DOKTER FERTILITAS

DOKTER FERTILITAS

pregnancy

 

1. Dokter spesialis kandungan (SpOG)

Dokter spesialis adalah dokter yang mengkhususkan diri dalam suatu bidang ilmu kedokteran tertentu. Seorang dokter harus menjalani pendidikan profesi dokter pasca sarjana(spesialisi) untuk dapat menjadi dokter spesialis. Pendidikan dokter spesialis merupakan program pendidikan profesi lanjutan dari program pendidikan dokter setelah dokter menyelesaikan wajib kerja sarjananya dan atau langsung setelah menyelesaikan pendidikan dokter umum.

Pendidikan dokter spesialis di Indonesia dinamakan Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS yaitu program pendidikan untuk melatih seorang dokter umum untuk menjadi dokter spesialis tertentu. Lama pendidikan ini bervariasi rata-rata 8 semester. Program ini baru dilakukan oleh beberapa fakultas kedokteran di universitas negeri yang bekerja sama dengan rumah sakit pendidikan. Dokter umum yang melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis disebut residen.

2. Dokter KFER:

Sebagian dokter spesialis melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu subspesialis (Sp2), atau lebih dikenal sebagai konsultan. Pendidikan Sp2 ini dijalani selama 4 sampai 6 semester. Beberapa gelar yang ditambahkan:

1. (K) diakhir gelar spesialisasi berarti Konsultan/Spesialis 2/Sub Spesialis, misalnya Sp.A (K) – artinya Spesialis Anak Konsultan

2. KFER – “Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi” (biasanya dimiliki oleh spesialis kebidanan)

3. KFM – “Konsultan Feto Maternal” (dimiliki oleh spesialis kebidanan-kandungan)

Contoh:

1. Dr. dr. Abecede, SpOG-K, M. Kes

Dokter ahli kandungan, konsultan, Magister Kesehatan

2. Dr. dr. Efgeha, SpOG, KFER, MARS

Dokter ahli kandungan, Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi, Magister Administrasi Rumah Sakit.

Wah, rumit ya…

tapi nggak perlu deh kita pusing-pusing menghafalkan gelar dokter-dokter itu..

segera aja konsultasi bila dirasa perlu… yuuk…

Nah, kalau kita sudah berhasil hamil dengan kondisi kehamilan normal baik dan sehat, boleh-boleh saja kita pindah dari dokter Konsultan Fertilitas (KFER) ke dokter kandungan (SpOG).  Tapi sah-sah aja sih kalau kita ingin tetap dipantau oleh dokter KFER yang mengenal persis riwayat awal kehamilan dan kesulitan-kesulitan kita.

Tujuh Hal Yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Infertilitas

Reproduksi adalah salah satu hukum alam yang terjadi bagi seluruh makhluk hidup termasuk manusia. Keinginan memiliki keturunan adalah sifat kodrati bagi siapa saja bahkan di beberapa negara seperti di Indonesia, memiliki anak masih di anggap sebagai kewajiban.

Saat akan menikah anda mungkin sering berbincang dengan calon anda tentang berapa anak yang ingin anda miliki, apakah anak laki-laki atau wanita.

Di beberapa kebudayaan bahkan seorang pria masih dianggap belum dewasa jika belum menikah dan memiliki anak. Tidak sempurna kebahagiaan rumah tangga seseorang jika belum memiliki anak. Hal tersebut menunjukkan bahwa memiliki anak adalah suatu “kewajiban” dan harapan dari setiap pasangan ataupun lingkungan di sekitarnya.

Fenomena tersebut seringkali menjadi beban pikiran yang secara lambat laun juga akan mempengaruhi fisik Anda, apabila Anda dan pasangan tidak kunjung memiliki anak. Kekhawatiran tersebut memang beralasan. Telah menjadi kodrat dan salah satu fungsi dari hidup manusia untuk berkembang biak. Oleh karena itu, kekhawatiran tersebut memang beralasan.

