Imlek Datang, Apa Saja Yang Harus Disiapkan?

Imlek Datang, Apa Saja Yang Harus Disiapkan?

10577578-lg

Membersihkan Rumah

Sebelum Tahun Baru Cina, mereka yang merayakannya wajib membersihkan dan beres-beres rumah. Kegiatan ini dipercaya bisa menyingkirkan nasib buruk dan menyiapkan rumah untuk menerima keberuntungan di tahun yang baru. Justru, saat tahun baru tiba, mereka dilarang membersihkan rumah, khususnya menyapu, karena dianggap bisa mengusir rejeki yang datang ke rumah. Namun, sehari setelah Imlek, mereka sudah bisa membersihkan rumahnya seperti biasa.

Mendekorasi Rumah

Untuk menyambut Imlek, nggak sedikit orang yang melakukan persiapan dengan mendekorasi rumahnya. Biasanya mereka mengecat ulang pintu dan jendela dengan warna merah, yaitu warna keberuntungan, dan mendekorasi rumah dengan menempelkan berbagai tulisan baik, seperti kata “fu” atau keberuntungan dan “fu dao” yang artinya keberuntungan telah tiba. Menurut ahli feng shui, mendekor ulang ruang tamu menjelang Imlek juga bagus untuk kelanggengan hubungan keluarga dan suami-istri di tahun yang baru.

Membeli Pakaian Baru

Saat merayakan Tahun Baru Cina, mereka yang merayakannya diwajibkan memakai pakaian baru berwarna merah, atau berwarna terang setidaknya. Pakaian baru melambangkan sikap baru yang optimis menyambut tahun depan dan membuang kesialan di tahun sebelumnya. Sedangkan warna merah berarti lambang kebahagiaan, rejeki, dan kemakmuran. Saat Imlek, dilarang menggunakan pakaian berwarna hitam karena dianggap sebagai tanda kematian.

Melunasi Utang

Beberapa hari sebelum Imlek berlangsung, dianjurkan melunasi utang yang dimiliki. Jika belum mampu melunasi, paling tidak bayar semampunya. Ini dimaksudkan agar di Tahun Baru nanti, kita nggak dibebani hutang dengan jumlah besar. Hal yang sama juga dilakukan bagi yang memberikan utang, wajib menagihnya sebelum Imlek. Jadi, sebelum tahun baru “pembukuan” utang-piutang ditutup, dan setelah tahun baru bisa membuat “pembukuan” yang baru.

Memajang Mei Hwa

Menjelang Imlek, pasti kamu sering melihat dekorasi bunga khas Imlek berwatrna merah. Dalam bahasan Mandarin, bunga ini disebut dengan Mei Hwa. Sebagai pertanda memasuki tahun yang baru, Mei Hwa wajib dipajang di rumah dan biasanya ditambahi dengan hiasan angpao atau lampion kecil. Mei Hwa “dipilih” menjadi Bungan ikon Imlek karena melambangkan harapan, keuletan, kebahagiaan, dan kesejahteraan.

Menyiapkan Kue-Kue Manis

Imlek identik dengan kue-kue manis. Hal ini dikarenakan sebagai pengharapan tahun mendatang jalan hidup menjadi lebih manis daripada tahun-tahun sebelumnya. Salah satu kue manis yang selalu ada saat Tahun Baru Cina adalah kue keranjang atau dalam bahasa Mandarin disebut dengan nian gao. Nian memiliki arti tahun, sedangkan gao adalah kue atau tinggi. Itulah mengapa kue keranjang selalu disusun tinggi atau bertingkat. Makin tinggi tingkatan kue keranjang yang disusun, melambangkan peningkatan dalam rezeki dan kemakmuran di tahun mendatang.

Menyediakan Jeruk

Jeruk yang disediakan saat Imlek biasanya jeruk berukuran kecil yang berasal dari Cina atau bisa jenis jeruk apa saja. Dalam bahasa Mandari, jeruk disebut dengan “ji” yang juga memiliki arti selamat. Buah yang dipilih nggak boleh sembarangan, tapi harus yang masih memiliki daun di tangkai buahnya, yang memiliki arti selamatnya akan terus tumbuh dan berlangsung sepanjang tahun. Jeruk berwarna kuning, yang sama dengan warna emas, juga melambangkan kemakmuran.

