Cara Melatih Anak Lepas dari Pampers

Cara Melatih Anak Lepas dari Pampers

 Painless-Potty-training

Cara melatih setiap anak-anak yang satu dengan yang lainnya tidaklah sama karena antara anak yang satu dan yang lainnya mempunyai kebiasaan dan perilaku yang berbeda pula. Pergi dengan tidak menggunakan pampers merupakan cara atau metode  yang cukup baik untuk melatih anak tapi kemungkin cara ini tidak bekerja untuk anak yang sudah terbiasa memakai pampers sehai-harinya.

Untuk awalnya jangan langsung memaksa anak untuk tidak memakai pampers lagi, karena pasti si anak akan tidak mau karena sudah terbisa BAB dan buang air kecil di pampers, tapi cobalah dengan satu  hari anak Anda memakaikan pampers, kemudian hari berikutnya tidak memakaikannya.Atau Anda  dapat menempatkan anak Anda di toilet selama program televisi favoritnya berlangsung. Tapi Anda perlu ingat, setiap anak pasti memiliki tingkat keberhasilan yang berbeda dan  bervariasi.

Kecelakaan pada saat pengenalan  potty training hampir  tak terelakkan selama prosespengenalan potty training. Dan apabila hal ini terjadi, janganlah langsung menegur anak Anda, karena hal ini akan menyebabkan anak Anda malas untuk berlatih potty training lagi. Selain alasan tersebut, mungkin saja ada penyebab atau alasan lain yang sering menyebabkan kecelakaan toilet sering terjadi pada anak Anda. Adapun beberapa alasan yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:

  1. Anak Anda merasa sulit dan merasa asing dengan pengaturan penyesuaian diri dengan potty training.
  2. Jika Anda menitipkan anak Anda pada sebuah pusat penitipan anak yang baru, Anda harus memilih pusat penitipan anak yang fleksibel untuk rutinitas kegiatan anak Andasehari-hari.
  3. Anak Anda menginginkan perhatian dari Anda.  Anak-anak lebih cenderung untuk lebihmendapatkan semangat atas semua hal yang dia kerjakan. Berhati-hatilah saat anak Anda merasakan kegembiraan, karena hal ini bisa menyebabkan kecelakaan toilet terjadi. Kegembiraan yang berlebihan yang dirasakan anak Anda  merupakan salah satu wujud nyata dari anak Anda yang menginginkan perhatian dari Anda.

Berikut adalah tips pribadi saya yang merupakan kunci untuk sukses potty training dan melatih anak untuk tidak menggunakan pampers lagi.  Tapi perlu diingat ya, bahwa tingkatkeberhasilan tergantung pada anak Anda.

Perkenalkan toilet kepada anak Anda sejak dini.

Setiap pagi setelah dia bangun tidur mulailah membiasakan anak Anda langsung ke toilet untuk buang air kecil. Untuk awal tetap memakainnya pampers, tapi beberapa jam kemudian latihlah anak Anda dengan mengajaknya ke toilet untuk buang air kecil, lakukan selama beberapa hari. Setelah Anda yakin proses ini berhasil mulailah dengan tidak memakainnya pampers, tapi tetep beberapa jam kemudian Anda harus untuk mengajaknya ke toilet. Pastikan anak anda merasa nyaman dengan cara ini.

Yang perlu diingat adalah jangan Anda mengubah kebiasaaan yang sudah Anda lakukan yaitu jika sudah tidak menggunakan pampers ke toilet, jangan Anda kembali menggunakan pampers untuk anak Anda lagi. Untuk malam hari sebelum tidur, lakukan hal yang sama ajak anak Anda untuk buang air kecil dulu sebelum dia tidur, ini melatih supaya anak Anda tidak ngompol pada waktu tidur.  Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa melatih balita akan lebih cepat berhasil jika mereka tidak dilatih dengan tidak  beralih bolak-balik antara popok, celana training, atau toilet.

Berikut cara untuk melatih buah hati:

1.Contohkan aktivitas bertoilet.

Berikan contoh kepada anak tentang akitivitas bertoilet, baik buag air kecil ataoupun besar, cuci kaki dan tangan. Dengan ini bertujuan untuk anak memahami tempat untuk bersih- bersih tubuh adalah toilet.  Pemahaman ini sangat baik untuk melatihnya melakukan toilet training.

