Bijak Memuji Anak

Bijak Memuji Anak

a

Memberikan pujian bagi anak adalah hal yang wajar dilakukan. Bahkan, tiap orang tua memang perlu memberikan pujian bagi anak sebagai bentuk apresiasi jika anak berhasil melakukan sesuatu dengan baik. Anak akan merasa bahwa pujian adalah tanda ia diterima, dicintai, dan pada akhirnya ia akan selalu berusaha untuk mendapat pujian lagi. Namun,anak bisa kecewa jika suatu ketika mengetahui bahwa ia tak sehebat yang ia kira. Ini bisa terjadi jika anak terlalu sering menuai pujian untuk hal-hal yang sebenarnya biasa saja dan normal dikuasai anak seusianya.

Misalnya, zaman sekarang sudah lumrah anak batita mulai bermain dengan gadget, tapi cukup banyak orangtua yang memuji-muji anaknya pintar karena pada usia 3 tahun sudah mahir menggunakan komputer tablet. Saat anak mulai sekolah dan tahu bahwa teman-teman seusianya juga mahir menggunakan gadget, ia bisa merasa tak lagi pintar.

perasaan kompeten itu muncul dari dalam diri anak, bukan dari pujian. “Orangtua tak perlu memuji jika anak melakukan sesuatu yang memang sudah menjadi tanggung jawabnya atau normal dilakukan anak seusianya. Kapan sebaiknya memuji? Ketika anak terlihat menonjol dalam melakukan sesuatu dibanding anak-anak seusianya.”

Hindari juga pujian yang memberi label, bahkan label positif sekalipun, seperti “Kakak anak Mama yang pintar. Adik anak Mama yang cantik.” Hal tersebut bisa berdampak kurang baik bagi anak. Kenapa? Karena anak akan selalu berusaha hidup sesuai label tersebut untuk membuat orangtuanya senang, mencintai, dan menerimanya. Pada akhirnya, label tersebut bisa menjadi tekanan bagi anak ketika ia merasa tidak sesuai dengan label yang dilekatkan pada dirinya.

Daripada memberi pujian yang cenderung melabeli, coba berikan pujian yang sifatnya situasional, seperti misalnya: “Wah, ulangan IPA Kakak dapat nilai bagus! Kalau Kakak rajin belajar, pasti sering dapat nilai bagus seperti ini!” atau “Sekarang Adik sudah bisa pilih baju sendiri ya. Adik manis sekali, deh, memakai rok merah itu”.

 

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan jika Anda memberikan pujian kepada anak Anda adalah :

  • Anak-anak yang dipuji secara berlebihan untuk hal kepintaran kemungkinan akan menghindari tantangan baru yang lebih sulit. Selain itu jika anak mendapat pujian karena kecerdasan atau kepintaran, anak akan cenderung menyamakan hasil positif dengan kecerdasan dan merasa cerdas atau pintar kendati dia hanya mengerjakan sesuatu yang baik. Begitupun sebaliknya jika si anak menemukan hambatan, kemungkinan dia akan menganggap bahwa dirinya kurang pintar sehingga kehilangan minat untuk belajar. Kecuali jika Anda memuji usaha anak Anda maka akan mendorong dia untuk terus berusaha keras dan mencari tantangan dan menguatkan jika sang buah hati Anda menemukan kesulitan.
  • Anak yang mendapatkan pujian secara berlebihan, dapat mempertanyakan kemampuannya sendiri. Sebuat riset menunjukkan, jika Anda memberikan pujian yang berlebihan pada tugas yang mudah, yang mereka pikirkan adalah Anda sama sekali tidak menganggapnya kapabel. Dengan menyebutkan tantangan yang berhasil diatasinya, Anda menunjukkan ke anak Anda bahwa Anda menghargai kemajuannya sama tingginya dengan keahliannya. Hal ini sangat penting untuk membuat anak merasa senang dengan proses pembelajaran dan mendorongnya untuk terus menantang dirinya lebih lanjut. Pujian ini juga menanamkan rasa percaya diri dan mencegah rasa frustasi dengan terus mengingatkan anak Anda tentang semua sukses yang pernah diraihnya.
  • Jangan membandingkan anak Anda dengan superstar. Hal ini akan berpotensi membuatnya frustasi. Setiap kali Anda menetapkan tuntutan yang tinggi pada anak Anda, Anda bisa membuat anak putus asa jika gagal. Dukungan yang tepat dari orang tua adalah dapat membantu anak sukses dengan caranya sendiri dan dengan ukurannya sendiri.