Menyalakan Petasan

Kegiatan satu ini dilakukan bukan hanya untuk bersenang-senang, tapi ada makna yang bagus dibaliknya. Sejak zaman Cina Kuno, menyalakan petasan dipercaya bisa mengusir roh jahat yang bisa menganggu manusia. Selain itu, menyalakan petasan menjadi tanda waktu yang menyenangkan di tahun lalu dan menuju tahun baru yang diharapkan lebih membahagiakan.

Memberikan Angpao

Hal penting yang nggak boleh lupa dilakukan sebelum Imlek adalah menyiapkan angpao untuk anggota keluarga yang belum menikah. Dalam tradisi Cina, memberikan hadiah, atau dalam hal ini: angpao, merupakan simbol keberuntungan dan kemakmuran. Selain itu, memberikan angpao pada anak-anak bisa juga berarti meneruskan keberuntungan kepada generasi berikutnya. Perlu diingat, angpao yang diberikan harusnya berjumlah genap, misalnya Rp 20.000, Rp 40.000, dan seterusnya. Uang berjumlah ganjil biasanya diberikan saat melayat kematian.

Imlek dan Tradisinya

Mitologi Tahun Baru Imlek

Berdasarkan cerita rakyat dan legenda kuno, tahun baru China dirayakan ketika orang China berhasil melawan hewan mitos yang disebut sebagai Nian yang berarti tahun dalam bahasa China. Makhluk Nian selalu  muncul pada hari pertama Tahun Baru dan kedatangan Nian adalah memangsa hewan ternak, memakan hasil pertanian dan bahkan penduduk, terutama anak-anak.

Untuk selamat dari petaka Nian, masyarakat desa China akan menaruh sejumlah makanan di depan pintu mereka pada hari pertama tahun baru. Masyarakat percaya bahwa, jika Nian telah mengambil/memakan makanan yang telah disediakan oleh masyrakat, maka Nian tidak akan lagi menyerang orang/warga.Suatu ketika, seorang penduduk menyaksikan seekor  Nian ketakutan dan lari menghindar dari seorang anak yang berkostum merah. Dari kejadian itu, maka penduduk desa akhirnya tahu kekurangan Nian yakni takut pada warna merah.

Semenjak itu, setiap menjelang dan selama Tahun Baru, penduduk akan menggantung lentera merah serta memasang tirai/gordin merah pada pintu dan jendela. Selain itu, masyarakat juga menggunakan mercun untuk menakuti Nian. Sejak itulah, Nian tidak pernah lagi muncul di desa mereka.

Hari raya Imlek merupakan momen pertemuan seluruh anggota keluarga sekali dalam setahun. Anggota keluarga akan bersilahturahmi, saling berbagi dan memberikan pengalaman selama setahun. Perayaan ini menjadi sangat berarti tatkala setiap anggota keluarga dan tetangga saling menjalin kasih, saling mengayomi, dan memulai lembaran baru (dengan pakaian baru).

Sekitar masa tahun baru orang-orang memberi selamat satu sama lain dengan kalimat:

  • Aksara Tionghoa Sederhana: 恭喜发财 – Aksara Tionghoa Tradisional: 恭喜發財 = “selamat dan semoga banyak rejeki”, dibaca:
    • “Gōngxǐ fācái” (bahasa Mandarin)
    • “Kung hei fat choi” (bahasa Kantonis)
    • “Kiong hi huat cai” (bahasa Hokkien)
    • “Kiong hi fat choi” {bahasa Hakka)
  • “Xīnnián kuàilè” (新年快樂) = “Selamat Tahun Baru”

Ciri khas perayaan Imlek adalah ornamen-ornamen berwarna merah, kue keranjang, angpao, lentera, Tebu dan  barongsai,

 Berikut  tadisi  ,makna –dan sejarah  dari ornamen –ornamen tsb

Warna merah

Memiliki makna sejahtera, membawa berkah dan hoki/keberuntungan , dan  dipercaya  ditakuti oleh Nian dan dapat mengusir setan dan roh jahat.

Kue keranjang :

Terdapat kebiasaan saat tahun baru Imlek untuk terlebih dahulu menyantap kue keranjang sebelum menyantap nasi sebagai suatu pengharapan agar dapat selalu beruntung dalam pekerjaannya sepanjang tahun. Nien Kao atau Nian Gao, kata Nian sendiri berati tahun dan Gao berarti kue dan juga terdengar seperti kata tinggi, oleh sebab itu kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat. Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun itu, yang memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran. Pada zaman dahulu banyaknya atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah. Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok. Kue keranjang (dodol cina, yang mempunyai makna perekat kekeluargaan, persaudaraan, pertemanan),

Angpao

Angpao sendiri adalah dialek Hokkian, arti harfiahnya adalah bungkusan/amplop merah. Sebenarnya, tradisi memberikan angpao sendiri bukan hanya monopoli tahun baru Imlek, melainkan di dalam peristiwa apa saja yang melambangkan kegembiraan seperti pernikahan, ulang tahun, masuk rumah baru dan lain2, angpao juga akan ditemukan.