2. Minta anak memberi tahu jika mau buang air kecil atau besar.

Meski kemampuan bicaranya masih terbatas, namun kita dapat melatih kata kunci pada saat ia akan buang ari keci “pipis”l ataupun besar “pub” dengan  berulang-ulang anak pun akan terbiasa. Kita dapat melihat dari ekspresi wajah, memegang perut atau alat kelamin, diam di sudut ruangan, dan lainnya. Butuh kesabaran ekstra karena kerapkali anak memberi tahu setelah ia buang air kecil atau besar. Kuatkan hati dan teruslah mengarahkan anak, lambat laun pasti berhasil.

3. Lihat pola berkemihnya. 

Berapa jam sekali biasanya ia pipis. Jika sudah tahu waktunya, maka beberapa menit sebelumnya ajak anak ke toilet. Selain membiasakan buang air kecil di toilet, juga menumbuhkan motivasi anak agar terus melakukannya dengan baik. Anak akan merasa bangga jika ia diperlakukan sebagai orang dewasa.

4. Bangun tengah malam.

Sulit bagi batita untuk tidak mengompol saat tidur malam, tetapi kita bisa mengatasi dengan mengajaknya untuk pipis sebelum tidur, tidak tidur sambil minum susu, dan siap bangun tengah malam untuk mengajaknya pipis di toilet. Khusus bangun malam, butuh kesabaran tinggi karena tak mudah melakukannya. Biasanya anak rewel karena ia sedang mengantuk atau sebaliknya ia malah tidak mau tidur lagi sehingga membuat orangtua ikut bergadang. Namun, kita juga perlu melihat kesiapan anak, biasanya di awal proses pembelajaran, membangunkan anak untuk pipis di toilet tidak dilakukan.

5. Beri penghargaan.

Jika anak mampu melakukan toilet training, ingatlah selalu untuk memberinya penghargaan. Misal, ia mampu menahan pipisnya hingga ia mampu menyampaikan keinginan pipis atau pup dan tidak mengompol. Penghargaan bisa berupa pujian, kecupan, pelukan, atau belaian.Setelah itu, beri ia semangat untuk melakukan toilet training lebih baik lagi.

6. Harus konsisten.

Lakukan pelatihan secara konsisten dan terus menerus sehingga anak bisa terus belajar dan memperbaiki kesalahannya. Jika tak konsisten, misal, kita sering membiarkan anak pipis sembarangan, akan membuat pelatihan tidak efektif. Anak pun bingung, mana yang harus ia lakukan. Akhirnya, pelatihan pun menjadi sangat lama dan bisa saja tak berhasil.

Beberapa tips tambahan:

1. siapkan celana ganti yang banyak, apalagi jika anak anda bayi kembar. Kecuali jika anda bisa telaten langsung cuci en mengeringkan celana yang baru kena BAB mereka. Tapi insya Allah, ini cuma sebentar. Nanti lama-lama, satu celana bisa awet nggak bocor sampe jadwal mandi sore:)

2. Saling pengertian dengan suami. Kalau suami jarang di rumah, berarti anda harus siap mengandalkan diri sendiri. Kecuali jika tugas rumah lain dihandel pembantu atau ada sanak kelaurga yang membantu.

3. Rutin dan disiplin. Jangan hari ini lepas popok, besok pakai popok, besoknya lagi lepas. Itu hanya membuat anak anda bingung.

4. Di malam hari, sebaiknya kasur dialasi plastik atau pelapis anti tembus. Karena seringkali anak malas bangun tengah malam untuk buang air atau ngompol saat tidur. Sebaiknya, sebelum tidur, bawa si kecil ke toilet utk buang air terlebih dahulu.

5. Kenali kapan tepatnya anak harus BAB/BAK. Kalau Azka-Ahda, jadwal pipisnya pasti sehabis bangun tidur, menjelang mandi pagi, sebelum tidur, dst. Kalau BAB, yang pasti kalau sehabis minum susu di pagi hari, Azka Ahda langsung BAB 😀 DI luar itu, anda harus pandai2 memperkirakan, seperti jika anak anda kebanyakan minum, atau udara sedang dingin, dan situasi lain yang membuat anak ingin buang air.