Berikut adalah cara mengkritik yang lebih bijak :

  • Hindarilah generalisasi. Jika Anda melakukan kritikan secara umum bukan pada pokok masalah dapat membuat anak kehilangan semangat. Kritikan pada pokok masalah akan membuat anak Anda lebih fokus pada permasalahan yang ada sekaligus mempunyai semangat untuk memperbaikinya.
  • Sebutkan kesalahan Anda sendiri. Cara terbaik untuk mengajari anak agar tidak takut jika melakukan kesalahan adalah dengan menunjukkan bahwa ayah dan ibunya juga banyak melakukan kesalahan dan dapat memperbaiki kesalahan tersebut.
  • Tunjukkan caranya. Kadangkala Anda bisa memberikan contoh cara memperbaiki kesalahan yang telah dia lakukan.
  • Fokus pada masa depan. Daripada mengingatkan terus menerus kesalahannya di waktu lalu, lebih baik fokus pada apa yang bisa dilakukan di masa depan untuk mendapatkan hasil yang baik.
  • Ambil waktu istirahat. Kadang, anak akan mengalami frustasi jika tidak berhasil. Berikan nasihat untuk istirahat sejenak dan dapat mencobanya kembali. Dengan selalu memberikan dukungan, Anda dapat menunjukkan bahwa cara terbaik untuk mencapai tujuan adalah istirahat sejenak kemudian kumpulkan kekuatan untuk meraih apa yangdiinginkan.

 

Banyak terdapat pengajaran dari cerita si katak pekak ini yang boleh kita aplikasikan kepada diri-sendiri dan anak-anak kita.

  1.       Elakkan Kata-kata Negatif

Cerita ini amat bagus untuk diceritakan kepada anak-anak anda sebelum mereka masuk tidur pada malam ini.  Sarankan kepada mereka supaya “memekakkan” telinga kepada semua kata-kata negatif.  Sebaliknya, berusahalah kita sebagai ibu bapa untuk mencari jalan untuk sentiasa memikirkan perkara-perkara yang positif dan menuturkan kata-kata dorongan.  Nescaya ini akan memberi mereka inspirasi untuk melakukan sesuatu dengan lebih bersemangat tanpa mudah berputus asa.

Ini mudah untuk diperkatakan tapi susah untuk dilaksanakan.  Mulakan dengan diri kita terlebih dahulu.  Kadang kala tanpa disedari kita telah menjadi sebahagian dari golongan yang sering mengeluarkan kata-kata negatif kepada anak-anak kita.  Cuba kita imbau kembali bilakah kali terakhir kita membebel dan mengomel tentang sesuatu?  Kita mungkin telah menturkan kata-kata seperti “Kenapa dengan kamu ni?” atau  “Lihat adik kau tu pun boleh buat lagi baik dari kamu!”  Tanpa disedari, ini adalah ayat-ayat negatif yang mampu mengguris hati dan memusnahkan keyakinan anak anak kita.

  1.       Keluarkan Elemen-elemen Positif

Bagi setiap perkataan negatif, mesti ada ada satu perkataan berlawanan yang positif.  Daripada mengatakan “Jangan berlari,” ia adalah lebih bermakna untuk mengatakan “Jalan perlahan-lahan.”  Begitu juga dengan kata-kata seperti “Sila bermain secara senyap-senyap” bukan sahaja lebih sopan, ia juga lebih mudah difahami daripada, “Mengapa kamu begitu bising?”  Terdapat banyak lagi contoh-contoh bagaimana kita boleh mengubah ayat-ayat berunsur negatif kepada perkataan-perkataan yang lebih positif dalam interaksi kita bersama anak-anak.

Tindakan yang paling utama adalah untuk memilih perkataan dengan teliti.  Ia haruslah mudah difahami dan menyarankan tindakan yang jelas yang boleh diambil oleh anak-anak.  Elakkan dari  menggunakan kata-kata negatif walaupun ia membuatkan  kita berasa lebih “berpuas hati” kerana boleh meluahkan perasaan kita yang sedang mendidih ketika itu.  Berilah  tumpuan kepada anak-anak dan tunjukkan kepada mereka dengan cara yang betul dan penuh kesabaran.  Pujilah segala kerja dan perkara yang mereka telah lakukan dengan baik.

