Deteksi Dini Kanker Serviks

Deteksi Dini Kanker Serviks

kanker-servix

Pap smear sering dikait-kaitkan dengan kanker leher rahim atau kanker serviks karena tes ini merupakan salah satu cara yang ampuh untuk mendeteksi keberadaan kanker pembunuh wanita nomor dua di dunia setelah kanker payudara ini. Wanita yang berisiko tinggi mengalaminya adalah mereka yang banyak melahirkan, perokok, dan punya banyak pasangan seksual.

Kanker leher rahim adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh Human Papilloma Virus(HPV) onkogenik yang menyerang leher rahim. Gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh. Di sinilah pentingnya kita melakukan Pap smear. Jika pada pemeriksaan Pap smear ini ditemukan tanda-tanda awal kanker leher rahim, maka peluang untuk bisa menyembuhkannya sangat tinggi.

Seputar tes pap smear

Tes Pap Smear Penting untuk wanita, terutama yang aktif melakukan hubungan seks dan sudah pernah melahirkan. Namun, tak cuma soal Pap smear secara rutin tapi juga persiapan melakukannya  harus benar agar hasilnya optimal. 

Saya, ibu satu anak yang hampir berusia 1 tahun, akhir-akhir ini sering menerima ajakan untuk Pap smear. Apa itu Pap smear? Apakah saya perlu melakukannya?Pap smear atau tes Pap adalah pemeriksaan dengan mengambil contoh sel-sel leher rahim, kemudian dianalisa untuk mendeteksi dini kanker leher rahim.  Selain itu, dengan tes ini kita juga bisa menemukan adanya infeksi atau sel-sel yang abnormal yang dapat berubah menjadi sel kanker sehingga kita bisa segera melakukan tindakan pencegahan. Pap smeardianjurkan dilakukan oleh setiap wanita, terutama mereka yang telah berkeluarga dan sudah pernah melahirkan. Jika Anda melakukannya secara rutin, maka Anda telah melakukan tindakan pencegahan kanker leher rahim yang terbaik.

Saya belum pernah Pap smear.  Saya takut! Bagaimana sebenarnya tes ini dilakukan?  Tak perlu takut. Tes ini sederhana dan prosesnya cepat, serta biasanya tidak sakit. Bayangkan saja tes ini sebagai upaya mengintip kondisi leher rahim. Saat tiba di tempat melakukan Pap smear, Anda akan dipersilakan mempersiapkan diri dan berbaring seperti saat akan dilakukan pemeriksaan dalam. Dokter akan membuka liang vagina menggunakan alat yang disebut sebagai speculum vagina atau dikenal juga dengan istilah cocor bebek. Ketika leher rahim sudah tampak, dengan bantuan alat yang disebut dengan spatula atau semacam sikat halus, dokter akan mengusap sekeliling leher rahim untuk mendapatkan getah atau lendirnya.  Getah yang banyak mengandung sel itu dioleskan pada gelas obyek, lalu dibawa untuk dianalisa di laboratorium. Dokter akan memberitahu kapan Anda bisa mendapatkan hasilnya. Biasanya, seminggu.

Salah satu teman saya pernah ditolak saat akan Pap smear. Alasannya, jika tetap dilakukan saat itu, hasilnya tidak optimal. Apa saja yang perlu diperhatikan sebelum kita melakukan Pap smear?
Pap smear dilakukan di berbagai rumah sakit maupun klinik bersalin. Agar hasilnya optimal, perhatikan hal – hal berikut:
1. Pap smear sebaiknya dilakukan sekitar 5 hari setelah haid, atau 10-20 hari setelah hari pertama haid agar leher rahim Anda bersih dari sisa-sisa darah haid.
2. Dalam dua hari sebelum Pap smear, Anda sebaiknya menghindari:

  • membersihkan vagina dengan krim atau sabun apa pun, juga douching (penyemprotan obat atau larutan tertentu ke arah liang vagina).
  • menggunakan tampon atau obat-obatan yang dimasukkan ke dalam vagina, misalnya jeli untuk KB.
  • menghindari dahulu hubungan intim suami istri.

3. Sebaiknya tidak mandi berendam menjelang Pap smear, karena dikhawatirkan ketika berendam ada sisa-sisa sabun yang tertinggal a tau masuk ke vagina.
4. Jika Anda keputihan, beritahukan kepada orang yang memeriksa, termasuk semua keluhan yang Anda rasakan. Misalnya terasa gatal-gatal, sakit atau panas (seperti terbakar) di vagina.
5. Jika hasil Pap smear yang lalu kurang bagus (abnormal), jangan lupa  memberitahukannya kepada dokter.

