Cara Mengasah Otak Anak

Cara Mengasah Otak Anak

kids study brain

Kemampuan anak memperhatikan atau berkonsentrasi, pengendalian impuls, daya ingat serta kemampuan perencanaan anak. Keempat aspek tersebut dapat dilatih dengan melakukan berbagai kegiatan di rumah bersama Anda. Kegiatan berikut ini tidak hanya melatih otak anak, tapi juga mempererat hubungan Anda dengan si kecil.

1. Menggambar dan Mewarnai Saat menggambar dan mewarnai, anak-anak diharuskan untuk berkonsentrasi. Anak-anak pun melibatkan semua anggota tubuh, pikiran serta perasaan mereka secara bersamaan sehingga membuat mereka memahami bagaimana menggunakan kekuatan otak mereka saat melakukan aktivitas ini.

2. Bercerita Bercerita atau yang sering disebut storytelling, ternyata lebih dari sekadar pengantar tidur anak. Dengan mendengarkan Anda bercerita, anak akan terlatih untuk memberikan atensi atau berkonsentrasi pada apa yang Anda katakan. Selain itu, mendengarkan cerita dapat menstimulasi bagian otak yang berbeda dengan bagian otak yang terstimulasi ketika anak membaca buku bergambar. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan kemampuan mengingat anak.

3. Apa ini? Apa itu? Coba isi sebuah kantung kain dengan beberapa jenis mainan. Anda dapat memberikan tema dari mainan tersebut, misalnya hewan, alat transportasi, dan sebagainya. Lalu tantang anak Anda untuk menebak beberapa mainan di dalam kantung dengan cara merabanya. Anda bisa membiarkan anak Anda merabanya dari luar kantung ataupun dari dalam dan menyuruhnya untuk menutup mata. Permainan ini membutuhkan daya ingat serta kemampuan anak untuk menghubungkan informasi sensor anak dengan pengetahuannya terhadap bentuk tersebut.

4. Bermain Detektif Perkenalkan anak Anda kepada sebuah benda, lalu sembunyikan benda tersebut. Tantang anak untuk menemukkannya dengan memberikan beberapa petunjuk yang membawanya lebih dekat kepada benda tersebut. Permainan interaktif ini sangat membantu anak dalam mengasah kemampuan perencanaannya. Anak harus menghubungkan petunjuk verbal dengan hal-hal yang ia lihat di sekitarnya, serta menyesuaikan rencana mereka dengan bertambahnya informasi yang ia dapat dari Anda.

5. Memasak Bersama Tidak dapat dipungkiri anak-anak sangat suka makanan ringan yang manis seperti cookies atau biskuit. Hal ini dapat Anda manfaatkan dengan mengajaknya membuat kue bersama. Memasak dengan mengikuti sebuah resep melatih anak untuk bekerja dengan perencanaan dan terus memperhatikan langkah selanjutnya dalam perencanaan tersebut.

6. Bermain Peran Memerankan seseorang dalam sebuah drama melatih daya ingat anak. Anak diharuskan menjadi seorang karakter serta menyesuaikan dialog dengan keadaan dan plot yang berkembang. Hal ini juga dapat melatih pengendalian diri anak serta memaksa anak untuk berfikir secara fleksibel. Tidak harus bermain peran di sebuah drama pertunjukkan. Permainan peran di rumah seperti permainan dokter-pasien dan polisi-penjahat pun cukup untuk mengasah empat aspek fungsi eksekutif anak.

7. Playland Anda tidak harus pergi ke taman bermain untuk bermain rintangan bersama anak. Anda dapat menyusun taman bermain karya Anda sendiri dengan menggunakan beberapa barang di rumah seperti sofa, kursi makan, meja, dan sebagainya. Permainan ini menantang anak untuk berpikir kreatif dalam menghadapi rintangan yang berbeda-beda dalam usaha mencapai garis finish. Kegiatan ini juga dapat melatih anak dalam mengontrol gerak tubuh serta merencanakan pergerakan fisiknya.

Jika menginginkan anak dengan kecerdasan multipel harus dilakukan perangsangan sejak bayi setiap hari pada semua sistem indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan), dengan mengajak berbicara, bermain untuk merangsang perasaan dan pikiran, merangsang gerak kasar dan halus pada leher, tubuh, kaki, tangan dan jari-jari atau disebut stimulasi dini.