Agar Anda tidak salah dalam menyikapi kondisi tersebut, Anda harus memahami definisi dari Infertilitas. Apabila memang kondisi yang anda alami masuk dalam kategori infertil atau tidak subur, maka yang harus anda lakukan adalah bersikap positif, dan mengambil langkah selanjutnya  demi memperoleh solusi yang benar

Apa yang harus anda lakukan jika anda mengalami Infertil?

Setelah menyadari kondisi anda dan pasangan maka sikap positif dan terbuka harus anda lakukan berdua. Tujuh hal di bawah ini mungkin bisa membantu anda.

  • Segera mencari informasi tentang keberadaan klinik fertilitas di kota Anda.
  • Apabila tidak tersedia klinik fertilitas atau kesuburan di kota Anda, segera mencari informasi tentang keberadaan dokter spesialis kandungan terdekat.
  • Segera mendatangi klinik fertilitas atau dokter spesialis kandungan yang terpercaya dalam penanganan masalah infertilitas.
  • Memaparkan masalah yang Anda dan pasangan alami sejujur-jujurnya kepada dokter yang Anda percaya dan temui untuk berobat sehubungan dengan kemungkinan infertilitas anda dan pasangan
  • Bertanyalah kepada dokter tentang segala hal yang Anda ingin ketahui tentang kondisi Anda agar memperoleh penjelasan ilmiah yang dapat dipercaya kebenarannya.
  • Mengikuti saran dan petunjuk dokter untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.
  • Membaca buku yang terpercaya dan dikarang oleh kalangan medis tentang infertilitas akan banyak membantu Anda untuk memahami kondisi dan pengobatan yang mungkin akan Anda jalani.

Tips lain bagaimana mengatasi kemandulan (infertilitas) perlu anda perhatikan. Selain itu jangan lakukan hal-hal berikut:

  • Membiarkan dan mencoba untuk bersikap acuh tak acuh dengan harapan kondisi yang Anda dan pasangan alami akan sembuh dengan sendirinya.
  • Mencoba mengobati sendiri dengan ramuan-ramuan yang belum dibuktikan khasiatnya secara ilmiah.
  • Mencari informasi tentang pengobatan yang tepat kepada masyarakat awam yang tidak mengerti sepenuhnya tentang medis.
  • Mencoba obat yang dianjurkan oleh masyarakat awam sebagai solusi untuk mengobati kondisi infertilitas Anda.
  • Berobat pada tempat-tempat pengobatan yang tidak dapat dipercaya kebenarannya.
  • Menunda-nunda keputusan untuk berobat ke dokter atau klinik fertilitas terpercaya.

Sistem reproduksi manusia, layaknya sistem tubuh lainnya, akan mengalami penuaan seiring dengan bertambahnya usia. Hingga saat ini, masa yang terbaik bagi seorang wanita untuk hamil dan melahirkan adalah saat berusia 20 s.d. 35 tahun. Usia yang terlalu muda bukanlah masa yang baik untuk hamil dan melahirkan mengingat sistem reproduksi masih dalam perkembangan, sedangkan usia yang terlalu tua juga tidak baik untuk kondisi hamil, melahirkan, dan menyusui karena sistem reproduksi mengalami penuaan dan menurun kualitas dibandingkan dengan system reproduksi pada usia 20 s.d. 35 tahun.

Hal yang sama juga terjadi pada sistem reproduksi pria, meskipun sampai saat ini belum dapat dijelaskan secara pasti dan detail batasan usia spermatozoa dapat dihasilkan dan disalurkan secara optimal, tetapi penuaan secara pasti juga akan terjadi pada sistem reproduksi pria. Libido yang menurun, kualitas sperma yang tidak optimal, dan kemampuan aktivitas seksual yang semakin berkurang merupakan tanda-tanda penuaan dari sistem reproduksi pria.