Angpao pada tahun baru Imlek mempunyai istilah khusus yaitu “Ya Sui”, yang artinya hadiah yang diberikan untuk anak-anak berkaitan dengan pertambahan umur/pergantian tahun. Di zaman dulu, hadiah ini biasanya berupa manisan, bonbon dan makanan. Untuk selanjutnya, karena perkembangan zaman, orang tua merasa lebih mudah memberikan uang dan membiarkan anak-anak memutuskan hadiah apa yang akan mereka beli.Menurut tradisi hanya orang yang sudah menikah saja yang boleh memberikan Angpao

Lentera/Lampion

Pada hari raya imlek biasa dipajang lampion-lampion di rumah-rumah atau perkarangan atau tempat umum misalnya di taman, kebun, jalan-jalan, lorong-lorong dan lain sebagainya.

Lampion merah dianggap sebagai simbol kebahagiaan, dan dipasang untuk event-event kegembiraan seperti Imlek

Lampion ini digambari dan dihiasi ornamen-ornamen macam-macam, dan huruf-huruf kaligrafi. Lampion ada yang terbuat dari kertas, kain, kulit binatang, dan dari bordiran-bordiran kain sutra dan lain-lain.

Tebu

Tebu merupakan tanaman yang melambangkan umur panjang. Semakin panjang dan banyak ruas yang ada pada tebu, maka semakin banyak hoki yang di bawanya. Dalam bahasa Mandarin, filosofi tersebut di kenal dengan sebutan ciek-ciek shiang-shiang. Artinya, setiap ruas yang ada pada tebu melambangkan tahapan hidup manusia.

Di lihat dari segi rasanya, tebu adalah salah satu tanaman yang banyak disukai mahluk hidup karena rasanya yang manis. Dari rasa tebu yang manis ini, keberadaan manusia di muka bumi ini hendaknya bisa mendatangkan manfaat bagi sesama mahluk hidup. Makna hidup yang terkandung dalam tebu ini sama persis dengan bambu. Bentuknya yang beruas-ruas serta panjang melambangkan panjang umur. Sementara warnanya yang hijau bermakna kemurahan rejeki.

Barongsai /Tarian Singa

Tarian Singa atau di Indonesia dikenal dengan nama barongsai memiliki sejarah ribuan tahun. Catatan pertama tentang tarian ini bisa ditelusuri pada masa Dinasti Chin sekitar abad ketiga sebelum masehi.

Konon ceritanya, ada beberapa versi sejarah Barongsai. Yang paling terkenal adalah versia Nian (monster). Pada masa Dinasti Qing, di satu wilayah di China ada monster yang mengganggu penduduk setempat hingga menimbulkan keresahan dan ketakutan. Saat itulah muncul singa (barongsai) untuk menghalau monster tersebut. Akhirnya, monster kalah dan lari ketakutan.

“Setelah itu singanya pergi. Tapi monster ini ternyata mau balas dendam dan masyarakat tidak tahu. Mereka bingung, ada di mana singa yang bisa mengalahkan monster itu. Akhirnya mereka buat kostum barongsai seperti yang ada sekarang, dan berhasil menyingkirkan monsternya,”

Hal inilah, yang mendasari mengapa barongsai selalu hadir dalam perayaan Imlek. “Maksudnya mengusir monster yang kita samakan dengan aura-aura yang buruk.”

Menurut kepercayaan orang China, singa juga  merupakan lambang kebahagiaan dan kesenangan. Tarian Singa dipercaya merupakan pertunjukan yang dapat membawa keberuntungan sehingga umumnya diadakan pada berbagai acara penting seperti pembukaan restoran, pendirian klenteng, dan tentu saja perayaan tahun baru.

Satu gerakan utama dari tarian Barongsai adalah gerakan singa memakan amplop berisi uang yang disebut dengan istilah ‘Lay See’. Di atas amplop tersebut biasanya ditempeli dengan sayuran selada air yang melambangkan hadiah bagi sang Singa. Proses memakan ‘Lay See’ ini berlangsung sekitar separuh bagian dari seluruh tarian Singa.