Saya sedang menunggu hasil Pap smear. Apa saja kemungkinan hasil yang muncul? Ada beberapa kemungkinan hasil Pap smear, namun secara umum dapat dibedakan menjadi:

  1. Negatif, artinya dalam batas normal dan tidak ditemukan sel-sel yang abnormal atau berbahaya. Ini pertanda bagus, dan Anda biasanya akan diminta melakukan Pap smear kembali setelah satu tahun.
  2. Positif, artinya ditemukan sel epitel (sel pembentuk jaringan pelapis) yang abnormal. Untuk hasil ini, dokter akan menjadwalkan beberapa tes untuk Anda, misalnya pemeriksaan kolposkopi (pemeriksaan leher rahim dengan mengoleskan asam asetat di leher rahim) dan tes HPV (Human Papillomavirus Test, untuk mengetahui ada tidaknya infeksi HPV).  Umumnya, jika dilakukan kolposkopi dan dokter menjumpai area mulut rahim yang menunjukkan kecurigaan kelainan, maka akan dilakukan LLETZ yaitu biopsi menggunakan kawat halus dengan pemanasan.
  3. Displasia, artinya dalam batas normal, namun ditemukan ada perubahan sel.  Kondisi ini bisa terjadi karena ada:
  • Infeksi, antara lain infeksi bakteri, infeksi jamur, atau perubahan sel yang berhubungan dengan virus herpes simpleks.  Dokter biasanya akan memberikan terapi yang sesuai untuk mengatasinya.
  • Perubahan sel reaktif. Sel mulut rahim itu sel yang mudah memperbaharui dirinya kembali, mirip permukaan sel kulit wajah yang secara priodik menjadi tua, mati, mengelupas dan tumbuh sel baru dari sel muda dan berkembang seterusnya. Namun pada keadaan tertentu, bisa terjadi “perubahan reaktif” atau perubahan bentuk sel akibat reaksi terhadap proses tertentu (bisa infeksi, trauma, atau perubahan sel ke arah keganasan). Pada kondisi ini, dokter  akan memberikan terapi yang sesuai dan menyarankan pemeriksaan ulang 3 – 6 bulan kemudian.

Hasil tes saya positif alias tidak normal. Apa yang harus saya  lakukan? Jangan panik. Belum tentu hasil yang tidak normal ini berarti Anda terkena kanker, sebaiknya Anda:

  • Minta penjelasan mengenai hasil tes itu.
  • Jika masih juga belum mengerti, jangan sungkan minta penjelasan lagi, atau minta hasilnya dan bawa ke dokter lain. Ingat, Anda berhak  mendapatkan second opinion.
  • Ikuti perintah dokter Anda jika ia menganjurkan untuk melakukan Pap smear ulang atau pemeriksaan lebih lanjut untuk menegakkan diagnosa. Demikian juga jika Anda diminta menjalani tindakan penanganan tertentu.
  • Kalaupun akhirnya Anda didiagnosa positif kanker, Anda masih beruntung karena dapat terdeteksi sedini mungkin.

Sejauh mana keakuratan hasil Pap smear? Antara 70-95%. Hasil Pap smearbergantung pada laboratorium penguji, misalnya keakuratan pengambilan sampel, transportasi, pengolahan bahan, pembacaan sediaan, interpretasi gambar sediaan, serta penulisan kesimpulan dan anjuran. Bisa saja terjadi hasil false positive dan false negative. Hasil false positive artinya wanita yang bersangkutan sebelumnya dikatakan memiliki sel-sel leher rahim yang abnormal, padahal sel-selnya ternyata normal. Jadi, jika dokter mengatakan hasil Pap smear Anda false positive, maka itu berarti tidak ada  masalah. Sementara hasil false negative artinya wanita yang bersangkutan sebelumnya dikatakan memiliki sel-sel leher rahim yang normal, padahal kenyataannya, ada masalah dengan sel-sel tersebut yang terlewatkan. Namun, dengan melakukan Pap smear secara rutin, jika sel-sel abnormal itu tidak terdeteksi pada satu waktu, maka mereka akan terdeteksi pada saat Anda melakukan Pap smear berikutnya.

Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Dengan Pemeriksaan Pap Smear Thin Prep

Kanker leher rahim adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel pada leher rahim, dimana sel mampu tumbuh secara abnormal. Penyakit ini dapat di deteksi sedini mungkin dengan pemeriksaan Pap Smear secara rutin setelah menikah atau yang telah melakukan hubungan seksual.

Apa Pap Smear Itu?

Pap Smear merupakan pemeriksaan sitologi untuk melihat sel – sel leher rahim di bawah mikroskop yang dilakukan oleh dokter ahli Patologi Anatomi. Pemeriksaan ini bermanfaat sebagai tes skrining awal untuk mendeteksi adanya kanker leher rahim. Ada 2 metode yang digunakan untuk pemeriksaan Pap Smear, yaitu metode konvensional dan metode berbasis cairan.

Bagaimana pemeriksaan Pap Smear dengan metode konvensional ?

Pada pemeriksaan ini sample di ambil dari luar serviks dan liang serviks dengan menggunakan brush (sikat berbahan halus), kemudian di buat hapusan dengan cara mengusapkan brush tersebut pada obyek glass secara merata. Hapusan yang telah di buat harus segera difiksasi dengan menggunakan alkohol 95 % supaya bentuk sel tidak berubah, kemudian di lakukan pewarnaan dengan pengecatan papanikolaou.

Pap Smear dengan menggunakan metode konvensional memiliki keterbatasan, antara lain:

– Sampel kurang representatif, karena sebagian sel masih tertinggal pada brush
– Kualitas hapusan tidak terstandarisasi, karena kualitas hapusan bervariasi tergantung pada perawat atau bidan yang melakukan pengambilan sampel
– Hapusan yang kurang baik dapat mengakibatkan sel leher rahim saling tumpang tindih, sehingga dapat mempengaruhi pengamatan sel – sel leher rahim di bawah mikroskop
– Ke tiga hal tersebut di atas dapat mempengaruhi tingkat akurasi pemeriksaan
– Sampel tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan lanjutan seperti HPV Genotyping

Bagaimana pemeriksaan Pap Smear dengan metode berbasis cairan ?

Pada pemeriksaan ini cara pengambilan sampel sama seperti pada metode konvensional, namun peralatan dan cara pembuatan hapusan berbeda. Setelah digunakan untuk pengambilan sampel brush tidak langsung di usapkan pada obyek glass, namun di masukkan dalam larutan tertentu untuk menghilangkan faktor pengganggu yang dapat mempengaruhi kualitas hapusan. Pembuatan hapusan pada Pap Smear dengan metode berbasis cairan ini masih bervariasi, beberapa masih menggunakan cara manual. Sampel yang sudah terkumpul di dalam larutan tersebut di putar dengan kecepatan tinggi, kemudian diambil endapannya untuk di buat hapusan. Untuk memantapkan kualitas hapusan, PARAHITA menggunakan ThinPrep Pap Smear.

Apa ThinPrep Pap Smear itu ?

ThinPrep Pap Smear merupakan pemeriksaan Pap Smear berbasis cairan yang mana proses pembuatan hapusan dilakukan secara otomatis oleh alat.

Keunggulan ThinPrep antara lain:

– Seperti Pap Smear dengan metode berbasis cairan lainnya, sampel yang di dapat lebih representatif karena semua sample pada brush langsung dimasukkan ke dalam larutan yang sudah disedikan.
– Kualitas hapusan jauh lebih baik, karena dilakukan secara otomatis oleh alat sehingga kemungkinan tumpang tindih sel sangat kecil
– Tingkat akurasi hasil lebih tinggi.
– Sampel yang sudah di periksan dapat di simpan dan di gunakan untuk pemeriksaan HPV Genotyping

Apa Saja Persiapan yang harus dilakukan sebelum pemeriksaan Pap Smear ?

Persiapan yang harus dilakukan antara lain :

– Tidak dalam masa menstruasi
– Pemeriksaan dilakukan 2 minggu setelah menstruasi, bagi perempuan yang sudah menopause dapat melakukan pemeriksaan Pap Smear kapanpun.
– Tidak melakukan hubungan seksual selama 2-3 hari
– Tidak menggunakan obat – obatan yang dimasukkan kedalam vagina 2 hari sebelum pemeriksaan.

Deteksi Dini Kanker Serviks

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com