Cara Mengatasi Anak Yang Suka Memukul

Cara Mengatasi Anak Yang Suka Memukul

jangan-memukul-ketika-memarahi-anak-ilustrasi-_131023132542-507

Tidak sedikit orangtua yang mengeluh karena anaknya suka memukul kalau marah atau keinginannya tidak dituruti. Hal ini memang sebaiknya jangan terus dibiarkan agar tidak berkelanjutan hingga dia dewasa.

Anda perlu mendidik sikap buah hati yang seperti itu hingga dia bisa mengontrol diri. Dikutip dari Parenting USA, bacalah saran dari dr. William Sears, seorang dokter spesialis anak di California.

1. Jangan Memukul Balik
Bagi sebagian orangtua, memukul merupakan tindakan yang tepat untuk mendisiplinkan si kecil. Memukul atau menampar anak adalah cara sederhana agar dia mau mengerti. Namun, memukul balik bisa membuat anak menjadi bingung karena Anda menasihati mereka dengan cara yang sama. Akan lebih baik bila Anda memperingatinya dengan tegas serta memberikan dia konsekuensi yang mendidik.

2. Cari Tahu Apa Pemicunya
Bila anak Anda sering memukul, perhatikan apa pemicu sebenarnya. Apakah dia melakukan itu karena lelah, bosan, lapar, atau marah? Selain itu, bisa jadi dia juga terpengaruh oleh lingkungan keluarga atau sekelilingnya. Untuk mengatasi hal ini, coba perhatikan anak saa bermain lalu amati reaksinya terhadap anak-anak lain. Pastikan kalau dia tidak memukul, terutama ke wajah. Cara ini bisa membantu Anda mengurangi sikap anak yang suka memukul.

3. Tunjukkan Cara Berkomunikasi yang Baik
Dalam kebanyakan kasus, anak-anak sebenarnya tidak memukul orangtua karena marah atau frustasi, tapi karena mereka ingin mendapatkan perhatian lebih dari Anda. Kunci untuk mengubah perilaku buruk tersebut dengan menunjukkan cara berkomunikasi yang baik. Sebagai contoh, kalau anak Anda kesal, lalu memukul, sebaiknya Anda cepat merangkul serta memeluknya. Beritahukan bagaimana cara menepuk lengan atau wajah dengan lembut. Ingat, mengubah kebiasaan si kecil memang butuh kesabaran.

4. Buatlah Komunikasi yang Menyenangkan
Beberapa anak memiliki kebiasaan alami untuk menggunakan tangan mereka sebagai alat komunikasi. Maka dari itu, Anda perlu mengajari mereka dengan membuat komunikasi yang menyenangkan. Misalnya, begitu dia ingin memukul, cepat intervensi dengan menggerakkan tubuh dan katakan ‘ayo tos’. Hal itu akan membuat si kecil bingung, bisa jadi tersenyum dan tidak menjadi melakukannya. Cara ini dapat mengurangi kebiasaan buruk anak Anda seiring berjalannya waktu.

5. Sediakan Banyak Waktu untuk Anak Anda
Luangkan waktu yang banyak agar bisa mengubah kepribadian si kecil. Sering-seringlah memeluk serta mengajak mereka bermain agar dia semakin dekat dengan Anda. Ajarkan dia menggunakan tangan secara lembut hingga anak benar-benar bisa mempraktekannya.

“Plok!” telapak tangan si kecil mendarat keras di lengan kanan temannya, karena kesal lantaran mobil balap favoritnya diambil temannya tanpa permisi. Memukul merupakan reaksi alami saat seseorang anak merasa kesal, marah, atau frustasi. Maka, tidak aneh jika di usia ini anak-anak sering saling pukul. Hal ini bisa dimaklumi karena:

 1) Belum tahu bagaimana cara yang tepat mengekspresikan rasa marah atau kesal;

2) Mulai menyadari fungsi dan kekuatan tangannya. Dengan memukul, ia tahu reaksi lawannya;

 3) Belum bisa bicara. Bicara adalah ekspresi verbal. Anak yang belum bisa bicara menggunakan bahasa tubuh untuk menyampaikan maksudnya;

4) Kelebihan energi dan tidak tahu cara menyalurkannya;

5) Tidak tahu akibat dari pukulannya terhadap korban.

Meski anak punya alasan untuk memukul, bukan berarti Anda mengizinkannya main pukul untuk mengekspresikan perasaan atau menyalurkan kelebihan energinya. Berikut ini, iniopiniku.com akan berbagi kepada Anda bagaimana cara bijak mengatasi kebiasaan anak yang suka main pukul.

Hindari Teriakan“Jangan Pukul!” Teriakan Anda bukanlah cara yang tepat untuk melarang. Anda perlu bicara tegas, diikuti penjelasan, tapi bukan berteriak. Misalnya, “Nah, jangan pukul temannya, ya. Karena temanmu bisa sakit.” Dari cara ini, anak dapat mendengar pesan Anda dan mencerna penjelasan Anda tanpa perlu harus mendengar teriakan Anda.

Ganti Pukulan Dengan Kalimat. Ganti perilaku memukul dengan cara lain. Misalnya, ajarkan ia kata-kata seperti “Jangan ambil!”, “Ini punyakku!”, “Tidak Boleh!” atau “Pergi!”. Sehingga saat teman si kecil merebut mainan yang sedang dimainkan, ia dapat mengatakan kata-kata itu, sebagai bentuk pembelaan dirinya, bukan memukul.