Tahun baru Imlek di Indonesia, secara bebas baru kembali diizinkan pada tahun 2000 setelah Pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden (Kepres ) No 6 tahun 2000 karena selama 1965-1998, perayaan tahun baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum, sesuai Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, termasuk seni budaya, tradisi sampai huruf China diarang. Setelah Kepres dicabut, Pemerintah menetapkan tahun 2003,Imlek menjadi hari libur nasional Maka tidak hanya saja bisa dirayakan secara leluasa, tapi juga berbagai kelengkapan penjualan kebutuhan Imlek mulai kelengkapan persembahyangan sampai ke aksesoris.

Penanggalan Kalender China

Pengaruh kemajuan kebudayaan Sungai Huang Ho (Kuning) dan Yang Tze di daratan China tempo dulu, memberi pengaruh besar terhadap aspek kehidupan bangsa-bangsa yang bertetangga dengan China. Negara-negara Korea, Jepang dan Vietnam mengadopsi sistem penanggalan China, kultur serta aksara negaranya.

Dalam 1 Tahun China terdiri dari 12 bulan atau 13 bulan jika Tahun Kabisat. Dalam 1 bulan terdiri 29 atau 30 hari. Sehingga dalam setahun terdiri dari 355 hari atau 385 hari (Tahun Kabisat). Secara sistem penanggalan Masehi (Gregorian), Tahun Baru China pasti  jatuh antara 21 Januari (paling awal) hingga 20 Februari (paling akhir) setiap tahunnya. Ini berarti hari raya biasanya jatuh pada bulan kedua setelah musim dingin.

Elemen Matahari pada Kalender China
Seperti sistem penanggalan Gregorian, Kalender China menggunakan referensi revolusi bumi terhadap matahari yakni 1 tahun terdiri dari 12 bulan atau 13 bulan jika tahun kabisat. Secara resmi, tahun China telah berusia 2560 tahun pada 2009 ini.

Elemen Bulan pada Kalender China
Seperti sistem penanggalan di India tempo dulu, Kalender China menggunakan referensi revolusi bulan terhadap bumi. Dalam 1 bulan China terdiri 29 atau 30 hari. Dimana tanggal 1 jatuh pada bulan mati (tilem) dan tanggal 15 jatuh pada bulan purnama. Elemen bulan ini sangat penting, karena mempengaruhi aspek psikologis manusia serta pengaruh alam (pasang-surut).
Orang China mempercayai bahwa tanggal 1 dan 15 lunar merupakan tanggal ‘sakral’ dimana pada saat itu, emosi manusia dan energi di bumi lagi naik/hangat. Nafsu, emosi, akan lebih mudah muncul pada bulan tilem dan purnama. Sehingga jika seseorang berlatih untuk berbuat dan berpikir baik, maka hal itu akan mendatangkan berkah. Fenomena yang serupa tapi tidak sama juga dapat dijumpai pada perilaku banyak hewan yang cenderung melakukan perkawinan pada periode tersebut (tanggal 28,29,30,1,2,3 dan 13,14,15,15,17 lunar).

Elemen Shio (Rasi Bintang) pada Kalender China
Prinsip keharmonisan manusia dan alam yang diajarkan oleh filsuf China ribuan tahun silam pun mengilhami sistem kalender China. Ilmu pengetahuan China di masa prasejarah telah mampu melihat gejala hubungan antara kejadian di galaksi (bintang-bintang) dengan kehidupan di bumi (butterfly effect). Oleh karena itu, ditemukan 12 masa yang memiliki periode khusus yang mempengaruhi kehidupan di bumi yang dikenal sebagai shio.
Berikut 12 shio yang dikenal masyarakat China (sering dijadikan ramalan) yakni:

  1. Tikus (鼠)  : 19 Feb1996, 7 Feb 2008
  2. Kerbau (牛) : 7 Feb1997, 26 Jan 2009
  3. Harimau (虎) : 28 Jan 1998, 14 Feb 2010
  4. Kelinci (兔) : 16 Feb 1999, 3 Feb 2011
  5. Naga (龍) : 5 Feb 2000, 23 Jan 2012
  6. Ular (蛇) : 24 Jan 2001, 10 Feb 2013
  7. Kuda (馬) : 12 Feb 2002, 31 Jan 2014
  8. Kambing (羊) : 1 Feb 2003, 19 Feb 2015
  9. Kera (猴) : 22 Jan 2004, 8 Feb 2016