Hindari Penggunaan Pampers Terus Menerus

Bagi anak kecil dan mungkin jika masih tergolong balita, maka akan banyak hal berlangsung secara spontan di luar kontrol anak tersebut, karena memang belum memiliki nalar dan pemahaman logika yang cukup. Balita secara normal hidup dalam fase pertumbuhan badan dan sedikit peningkatan kecerdasan. Anak balita harus tumbuh dan hidup dalam pengawasan orang tua atau orang dewasa lainnya.

Pada saat ini, aktivitas yang dilakukan mungkin berupa tidur, bangun, makan bubur, minum susu, bermain-main, tentu saja semua dengan segala keterbatasannya. Artinya ada balita yang hanya bisa tidur berbaring saja, ada yang sudah bisa bergerak menelungkup, ada yang bisa merangkak atau ada yang sudah bisa berjalan.

Dalam beraktivitas seperti ini, kebutuhan naluriah balita akan selalu dia inginkan. Jika dia merasa haus atau lapar, tentu saja akan mencari ibunya untuk menyusui atau mencari botol minumnya. Selain itu juga kalau merasa ingin buang air, baik buang air kecil maupun buang air besar, baltia akan langsung melakukannya secara spontan. Dia tidak peduli soal waktu, lokasi dan situasi yang saat itu dihadapi. Tentu saja hal ini sesuatu yang normal dan patut diterima bagi orang tua balita tersebut.

Kalau balita sudah buang air, maka orang tua atau pengawas balita tersebut harus cepat membersihkan baju atau celana yang dikenakan, kain alas berbaring atau lantai , sehingga balita dapat bersih dan merasa nyaman kembali. Bagi orang tua, tindakan membersihkan dengan cepat dapat menjamin lingkungan yang bersih, nyaman dan sehat, serta tidak bau.

Proses buang air oleh balita dan aktivitas mengganti celana atau kain ini dalam sehari bisa terjadi berulang kali. Hal ini memaksa para orang tua untuk memiliki bahan dalam jumlah yang mencukupi. Segera setelah kotor makan kain dan celana yang kotor ini hendaknya dicuci dan dikeringkan kembali sehingga dapat digunakan seterusnya.

Kendala yang mungkin terjadi adalah jika berlangsung saat musim hujan. Kondisi udara yang dingin memungkinkan proses buang air oleh balita menjadi lebih sering terjadi, sementara proses pengeringan baju dan kain yang telah dicuci akan menjadi lebih lama.

Untuk mengatasi hal ini maka banyak orang tua memilih untuk membeli pampers bagi balitanya. Pampers ini dapat berupa lembaran kain dengan bahan spons yang berada di dalamnya. Bahan spons ini mampu menyerap air dan tidak tembus keluar. Pampers dibuat dengan tujuan pemakaian sekali pakai dan setlah itu harus dibuang (disposable). Dengan penggunaan pampers ini maka balita tetap dapat melakukan hajat hidupnya untuk buang air dengan leluasa, sementara kebersihan celana dan kain tetap terjaga kering.

Tentu saja karena alasan kapasitas penyerapan spons pada satu pampers yang terbatas, serta alasan kesehatan, penggunaan pampers harus sering diikuti dengan pergantian setiap beberapa waktu tertentu. Jangan sampai pampers yang sudah terkena kotoran tetap dipakai sampai jangka waktu lama, karena akan menyebabkan banyak bakteri dan jamur datang, serta mungkin mengakibatkan terjadinya iritasi pada kulit balita.

Mengingat alasan kepraktisan penggunaan pampers ini maka banyak orang tua sekarang ini memilih untuk menggunakan produk ini. Dari sini jelas kegiatan mencuci celan dan kain balita menjadi berkurang. Kegiatan membersihkan alas tidur dan lantai juga lebih mudah daripada saat balita tidak menggunakan pampers. Hal yang kemudian menjadi tidak disadari adalah penggunaan pampers ini bisa menjadi kebiasaan rutin dan dianggap harus digunakan balita sepanjang waktu selama 24 jam.

Kebiasaan ini bila ditinjau dari kesehatan sebenarnya tidak baik, karena gerak balita biasanya menjadi kurang nyaman, serta sirkulasi kontak udara untuk bagian tubuh yang tertutup pampers menjadi kurang. Apalagi jika orang tua lalai untuk menjaga bagian tubuh balita tetap kering dan tidak lembab. Efek yang paling mungkin adalah terjadinya iritasi pada kulit di daerah pinggang atau paha bayi.