Ikuti Program Disiplin Anak (PDA) terdekat di kota Anda. PDA adalah program Pendidikan Orangtua yang dirancang khusus untuk orangtua yang memiliki anak usia 0-12 tahun atau siapapun yang terlibat dalam pengasuhan anak usia 0-12 tahun. Durasi program 1 hari dengan dari pukul 08.00 – 17.00 Program ini membahas teknik-teknik dasar mengatasi perilaku-perilaku dasar anak yang tidak diharapkan dan mendorong perilaku anak yang diharapkan.

Telah banyak program parenting atau pendidikan keorangtuaan hadir, tapi program ini adalah sebuah program pendidikan orangtua terpadu satu-satunya dan pertama di Indonesia dan Malaysia yang telah disusun dengan modul-modul yang sistematis dan telah teruji di 24 propinsi lebih dari 70 kota di Indonesia dan beberapa negeri di Malaysia. Program pendidikan orangtua ini juga sudah diselenggarakan di beberapa kota di mancanegara .

MENGAPA PENTING? 

Karena sebagian besar anak belum sempurna akalnya, hampir semua anak saat merasa dirugikan melakukan salah satu perbuatan berikut: menangis, berteriak, rewel, ngamuk, mendorong, menarik, menjambak, melempar barang, menendang atau bahkan memukul.

Semua anak fitrahnya pada kebaikan, tapi karena anak belum terampil berbuat baik, maka hampir semua anak melakukan ujicoba perilaku dan setelah itu menguji respon orangtua dengan cara: tidak melakukan yang diperintah orangtua atau tidak berhenti dari yang dilarang orangtua.

Saat anak berbuat buruk, sebagian orangtua menghentikkannya dengan pola berulang: MEMBUJUK/MENASIHATI – MEMBENTAK – MEMUKUL. Awalnya orangtua akan MEMBUJUK ATAU MENASIHATI. Jika tidak didengarkan lalu orangtua MEMBENTAK. Dan jika tidak didengarkan juga akhirnya sebagian orangtua melakukan tindakan kekerasan pada anak: MENCUBIT, MENJEWER ATAU BAHKAN MEMUKUL ANAK.

Lalu, sebagian orangtua yang melakukannya memvonis dirinya sebagai ORANGTUA YANG TIDAK SABARAN atau EMOSIAN! Padahal yang sebenarnya terjadi adalah bukan orangtua yang tidak sabaran atau emosian, tapi karena orangtua belum dapat menghentikkan perbuatan buruk anak.

Meski sebagian besar orangtua sejak ‘jaman batu’ juga tahu bahwa membentak, mencubit atau memukul anak adalah perbuatan negatif, karena sebagian orangtua belum mengetahui cara untuk menghentikkan perbuatan buruk anak maka orangtua terus terjebak melakukan kekerasan pada anak?  Apakah jika anak berhenti berbuat buruk, orangtua masih melakukan tindakan negatif tersebut?

APA YANG DIPELAJARI? 

Program PDA adalah program yang sangat aplikatif, mudah diterapkan, tidak bertele-tele dan tidak memerlukan pemahaman yang ribet untuk menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di Program Pelatihan Orangtua PDA, orangtua diajak untuk mencari solusi praktis atas perilu buruk anak:

– Anak Lelet di pagi hari- Sering telat bangun dan telat sekolah- Tidak patuh, susah diberitahu, membantah, membangkang orangtua- Konsumtif, tukang jajan – Kecanduan nontol televisi, internet, game, playstation- Anak sering mengejek, berkata kotor- Suka berantem dengan menyakiti- Anak suka mukul, menggigit, mendorong, mencubit- Susah mandi, makan, sikat gigi – Susah diajak melakukan rutinitas harian- Selalu ingin dituruti keinginannya- Anak gampang rewel dan tukang ngamuk

APA KATA MEREKA?

Tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga motivasi dan contoh aplikatif untuk masalah orangtua-anak

Sangat nyata & konkret sesuai kehidupan kita.

Menggugah, bermanfaat, contoh-contoh konkrit dan atraksi Abah Ihsan yang nyata sekali

Luar biasa! Ternyata tak perlu bersuara keras-keras  untuk mendisiplinkan Anak )

Tidak hanya teori-teori tetapi diikuti dengan contoh-contoh yang sering terjadi pada diri anak! Cara penyampaian begitu interaktif dan tidak membosankan.

Alhamdulillah ada poin-poin yang saya terapkan  memang benar BERHASIL saya lebih bisa lagi mengendalikan & menguasai anak saya & anak didik saya.

Bagus, ternyata penerapan disiplin tidak selalu berakhir dengan sesuatu yg menegangkan. Anak-anak merasa nyaman, orangtuanya lebih tenang

Mudah diaplikasikan dalam kehidupan serta sesuai dengan real. Disini kami dapat ilmu itu.

Saya jadi tahu apa yang harus dikerjakan selain berteriak, memukul, atau membentak anak.

Menarik, bagus banget. kalau semua orang tahu bagaimana mengatasi anak yang tidak disiplin, mungkin tidak akan ada anak-anak yang terdzolimi

Bahagia…., Full inspirasi bagi orangtua untuk mendidik anak dengan cara yang tidak memerlukan kekerasan, bentakkan dll.

Cara Mengatasi Anak Yang Suka Memukul

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com