10. Ayam (雞) : 9 Feb 2005, 28 Jan 2017

  1. Anjing (狗) : 29 Jan 2006, 16 February 2018
  2. Babi (豬) : 18 Feb 2007, 5 Feb 2019

Elemen Musim pada Kalender China
Kalender China bukan saja bermanfaat bagi sistem perhitungan upah atau gaji. Sistem kalender China juga bermanfaat oleh hampir semua pelaku usaha, baik nelayan, petani (saat tanam dan saat panen), ataupun penambang.
Dalam penanggalan China dikenal pembagian 24 musim, diantaranya adalah :
– Permulaan musim semi : hari pertama pada musim ini adalah hari pertama Perayaan Tahun Baru Imlek
– Musim hujan : hujan mulai turun.
– Musim serangga : Serangga mulai tampak setelah tidur panjangnya selama musim dingin.

Elemen Energi dan Karateristik Alam pada Kalender China
Sistem kalender China turut memperhitungkan dominansi unsur-unsur alam serta energi yin/yang. Masing-masing unsur-unsur memiliki periode 2 tahun yakni periode yin dan periode yang. Contohnya: tahun kayu yin, kayu yang, api yin, api yang, dst.
Kelima karateristik unsur polar yakni:

  1. kayu,
  2. api,
  3. tanah/bumi,
  4. logam dan
  5. air.

Tahun Baru Imlek dengan Contoh Shio dengan karateristik unsur/polar

Tahun Imlek ke-

Tahun Baru Imlek Shio dan Tahun
2559 / 2008 7 Februari 2008 Tikus unsur Tanah polar Yang
2560  / 2009 26 Januari 2009 Kerbau unsur Tanah polar Yin
2561 / 2010 14 Februari 2010 Harimau unsur Logam polar Yang
2562 / 2011 3 Februari 2011 Kelinci unsur Logam polar Yin
2563 / 2012 23 Januari 2012 Naga unsur Air polar Yang
2564 / 2013 10 Februari 2013

Ular unsur Air polar Yin

 

Koreksi Sistem Penanggalan
Untuk mengsinkronkan elemen matahari, bulan, dan musim, sistem penanggalan China memiliki autokoreksi yakni dengan munculnya Lun Gwe’ atau tahun kabisat ‘China’ yang terjadi antara 2 atau 3 tahun sekali (7 kali dalam 19 tahun). Berselang satu kali jiéqì (musim) tahun matahari Cina adalah setara dengan satu pemulaan matahari ke dalam tanda zodiak tropis. Matahari selalu melewati titik balik matahari musim dingin (masuk Capricorn) selama bulan 11.

Penentuan Umur

Setiap orang China umumnya menggunakan dua ‘jenis’ umur. Pertama (primer) adalah umur berdasarkan sistem kalender China sedangkan yang sekunder adalah sistem Gregorian (masehi). Menurut sistem penanggalan China, usia manusia dihitung sejak masa kehamilan. Sedangkan sistem Gregorian mulai menghitung usia sejak masa kelahiran. Sehingga umur seorang China menurut penanggalan China hampir selalu ‘umur Gregorian +1′. Contoh, seorang yang lahir di Mei 1990, maka usianya pada tahun Maret 2009 adalah 20 tahun (China) atau 19 tahun (Gregorian).

Filosopi sistem umur dan penanggalan China merupakan salah bentuk ilmu pengetahuan sekaligus etika pertama yang dihasilkan oleh para pemikir China lebih 4500 tahun yang lalu (2500 SM), dan dikembangkan secara komprehensif sekitar 3000 tahun yang lalu. Bayangkan saja, pada zaman itu, orang China berhasil menemukan penanggalan yang sangat komprehensif dengan memperhatikan unsur Matahari, Bulan, Musim, Tata Surya dan Bintang serta pola energi pada alam semesta.

Sedangkan secara filosofis umur, sistem umur China mengajarkan etika implisit yakni seorang janin yang telah dibuahi telah dinyatakan sebagai makhluk (usianya telah dihitung). Sehingga tindakan aborsi secara umum merupakan tindakan salah atau melanggar etika moral. Kecuali dalam kondisi atau keadaan sang Ibu yang tidak memungkinkan seperti membahayakan keselamatan sang Ibu. Jadi, jika seorang bayi pertama kali keluar dari rahim Ibu, perhitungan umurnya dihitung 10 bulan atau setahun.

Imlek Datang, Apa Saja Yang Harus Disiapkan?

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com