Berdasarkan semua alasan ilmiah yang disebutkan tersebut, langkah yang cepat dan tepat dari Anda dalam menangani kemungkinan infertilitas adalah kunci keberhasilan awal penanganan kondisi Anda dan pasangan. Sikap menunda-nunda akan berakibat pada semakin berkurangnya kemungkinan untuk sembuh, sedangkan mencari pertolongan dengan jalan yang tidak tepat juga akan mengakibatkan frustasi, bahkan akan memperparah kondisi infertilitas pada Anda dan pasangan.

Mencoba-coba obat yang dipercaya masyarakat dapat memberikan kesuburan, tetapi belum dibuktikan secara medis dan ilmiah akan membuat anda dan pasangan bergantung pada harapan-harapan yang tidak kunjung menjadi nyata. Sekali lagi, kondisi stress karena ketidakberhasilan pengobatan yang tidak tepat justru akan semakin memperburuk keadaan.

Oleh karena itu, berobatlah sesegera mungkin pada klinik fertilitas atau dokter yang telah terpercaya. Selanjutnya, kepatuhan Anda atas saran pemeriksaan dan pengobatan yang dianjurkan akan mempertinggi kemungkinan Anda dan pasangan untuk segera memiliki buah hati.

Hal yang juga tidak boleh Anda dan pasangan lupakan adalah berdoa. Perlu diketahui, bahwa hingga saat ini tidak ada metode pengobatan apapun yang dapat menjamin keberhasilan sebanyak 100%. Sebagai umat beragama, Anda dan pasangan harus menyadari bahwa kita hanyalah manusia yang dapat berupaya dengan akal dan tenaga kita untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Keputusan terakhir untuk berhasil atau tidaknya seluruh usaha kita terletak pada kebijaksanaan dan kebaikan Sang Pencipta.

Mengapa Anda tidak boleh mengikuti saran pengobatan infertilitas dari kerabat, teman, ataupun orang-orang yang Anda percaya? Dalam dunia kedokteran yang telah maju dan kaya dengan ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya, setiap orang diharapkan tidak salah dalam mengobati dirinya sendiri. Oleh karena itu, setiap orang hendaknya hanya mengkonsumsi obat-obatan yang telah terbukti khasiatnya secara ilmiah.

Perlu Anda ketahui, obat paling mujarab sekalipun tidak terbukti mampu mengobati semua orang (100% populasi) dengan penyakit yang sama. Keragaman individu, mulai dari struktur tubuh hingga rantai DNA (genetik) yang menyusunnya, mengakibatkan reaksi tubuh antar individu terhadap obat yang sama dapat berbeda-beda. Obat yang berhasil mengobati seseorang dengan infertilitas belum tentu berhasil pada orang lain maupun Anda. Tidak jarang obat yang sama malah menimbulkan reaksi alergi ataupun kerusakan jaringan tubuh pada orang lain.

Setidaknya ada 9 cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kesuburan, dan mencapai keinginan Anda untuk segera memiliki anak.

1. Gunakan metode holistik dengan metode tradisional
“Saya merasa pendekatan holistik bermanfaat untuk pasien ketika dikombinasikan dengan pendekatan ala Barat yang tradisional, seperti fertilisasi in vitro atau inseminasi intra uterin “Saya tidak menyarankan pendekatan holistik digunakan sebagai pengganti pendekatan tradisional, tetapi menemukan bahwa pendekatan holistik ini bisa melengkapi pendekatan tradisional, dan saya menyarankan untuk melakukannya secara reguler pada pasien-pasien saya.”

2. Makan dengan sehat
Pemenuhan gizi adalah kunci untuk meningkatkan fertilitas. menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan olahan, kafein, dan gula, jika Anda ingin bisa hamil.

