensi zat besi. Padahal, berdasarkan hasil studi Lozoff dan Walter, anak yang menderita anemia gizi besi memiliki skor perkembangan yang lebih rendah dari anak yang tidak lho.

Cermat melihat gejala
Anak dengan anemia biasanya akan terlihat pucat. Ini dikarenakan sedikitnya aliran darah yang mengalir ke seluruh bagian tubuh. Selain itu, karena jantung harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan darah, anak mungkin akan merasa jantungnya berdebar kencang. Bila sudah parah, si kecil mungkin akan terlihat lemas, mudah sekali lelah, sulit konsentrasi, dan sulit bernapas khususnya setelah berolahraga.

Bisa dicegah
Cukupi asupan zat besi si kecil. Berikan ia makanan dengan kandungan zat besi dan seng (yang baik untuk proses metabolismenya), seperti daging, biji-bijian, dan sayuran hijau. Si kecil juga memerlukan asupan vitamin B12 yang terdapat pada daging, telur, dan dairy product. 

Tak perlu cemas, Ma. Anak mungkin akan tidak terlihat seaktif anak lainnya karena anemia. Anda juga perlu mengawasinya agar ia tidak melakukan terlalu banyak aktivitas yang berisiko membuatnya cedera / berdarah. Namun, bila tubuh anak mulai memiliki cukup sel darah merah dari asupan makanannya, ia pasti akan memiliki energi untuk bermain bersama teman-temannya lagi.

Untuk Mengatasi Anemia Pada Anak perlu dilakukan beberapa tahap.

Gejala Anemia

Jika anak Anda memiliki anemia, dia akan tampak pucat. Gejala umum lainnya dapat mudah marah, kelelahan, pusing, pusing dan konsentrasi menurun. Pada bayi dan anak-anak prasekolah, anemia karena kekurangan zat besi dapat mengakibatkan keterlambatan perkembangan dan masalah perilaku seperti penurunan aktivitas dan masalah dengan interaksi sosial dan perhatian terhadap tugas-tugas.

Diagnosa Anemia

Anemia dapat didiagnosis dengan Hitung Darah Lengkap (CBC). Tes diagnostik lain seperti serum Besi dan Feritin dapat membantu untuk menentukan apakah anemia akibat kekurangan zat besi. Evaluasi yang dilakukan oleh dokter anak Anda untuk mengetahui penyebab dan pengobatan lengkap adalah penting.

Pengobatan Anemia

Jika seorang anak memiliki anemia kekurangan zat besi, suplemen zat besi yang diresepkan harus diambil selama 3 bulan untuk membangun kembali tubuh dari kekurangan zat besi. Menambahkan makanan kaya zat besi tertentu untuk menu makanan anak Anda sangat Penting dalam Mengatasi Anemia Pada Anak.

Pada remaja putri periode menstruasi berat atau tidak teratur harus ditangani untuk mengatur pendarahan. Asam folat dan suplemen vitamin B12 mungkin diresepkan oleh dokter untuk Mengatasi Anemia Pada Anak.

Pencegahan Anemia

Untuk 6 bulan pertama pada bayi, ia memiliki pasokan zat besi yang dibangun selama kehamilan, tapi setelah 6 bulan ASI saja atau susu sapi (yang mengandung zat besi kurang dari susu formula yang diperkaya), mereka tidak memberikan zat besi yang memadai.

Baca: Kapan Makanan Bayi Bisa Diberikan

Susu sapi tidak dianjurkan untuk anak-anak sampai mereka berusia 1 tahun. Selain itu, mereka tidak boleh minum lebih dari 24-32 ons (709-946 ml) susu setiap hari termasuk ASI. Jika anak Anda tidak bisa mendapatkan makan lebih banyak makanan kaya zat besi, bisa dengan memberikan suplementasi zat besi. Diperkaya zat besi sereal dan susu formula yang dapat memastikan cukup zat besi selama transisi dari ASI atau susu formula ke makanan padat.

Pastikan bahwa anak Anda secara teratur mendapat makanan yang mengandung zat besi seperti biji-bijian yang diperkaya zat besi dan sereal, daging merah, kuning telur, sayuran berdaun hijau, sayuran berwarna kuning dan buah-buahan, tomat, molasses, dan kismis guna Mengatasi Anemia Pada Anak.

Seorang vegetarian perlu melakukan upaya ekstra untuk memastikan sumber zat besi yang cukup karena zat besi ditemukan dalam daging, unggas, dan ikan yang lebih mudah diserap dibandingkan zat besi pada makanan nabati.

Juga minum kopi atau teh (termasuk es teh) dengan makan secara signifikan dapat menurunkan jumlah zat besi yang diserap. Di sisi lain, vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi sehingga vitamin C makanan kaya seperti Jeruk dan buah jeruk harus dimasukkan dalam diet.

 Kenapa Balita Bisa Anemia

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com