Fakta Menarik Tentang Manfaat Puasa Bagi Perkembangan Psikologi Kita

Fakta Menarik Tentang Manfaat Puasa Bagi Perkembangan Psikologi Kita

Puasa-mempengaruhi-kesehatan-mental-326x170

Manfaat Puasa Bagi Perkembangan Psikologi Kita sangat luar biasa. Puasa yang membuat anda menahan diri dari banyak hal bisa membantu anda dari perilaku konsumerisme misalnya. Kenapa? Ketika berpuasa, pasti anda otomatis akan mengurangi porsi makan anda, dan ketika anda terbiasa makan dalam jumlah kecil, kehidupan anda secara keseluruhan juga akan menjadi lebih sederhana. Anda bisa menekan keinginan anda untuk berbelanja baju-baju branded yang mungkin belum anda perlukan, dan pembelanjaan lainnya. Sementara, berdasarkan penelitian, mereka yang hidup sederhana ternyata jauh lebih bahagia daripada sebaliknya. Dengan berpuasa, anda sudah membantu kelangsungan hidup manusia sendiri, yang terancam oleh rasa rakus terhadap kesenangan yang bersifat duniawi. Dengan terbebas dari keinginan-keinginan yang berlebihan, anda akan lebih mandiri, lebih merdeka dalam menjalani hidup, lebih merasa tenteram, dan punya lebih banyak kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Menjalani dan Menuai Manfaat Puasa Bagi Perkembangan Psikologi Kita

Secara psikologis, puasa bisa mendatangkan kebahagiaan karena kita jadi bisa berbagi dengan sesama. Dengan gaya hidup yang bersahaja, akan ada kelebihan yang dapat anda bagikan untuk membantu yang berkekurangan. Bukankah dengan banyak berbagi dengan sesame, anda akan semakin dekat dengan Tuhan? Manfaat Puasa Bagi Perkembangan Psikologi Kita juga dengan mematikan rasa marah, atau hasrat berbuat maksiat, karena rasa lapar yang mendominasi. Seandainya anda kenyang tentu akan ada lebih banyak energy untuk melakukan hal-hal yang tidak baik bukan? Hal inilah yang berhasil disingkirkan lewat puasa. Dengan merasa lapar, anda juga lebih mudah terjaga dan bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk berdoa. Dengan berpuasa, anda juga akan memiliki lebih banyak waktu untuk hal-hal lain yang biasanya tidak sempat anda lakukan karena rutinitas makan, mulai dari memasak, menyajikan, sampai menyantapnya.

Rasakan Segera, Manfaat Puasa Bagi Perkembangan Psikologi Kita

Selain banyaknya hal positif yang secara psikologis kita rasakan dari berpuasa, ternyata puasa juga bisa menambah kecerdasan anda. Tugas otak yang berkurang tentu bisa menjadi kesempatan untuk otak anda beristirahat. Hasilnya, daya ingat anda meningkat, kinerja otak juga meningkat, konsentrasi membaik, dan tentunya menjadi pribadi yang lebih baik lagi karena mampu menjadi pendengar yang lebih baik serta berbicara lebih baik juga. Jadi, rasakan Manfaat Puasa Bagi Perkembangan Psikologi Kita, asalkan anda juga tidak melupakan kebutuhan tubuh anda akan nutrisi serta tidur yang cukup.

Cara Menahan Diri Saat Berpuasa Lewat Hal-Hal Sederhana

Ada banyak hal yang bisa memancing rasa lapar dan haus ketika berpuasa, tapi ada banyak cara juga untuk menghadapinya. Jika anda mudah tergoda dengan apa yang tertangkap oleh indera penglihatan anda, sebaiknya batasi terutama jika yang anda lihat adalah gambar makanan-makanan lezat yang memancing selera. Tapi, semua kembali ke niat awal anda berpuasa. Niat adalah kekuatan terbesar untuk menahan lapar, haus, serta godaan iman lainnya yang pasti akan anda hadapi selama berpuasa. Ada lagi Cara Menahan Diri Saat Berpuasa yang boleh anda coba, yaitu beraktifitas positif. Hal ini bisa membantu mengalihkan perhatian anda dari waktu. Dengan memiliki daftar kegiatan yang harus dilakukan, tanpa anda sadari, waktu berbuka puasa akan datang begitu saja.

Beberapa Bekal Untuk Melancarkan Cara Menahan Diri Saat Berpuasa

Untuk tetap kuat dalam berjuang, tentu anda perlu perbekalan yang cukup, begitu pula dengan berpuasa. Perbekalan anda untuk menjalankan puasa adalah sahur. Nasi dan sayuran sangat disarankan sebagai menu sahur supaya ada kekuatan untuk bertahan sepanjang hari. Hindari gorengan, karena kadar minyaknya yang tinggi hanya akan memicu rasa haus. Selain tantangan fisik, jangan lupa, berpuasa juga berarti menahan emosi negative termasuk marah. Jika anda mulai terpancing, segera duduk, karena ternyata posisi berdiri tidak membuat amarah anda mereda. Jika duduk belum cukup membantu, anda bisa mencoba berbaring dan diam. Diam adalah obat yang ampuh mengatasi amarah sekaligus menenangkan suasana yang memanas. Ingatlah bahwa ucapan bisa memicu emosi dan menyakiti perasaan ketika dilontarkan pada saat marah, jadi kontrol dirilah sebagai Cara Menahan Diri Saat Berpuasa.