“Gula olahan bisa memengaruhi gula darah dan kadar insulin secara negatif, dan menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Hormon yang seimbang sangat penting untuk pembuahan “Sebaliknya, variasi nutrisi yang kita dapatkan dengan mengonsumsi produk organik, protein tanpa lemak, lemak sehat, karbohidrat baik, dan sebagainya, bisa membantu menutrisi dan mendukung kesehatan tubuh dan hormon kita. Kita pun berada dalam posisi memungkinkan untuk pembuatan.”

3. Akupunktur
Studi membuktikan bahwa akupunktur mampu meningkatkan kesuksesan program bayi tabung  ketika dilakukan sebelum dan sesudah transfer embrio, “Selain itu, akupunktur juga dapat meningkatkan ketebalan lapisan rahim, meningkatkan kualitas sperma, dan tentunya, mengurangi stres.”

4. Yoga
Yoga mengurangi kadar kortisol dalam tubuh, meringankan stres dan kegelisahan, dan meningkatkan aliran darah ke organ-organ reproduksi. Caranya dengan melonggarkan otot-otot yang tegang, dan jaringan konektif di area pinggul, punggung bawah, dan selangkangan.

5. Massage
Pijat tentunya bukan aktivitas yang sulit dilakukan. Apalagi, pemijatan mampu memberikan manfaat tambahan ketika Anda sedang mencoba untuk hamil, seperti mengurangi hormon stres. Ada teknik pemijatan yang difokuskan pada area perut, yang membantu rahim untuk menyiapkan kehamilan,

6. Cari dukungan
Ketika Anda didiagnosa dengan infertilitas, cobalah mencari bantuan dan dukungan. Bagaimanapun juga, Anda bukan satu-satunya perempuan yang mengalami ketidaksuburan. Anda bisa berkonsultasi secara individual, atau bergabung dengan milis dimana Anda bisa berbagi pengalaman mengenai perawatannya. Berhubungan dengan perempuan lain yang mempunyai pengalaman yang sama, akan sangat berguna. Mungkin saja ia justru mampu memberikan dukungan yang tidak Anda dapatkan dari keluarga, atau memberi alternatif solusi yang belum pernah Anda coba.

7. Jangan stres
Perempuan yang mengikuti program manajemen stres saat menjalani perawatan kesuburan, akan memperoleh peluang 160 persen lebih baik untuk hamil daripada dengan menjalani program bayi tabung saja. “Stres adalah musuh utama kesuburan,” “Meditasi, yoga, bernafas dalam-dalam, dan latihan yang ringan, bisa membantu mengendalikan stres.”

8. Dance
Belly dance adalah ritual kuno untuk kesuburan, yang dilakukan perempuan modern,” kata Stephanie Larson, pendiri Dancing for Birth. “Tarian ini membangkitkan gerakan yang juga terjadi saat konsepsi dan persalinan, yaitu membentuk dan menguatkan tubuh perempuan, khususnya otot-otot pusatnya, serta jaringan ikat sendi yang mendukung dasar pangguln dan organ-organ reproduksinya.”

9. Chiropractic 
Memperbaiki tulang belakang tidak hanya dapat mengurangi sakit dan nyeri, tetapi juga membantu Anda untuk hamil. Ketika dokter kandungan tidak mampu memberikan informasi yang jelas mengenai ketidakmampuan Anda untuk hamil, coba kunjungi ahli chiropractic(kiropraktik),

“Ketika perempuan harus berusaha keras untuk hamil, ketidakseimbangan saraf bisa menyebabkan kesalahan dalam proses fertilisasi.”

Pada dasarnya, tak peduli apa upaya Anda untuk bisa hamil, ingatlah bahwa tidak ada satu tipe perawatan tertentu -medis atau holistik- yang bisa berhasil untuk semua perempuan. “Namun menjalani gaya hidup yang sehat bisa membantu meningkatkan peluang seseorang untuk hamil.

Meskipun demikian, banyak pasangan yang sudah melakukan semuanya 100 persen, tetap mengalami ketidaksuburan. “Cara terbaik untuk mengidentifikasi masalah dan mencari jalan keluarnya adalah dengan mencari dokter berpengalaman di pusat kesuburan yang terpercaya.