Stimulasi dini yang dilakukan oleh orang tua berbeda-beda tergantung usia anak. Cara stimulasi dini yang tepat untuk mengembangkan kecerdasan anak dikutih dari www.idai.or.id adalah berikut ini:

  • Umur 0 – 3 bulan Pada usia ini bayi membutuhkan rangsangan untuk membuat mereka nyaman. Anda harus sering menggendong dan memeluk bayi, mengajak berkomunikasi lewat tatapan mata, senyuman, mengajak berbicara, menarik perhatian anak dengan memperdengarkan musik, suara, dan benda-benda berbunyi. Bayi juga harus diberi rangsangan visual berupa memberikan mainan yang menarik dan mencolok, dan mengajaknya untuk menggapai mainan tersebut. Aktivitas bayi juga mulai ditingkatkan posisi tengkurap dan mengguling bayi ke dua arah kanan dan kiri.
  • Umur 3 – 6 bulan Rangsangan pada bayi ditambah dengan posisi duduk selain tengkurap dan telentang dua arah. Rangsang anak untuk mengenali wajah dengan media cermin. Tambahkan pula permainan tebak-tebakkan atau ‘cilukba’.
  • Umur 6 – 9 bulan Pada usia ini bayi sudah dilatih untuk berdiri dengan berpegangan pada tiang atau meja, ajaklah duduk sesering mungkin saat bermain tidak hanya telentang. Latih bayi menyebutkan nama dirinya dan orang-orang terdekat, gerak tubuh juga ditambah dengan bertepuk tangan. Dengan membacakan dongeng juga melatih bayi memulai daya imajinasi mereka.
  • Umur 9 – 12 bulan Latihan mengucapkan namanya, ayah-ibu sesering mungkin, tingkatkan kemampuan berjalan walaupun masih berpegangan untuk latihan berdiri tegak. Permainan  cerdas bisa Anda lakukan misalnya bermain bola, mengisi air ke dalam bejana. Biasakan bayi tidak lagi minum dari botol tetapi dari gelas.
  • Umur 12 – 18 bulan Pada usia ini, bayi sudah mulai menunjukkan respon dalam permainan, sehingga tingkatkan pola permainan pada bayi untuk mengasah kecerdasan otak mereka. Permainan tersebut bisa berupa membuat rumah-rumahan dari balok, bermain puzzle sederhana, belajar menulis atau sekedar menggambar bebas dengan media pensil warna. Ajak anak untuk sering berdiri dengan berjalan baik maju ataupun mundur, bermain bola melalui menendang untuk merangkan syaraf pada kaki, memanjat mainan tangga. Latih bayi untuk bisa melepas celana atau kaus nya sendiri. Dengan begitu bayi akan banyak merespon perintah-perintah kecil yang Anda utarakan.
  • Umur 18 – 24 bulan Ajaklah bayi berkomunikasi dengan mengenalkan anggota tubuh. Misalnya menunjuk kepala, pundak, hidung, kaki, mata dan sebagainya. Memperlihatkan cerita bergambar, atau kumpulan gambar buah, hewan dan benda sehari-hari. Latih gerak motorik tangan dengan membuat garis, berlatih mencuci tangan sendiri, latihan melempar bola.
  • Umur 2 – 3 tahun Kenalkan pada bayi nama-nama warna, menghitung jumlah benda, bermain kartu bergambar, membuat garis dan bentuk, bermain boneka, latihan menyebutkan nama-nama untuk meningkatkan daya ingat, membiasakan bayi buang air kecil di toilet.
  • Setelah umur 3 tahun Pada usia ini anak seharusnya sudah mampu melakukan semua kegiatan diatas sehingga Anda hanya perlu mengembangkannya dan mempersiapkan diri untuk masuk ke lembaga sekolah. Anak juga mulai dilatih dikenalkan huruf dan angka dan mengajaknya menulis dan berhitung secara sederana. Pada usia ini latihlah anak untuk mandiri, dan tahu perintah-perintah sederhana.

Cara Mengasah Otak Anak

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com