Di masyarakat, isu penggunaan pampers banyak menjadi bahan pertanyaan karena banyak dugaan negatif yang memang sangat mungkin. Dari beberapa forum diskusi online dan Yahoo Answer ada ulasan yang terkait hal ini.Contoh isu yang ada adalah :

  • Anak laki2 kalo terlalu sering pake pampers/nappy/diaper akan berpengaruh pada sistem reproduksinya kelak, soalnya testisnya kan panas jadi produksi spermanya
  • Bisa bikin anak jalannya ngengkang
  • Bisa bikin kaki anak berbentuk O

Penggunaan pampers untuk balita ini hendaknya menjadi perhatian para orang tua, khususnya untuk memilih waktu-waktu tertentu saja. Jadi pampers bukan untuk digunakan terus menerus selama 24 jam. Mungkin perlu dipilih waktu saat pagi hari dimana balita sehabis mandi untuk diajak beraktivitas pagi, saat ada tamu berkunjung, saat balita diajak keluar untuk bepergian. Di luar masa-masa itu, balita lebih baik untuk menggunakan popok atau celana kain biasa.

Dengan menerapkan kebiasaan ini, selain pertimbangan kesehatan, sebenarnya ada alasan lain yang mungkin dapat menjadi pertimbangan. Penggunaan pampers terus menerus akan menyebabkan pengeluaran semakin banyak. Jika dikurangi maka uang pengeluaran dapat dialihkan untuk pembelian susu atau makanan bayi saja.

Bahaya popok sekali pakai!

bahwa adanya zat kimia berbahaya pada popok disposable seperti

  1. Traces of Dioxin,

    zat kimia berbahaya, produk sampingan dari proses pemutihan kertas. Dioxin ini adalah penyebab kanker nomor satu. Dioxin sudah dilarang di banyak negara maju, tapi tidak tahu di Indonesia sudah terlarang kah?

  2. Tributyl-tin (TBT)

    pollutan beracun yang diketahui menyebabkan masalah hormonal di manusia dan binatang

  3. Sodium polyacrylate,

    polimer berdaya serap super (Super Absorbent Polymer/SAP) yang menjadi jelly saat terkena cairan. Sejak tahun 1980 diketahui bahwa bahan ini meningkatkan resiko toxic shock syndrome.

Juga disebutkan bahwa suhu testis bayi laki-laki meningkat saat menggunakan popok disposable dan penggunaan popok disposable dalam jangka panjang beresiko anak tersebut menjadi mandul.

Impact terhadap lingkungan hidup dari pemakaian popok disposable ini juga sangat besar:

  1. Instruksi membuang popok ke toilet ternyata jarang dipatuhi para orang tua. Mereka suka membuang popok bersama dengan popok disposable tersebut ke pembuangan sampah.

  2. Tidak diketahui berapa lama popok disposable bisa di degradable oleh bumi, mungkin 250-500 tahun lagi

  3. Limbah popok disposable banyak dan juga perlu lebih banyak bahan baku kayu

  4. Efek samping dari penggunaan popok disposable adalah alergi, merah-merah gatal (ruam) pada pantat bayi (nappy rash).

Selain itu biaya yang harus dikeluarkan orang tua juga besar, selama 2 tahun, seorang anak membutuhkan kira-kira 6000 pcs diapers, kalikan saja dengan Rp 2000,-/pcs popok disposable jadi total sekitar Rp 12jt harus dibuang ke tempat sampah (kalau pospak pull-up, hitungan menjadi Rp 3000,-/pcs, karena pospak celana pull-up harganya lebih mahal). Dari hitungan volume sampah, sekitar 6000 pcs x 150gram popok bekas pakai yang sudah dipipisi = 900kg sampah.

Untuk informasi hemat dan issue lingkungan, artikel DiaperFact tersebut masuk akal, bagaimanapun juga ini adalah pilihan kita sebagai orang tua. Bukankah lebih baik kembali ke alam ?

Mungkin ada Ayah Bunda yang belum siap beralih ke popok kain karena ‘mitos’ ribet/bocor harus ganti tiap kali pipis sekarang popok kain telah berevolusi menjadi lebih modern. Popok kain modern semudah popok disposable, tidak bocor, lebih aman, lebih ramah lingkungan dan jauh lebih hemat. Cobalah dengan 1 Popok Kain Modern (merek apapun), demi anak kita demi kantong Anda dan demi Bumi kita.

 Cara Melatih Anak Lepas dari Pampers

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com