 

Pengaruh Puasa Terhadap Kesehatan Mental

Dalam kehidupan modern dewasa ini banyak individu secara lahiriyah tampak sehat, terpenuhi segala macam kebutuhan material. Tetapi apabila ditelusuri lebih jauh, fakta menunjukan bahwa sebagian besar individu yang hidup di tengah-tengah masyarakat tersebut menderita penyakit mental yang cukup parah, sehingga pada stadium berikutnya akan mengerogoti ketahanan fisik.

Sebuah fakta menunjukkan, lebih dari separoh tempat tidur di semua rumah sakit di Amerika Serikat terisi oleh pasien-pasien gangguan mental, dan untuk mereka dikeluarkan dana jutaan dolar pertahunnya .

Ganguan mental dapat berakar dari tidak terpenuhinya kebutuhan psikis dasar yang berasal dari kekhasan eksistensi manusia yang harus dipuaskan, tetapi cara memuaskan psikis itu bermacam-macam, dan perbedaan cara pemuasan kebutuhan tersebut serupa dengan perbedaan tingkat gangguan mental.

Fromm menyatakan, konsep kesehatan mental mengikuti kondisi dasariah eksistensi manusia di segala zaman dan kebudayaan. Kesehatan mental dicirikan oleh kemampuan mencintai dan menciptakan dengan lepas dari ikatan-ikatan inses terhadap klan dan tanah air, dengan rasa identitas yang berdasarkan pengalaman akan diri sebagai subjek dan pelaku dorongan-dorongan dirinya dengan menangkap realitas di dalam dan di luar dirinya, yaitu dengan mengembangkan obyektivitas dan akal budi.

bidang kesehatan mental adalah salah satu bidang yang paling menarik di antara bidang-bidang psikologi, baik di kalangan ilmuwan maupun orang awam. Sebab, untuk mencapai tingkat yang sesuai dengan kesehatan mental itulah dambaan setiap individu.

Seiring perkembangan pemikiran dan peradaban manusia, perhatian manusia terhadap kesehatan mental semakin meningkat, sebab manusia semakin sadar bahwa kehidupan yang layak adalah manakala seseorang dapat menikmati hidup ini bersama-sama, berdampingan dengan orang lain. Kehidupan seseorang yang mengalami gangguan mental, tidak kurang pedihnya dari penyakit jasmani.

pelaksanaan agama dalam kehidupan sehari-hari dapat membentengi seseorang dari gangguan jiwa (mental) dan dapat pula mengembalikan jiwa bagi orang yang gelisah. Karena kegelisan dan kecemasan yang tidak berujung pangkal itu, pada umumnya berakar dari ketidak puasan dan kekecewaan, sedangkan agama dapat menolong seseorang untuk menerima kekecewaan sementara dengan jalan memohon ridla Allah dan terbayangkan kebahagian yang akan dirasakan di kemudian hari.

Semakin dekat seseorang dengan Tuhan, semakin banyak ibadahnya, maka akan semakin tentramlah jiwanya serta semakin mampu menghadapi kekecewaan dan kesukaran dalam hidup dan sebaliknya. Dan semakin jauh seseorang dari agama, akan semakin sulit baginya untuk memperoleh ketentraman hidup.

Dalam Islam cakupan wilayah ibadah sangat luas, misalnya shalat, puasa, haji, dan lain-lain. Namun tulisan ini hanya membahas pengaruh puasa terhadap kesehatan mental.

Sekilas Tentang Puasa

Puasa dalam bahasa Arab di sebut al-shaum yang berarti menahan (imsak). Sedangkan secara terminologis, puasa adalah suatu ibadah yang diperintahkan Allah kepada hamba-Nya yang beriman dengan cara mengendalikan diri dari syahwat makan, minum, dan hubungan seksual serta perbuatan-perbuatan yang merusak nilai puasa pada waktu siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

Pendekatan yang paling dulu dikedepankan dalam memahami puasa adalah dengan menggunakan pendekatan keimanan. Dengan pendekatan ini, perilaku puasa lebih didasarkan kepada ketertundukan kepada Allah dan bukan kepada alasan-alasan lain

Sejarah mencatat, puasa merupakan ibadah yang telah lama berkembang dalam masyarakat manusia, yakni sejak manusia pertama Adam as. hingga umat terakhir dari segala Nabi dan rasul Muhammad saw..