Kita akan terkejut gembira kerana kita boleh melihat kesan yang positif dalam masa yang sangat singkat sahaja.  Bahkan tingkah laku mereka akan berubah menjadi  lebih baik dan menjadi lebih bermotivasi dek kasih sayang dan perkataan yang positif tadi.

  1.       Ajarkan Anak-anak Memekakkan Telinga

Ibu bapa boleh meningkatkan daya tahan dalaman anak-anak kita dari segala unsur-unsur negatif di luar sana.  Seperti si katak yang pekak tadi, anak-anak kecil boleh memilih untuk “memekakkan” telinga dari melayan unsur-unsur negatif yang berada di sekeliling mereka.  Berikan amaran kepada mereka bahawa orang sekeliling akan sentiasa mengkritik, mencaci dan selalu ingin menjatuhkan mereka.  Tetapi hanya mereka yang boleh mengawal tindakbalas mereka akan menjadi seperti si katak juara tadi.  Beritahu mereka bahawa mereka sebenarnya mampu untuk memilih samada ingin memenuhi kehendak negatif orang lain atau sentiasa yakin dengan kebolehan diri sendiri.

Ajarkan kepada mereka bagaimana untuk menapis segala perkataan dan kenyataan yang negatif.  Sebaliknya, galakkan mereka memberi tumpuan kepada keupayaan dan kekuatan mereka sendiri.  Sentiasalah berada di sisi mereka di dalam masa mereka memerlukan kita.  Perkukuhkan lagi keyakinan mereka dengan mengatakan bahawa mereka boleh menamatkan perlumbaan dengan jayanya jika mereka meletakkan hati dan fikiran mereka kepada objektif, tanpa mengira apa yang orang lain sedang perkatakan.

  1.       Sentuhi Hati Mereka

Kata-kata pujian dan galakan merupakan unsur yang sangat berkuasa untuk menyentuh hati anak-anak kita.  Sama seperti si katak pekak tadi, ibu bapa dan kanak-kanak boleh bersama-sama menukarkan cemuhan kepada dorongan untuk mendaki puncak yang tertinggi.  Sekali hati mereka  disentuh secara positif, tiada apa lagi yang dapat menghalang mereka daripada mencapai matlamat mereka.

TIPS: Bagaimana Untuk Memberi Pujian dan Galakan Kepada Bayi dan Kanak-kanak Kecil

1.    Tanamkan azam untuk sentiasa memuji anak anda.  Pujian ibu bapa membantu kanak-kanak meninggikan maruah dan rasa keyakinan diri.  Fikirkan tentang ciri-ciri personaliti yang anda mahu tanamkan di dalam diri anak anda.  Galakkan anak anda untuk menjadi seorang yang bertanggungjawab, bertimbang rasa dan menghormati orang lain.

2.     Proses komunikasi berlaku bukan sahaja melalui perkataan tetapi juga melalui ekspresi wajah, gaya bahasa badan dan intonasi suara kita.  Hanya dengan sebuah sanyuman, anak-anak akan berasa teruja dengan perhatian kita.

3.    Pujilah segala pencapaian tertentu anak anda.  Si kecil akan berasa teruja apabila dia mengetahui bahawa anda gembira dengan apa yang telah dibuat atau dilakukannya.  Beri perhatian akan apa yang penting kepada anak anda, bukannya terlalu taksub dengan apa anda mahu anak anda untuk belajar sahaja.  Seorang kanak-kanak akan berasa bangga dan bebas apabila apabila anada menyokong penuh segala kemampuannya untuk berdikari.  Ini akan memupuk sebuah keyakinan diri.

4.     Jadikan memuji anak anda sebagai satu tabiat.  Adalah mudah untuk anda terlalai seketika selepas menjalani satu hari yang memenatkan.  Jadikan amalan untuk sentiasa bertanya mereka tentang hari anak mereka, dan pujilah mereka tentang segala yang telah mereka capai pada hari tersebut.  Si kecil mungkin telah menunggu sepanjang hari untuk menunjukkan kepada anda apa yang dia telah lakukan.

5.    Elakkan membuat perbandingan atau komen negatif.  Jangan memuji anak anda dengan mengkritik kanak-kanak lain, seperti, “Adik melakukan kerja ini jauh lebih baik daripada Aiman.” Juga elakkan dari berkata, “Ya, lukisan ni cantik, tapi takkan ni saja?” Pujilah mereka dengan ikhlas dan dengan cara yang membina dan positif, sesuai dengan kemampuan dan umur mereka.

 Bijak Memuji Anak

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com