T:Jadi, kapan pasutri perlu waswas dengan infertilitas dan harus memeriksakan diri ke dokter?

J:Idealnya sebelum menikah, calon pasutri perlu melakukan pre-marital medical check up. Ada tiga komponen yang dilihat dalam medical check up ini: pemeriksaan fisik, kesehatankelamin dan penyakit genetik. Dari sini bisa diketahui kondisi kesuburan keduanya. Tapi masalahnya pre-marital check up ini belum populer di Indonesia. Jadi setelah menikah sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, tidak usah menunggu hingga satu tahun, bahkan lebih. Dari pemeriksaan ini, selain kesuburan, juga bisa diketahui kesiapan fisik dan masalah kesehatan yang bisa menghambat kehamilan. Apabila ingin menunda, dokter bisa menganjurkan jenis kontrasepsi apa yang baik digunakan, dari pil sampai IUD, dan menyarankan menunda sampai berapa lama. Kalau ingin segera memiliki anak, dokter bisa membantu dengan metode natural hingga metode yang melibatkan teknologi.

T:Kalau ternyata memang ada salah satu –suami atau istri- yang mengalami infertilitas, pemeriksaan apakah yang harus dilakukan? Dan apakah pemeriksaan ini berpengaruh pada usia?

J:Dokter akan melakukan pemeriksaan primer untuk mencari masalahnya. Yang akan dilakukan pertama adalah pemeriksaan pada pihak laki-laki terlebih dulu. Kualitas sperma akan diperiksa, termasuk masalah-masalah ejakulasi dan ereksi. Setelah itu baru akan dilakukan pemeriksaan terhadap istri. Dokter akan melihat saluran telur –apakah ada hambatan seperti infeksi yang menghambat atau menutup saluran telur. Pemeriksaan ketiga adalah mengetahui kualitas hormonal, termasuk kualitas sel telur. Jika ditemukan masalah pada salah satu dari ketiganya, maka dilakukan penanganan terlebih dahulu pada masalah itu. Tetapi jika ketiganya normal, dokter akan melakukan empat tahap agar bisa hamil. Pertama, dengan menghitung masa subur perempuan dan menganjurkan untuk melakukan hubungan intim terkontrol sesuai masa subur. Kalau tidak berhasil setelah 3 – 4 kali mencoba, akan diberikan obat penyubur hingga beberapa bulan. Kalau belum berhasil, langkah selanjutnya adalah inseminasi dan terakhir adalah dengan inseminasi buatan ataubayi tabung. Pemeriksaan ini memakan waktu cukup lama, itulah mengapa dibutuhkan peran proaktif dari kedua belah pihak. Pemeriksaan ini berlaku untuk semua dan tidak ada perbedaan usia.

T:Apakah infertilitas bisa terjadi meskipun sudah memiliki anak?

J:Kondisi tubuh bisa berubah, demikian juga dengan infertilitas. Inilah yang disebut dengan “infertilitas sekunder”, yakni kondisi istri sulit hamil lagi setelah memiliki anak pertama. Sama halnya dengan infertilitas primer, infertilitas sekunder dapat terjadi pada pasangan usia reproduktif 20-34 tahun,  maupun yang sudah melewati usia reproduktif –dia atas 35 tahun. Penyebabnya juga hampir serupa.

T:Sebetulnya, apa penyebab infertilitas terbesar saat ini?

J:Gaya hidup! Terutama pada masyarakat kota besar –tingkat stres tinggi dan  kebiasaan merokok. Semakin banyak pria yang berkendara dengan motor di antara kemacetan bisa juga menjadi salah satu penyebab, karena suhu pada skrotum atau buah zakar meningkat. Kita juga tidak bisa menafikan penyebab lain, di antaranya kelainan dan penyakit genetik.

DOKTER FERTILITAS

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com