Puasa sangat berkaitan dengan ide latihan atau riyadlah (exercise), yaitu latihan keruhanian, sehingga semakin berat, semakin baik, dan utama, maka semakin kuat membekas pada jiwa dan raga seseorang yang melakukannya.

Kekhasan ibadah puasa adalah sifatnya yang pribadi atau personal, bahkan merupakan rahasia antara seseorang manusia dengn Tuhannya. Puasa merupakan latihan dan ujian kesadaran akan adanya Tuhan Yang Maha Hadir (ompripresent) dan yang mutlak tidak pernah lengah sedikitpun dalam pengawasan-Nya terhadap tingkah laku hamba-hamba-Nya. Kesadaran seseorang akan beradaan Tuhan itu akan menjadikan dirinya senantiasa mengontrol emosi serta perilakunya, sehinga muncul keseimbangan lahiriyah dan batiniyah.

Bila ibadah puasa ditelaah dan direnungkan akan banyak sekali ditemukan hikmah dan manfaat psikologisnya. Misalnya saja, bagi mereka yang senang berpikir mendalam dan merenungkan kehidupan ini, maka puasa mengandung falsafah hidup yang luhur dan mantap, dan bagi mereka yang senang mawas diri dan berusaha turut mengahayati perasaan orang lain, maka mereka akan menemukan prinsip-prinsip hidup yang sangat berguna. Disadari atau tidak disadari, puasa akan berpengaruh positif kepada rasa (emosi), cipta (rasio), karsa (will), karya (performance), bahkan kepada ruh, jika syarat dan rukunnya dipenuhi dengan sabar dan ikhlas.

Puasa merupakan momentum berharga untuk menghadirkan mental yang sehat, sebab dalam puasa terkandung latihan-latihan kejiwaan yang harus dilalui, misalnya berlaku jujur dengan menahan lapar dan dahaga baik di kala bersama orang lain mapupun saat sendirian.

Kesehatan Mental

Pengetahuan tentang kesehatan mental berkembang secara luas di negara-negara maju, teratama dalam beberapa tahun terakhir ini. Di beberapa negara pembahasannya telah samapai pada tingkat mencari jalan pencegahan (preventive) agar orang tidak menderita kegelisahan dan gangguan jiwa. Meskipun sering digunakan istilah kesehatan mental, namun pengertiannya masih kabur dan kurang jelas bagi orang awam.

definisi kesehatan mental, antara lain:

1. Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala-gejala penyakit jiwa (psychose).

2. Kesehatan mental adalah kemampuan untuk mnyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan di mana ia hidup.

3. Kesehatan mental adalah pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi, bakat, dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin, sehingga membawa kepada kebahagiaan diri dan orang lain, serta terhindar dari gangguan dan penyakit jiwa.

4. Kesehatan mental adalah terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem-problem yang biasa terjadi, dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan dirinya.

Adapun gangguan atau penyakit jiwa di masyarakat antara lain:

1. Fobia, yaitu rasa takut yang tidak rasional dan tidak realistis, yang bersangkutan tahu dan sadar benar akan ketidakrasionalnya dan ketidakbenarannya, namun ia tidak mampu mencegah dan mengendalikan diri dari rasa takut itu.

2. Obsesi, yaitu corak pikiran yang sifatnya terpaku (persistent) dan berulangkali muncul. Yang bersangkutan tahu benar akan kelaianan pikirannya itu, namun ia tidak mampu mengalihkan pikirannya pada masalah lain dan tidak mampu mencegah munculnya pikiran itu yang selalu timbul berulang-ulang.

3. Kompulsi, yaitu suatu pola tindakan atau perbuatan yang diuang-ulang. Yang bersangkutan tahu benar bahwa perbuatan mengulang-ulang itu tidak benar dan tidak rasional, namun yang bersangkutan tidak mampu mencegah perbuatannya sendiri

.

Dalam pandangan psikologi Islam, penyakit mental yang biasa berjangkit pada diri manusia, antara lain:

1. Riya’. Penyakit ini mengandung tipuan, sebab menyatakan sesuatu yang tidak sebenarnya, orang yang berbuat riya’ mengatakan atau melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan hakikat yang sebenarnya.

2. Hasad dan dengki, yaitu suatu sikap yang melahirkan sakit hati apabila orang lain mendapat kesenangan dan kemuliaan, dan ingin agar kesenangan dan kemulian itu hilang dari orang tersebut dan beralih kepada dirinya.

3. Rakus, yaitu keinginan yang berlebihan untuk makan.

4. Was-was. Penyakit ini sebagai akibat dari bisikan hati, cita-cita, dan angan-angan dalam nafsunya dan kelezatan.

5. Berbicara berlebihan. Keinginan berbicara banyak merupakan salah satu kwalitas manusia yang paling merusak. Hal ini dapat mengahantarkan kepada pembicaraan yang tidak berguna dan berbohong.

6. Dan lain sebagainya.

 Fakta Menarik Tentang Manfaat Puasa Bagi Perkembangan Psikologi Kita

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com