Bagaimana Solusi Jika Anak Terkena Diare ?

Bagaimana Solusi Jika Anak Terkena Diare ?

 

anak diare

Balita yang diare biasanya buang air besar lebih dari 3 kali dalam 24 jam, dan fesesnya berair. Sebelum panik membawa balita ke rumah sakit karena fesesnya berair, lakukan perawatan ini di rumah untuk mengatasi diare.    

 

  • Beri minum dan makan.

ASI, kuah sup, jus buah segar, air kelapa dan air putih bersih dari sumber yang aman, dapat menggantikan cairan yang sudah terbuang saat anak BAB. Jika masih menyusu, susui dia lebih sering dari biasanya. Jika anak muntah, sebaiknya tunggu hingga 10 menit, kemudian mulai lagi memberinya minum secara perlahan dan sedikit demi sedikit. Makanan tetap perlu diberikan pada anak yang sedang diare. Meskipun ia menolak, usahakan agar anak mau makan sedikit namun sering. Fungsinya, memberi energi yang surut ketika anak diare serta membantu anak tidak kehilangan berat badan berlebihan. Makanan yang dianjurkan adalah yang lunak, seperti bubur nasi, bubur kacang hijau, ikan atau daging yang dimasak hingga lembut.

  • Larutan oralit. 

Oralit merupakan kombinasi antara garam dengan air putih. Fungsinya membantu tubuh menggantikan cairan yang hilang akibat diare. Anak di bawah 2 tahun membutuhkan seperempat hingga setengah mangkuk oralit, usai ia BAB cair. Gunakan ukuran mangkuk 125 ml. Sedangkan untuk anak di atas dua tahun berikan setengah hingga satu mangkuk oralit. Atau berikan larutan gula dan garam. Buat dengan cara melarutkan air putih dengan enam sendok teh gula yang dicampur dengan setengah sendok teh garam.

Segera ke Rumah Sakit, bila:

  • Diare berlangsung lebih dari 2 hari
  • Beberapa kali mengeluarkan tinja cair dalam 1 jam.
  • Tinja yang keluar berwarna kemerahan, artinya bercampur darah.
  • Sering muntah-muntah.
  • Tubuh anak demam hingga lebih dari 39 derajat Celcius.
  • Anak haus tapi menolak ketika diminta minum cairan atau air.
  • Kedua mata cekung ke arah dalam.
  • Tubuh sangat lemas, bahkan sampai tidak memiliki tenaga.
  • Sering mengantuk atau tidak merespons Anda.

Kapan muncul? Terbanyak dialami anak usia 0 – 2 tahun.

Penyebab: Ada beberapa penyebab diare, yakni virus (sekitar 50 – 70%) Rotavirus, bakteri (25%) E.Coli, shigela vibriocholera, salmonela, serta protozoa (5%) cryptosporidium. Anak bisa tertular kuman-kuman penyebab diare ini melalui makanan yang tercemar.

Akibat: Anak akan kehilangan sejumlah cairan dan elektrolit tubuh karena muntah dan diare yang cair. Anak menjadi dehidrasi, mulai dari dehidrasi ringan sampai dehidrasi berat, bahkan sampai kematian. Pada dehidrasi ringan, berat badan (BB) anak turun sekitar 0 – 5%, namun ia masih bisa beraktivitas (misalnya, jalan-jalan). Pada dehidrasi sedang, BB anak akan turun sebanyak 5 – 10%, ia merasa kehausan dan masih bisa duduk. Jika sudah dehidrasi berat, BB anak turun lebih dari 10%. Selain itu, ia merasa lemas, haus berat dan sering mengigau.

Yang harus dilakukan:
– Mengganti cairan yang hilang dengan pemberian cairan oralit, yang kebutuhannya tergantung dari berat ringannya dehidrasi yang dialami anak.
– Secepatnya memberi nutrisi setelah muntahnya berhenti. Berikan ASI atau pengenalan kembali secara lengkap makanan anak setelah 4 jam rehidrasi. Setelah 4 jam, anak memang dianggap sudah kembali ke BB semula.
– Anak tidak boleh dipuasakan. Teruskan pemberian makanan sesuai umur anakdengan menu yang sama ketika ia sehat. Ini dilakukan untuk mengganti nutrisi yang hilang. Sebaiknya makanan diberikan sedikit tapi sering.
– Berikan anak suplemen Zinc untuk meningkatkan kekebalan dinding usus besarnya.

Perlukah ke dokter? Tergantung penyebabnya. Sebaiknya bawa anak berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui kuman penyebab diarenya dan mendapat obat yang tepat.
Bila penyebabnya adalah virus serta dehidrasinya termasuk ringan atau sedang, anakbisa dirawat di rumah. Namun, jika mengalami dehidrasi berat, ia perlu dirawat di rumah sakit.

Pentingnya Pemberian Zinc pada Anak ketika Diare

Penyakit diare sangat rentan diderita oleh anak sehingga para orang tua wajib memerhatikan kondisi sang anak dari waktu ke waktu. Salah satu upaya untuk mengobati diare ialah dengan memberikan zinc pada anak.

Zinc ialah zat gizi mikro yang sangat penting dalam membantu tumbuh kembang anak dan untuk menjaga kesehatannya. Nah, ketika si anak diare maka ia akan kehilangan banyak zinc di dalam tubuhnya.

Dalam kondisi tersebut, anak harus diberikan zinc dalam komposisi yang cukup untuk menggantikan zinc yang sudah hilang akibat diare. Ketercukupan zinc di dalam tubuh anak akan membantu proses penyembuhannya dari diare dan secara aktif menjaga supaya kondisi tubuhnya tetap sehat.

Sejak tahun 2004 silam, dua lembaga dunia—WHO dan UNICEF—telah menandatangani kebijakan tentang pengobatan diare yakni dengan pemberian zinc dan oralit selama lebih kurang 2 minggu.

Hal tersebut sangat wajar dilakukan karena didasarkan pada penelitian yang pernah dilakukan selama 20 tahun lebih—dari tahun 1980-an sampai 2003—dimana hasilnya menunjukkan bahwa pengobatan dengan pemberian oralit dan zinc terbukti efektif dalam menurunkan tingginya angka kematian akibat diare sampai 40%.

Pemberian zinc juga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh (imunitas) serta dapat secara aktif membantu mencegah terulangnya si anak menderita diare paling tidak untuk 2-3 bulan pasca sembuh dari diare.

Di dalam tubuh, ada sekitar 300 enzim yang bergantung pada zinc. Jika zinc diberikan kepada anak yang sistem kekebalan tubuhnya belum terlalu baik, maka juga akan sangat bermanfaat dalam membantu menjaga dan meningkatkan sistem imun si anak tersebut.

Secara medis, sesuai dengan catatan WHO yang didasarkan pada hasil penelitian selama 18 tahun, manfaat zinc untuk pengobatan diare ialah dengan cara mengurangi prevalensi diare sekitar 34%, mengurangi insiden pneumonia 26%, dan mengurangi durasi diare yang akut sebesar 20%.

Pemberian zinc pada anak harus menimbang aturan yang telah ditetapkan. Dianjurkan pemberiannya sebanyak 1 kali dalam sehari selama 10 hari secara berturut-turut.

Pemberian zinc harus terus dilakukan meskipun penyakit diare anak sudah reda. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh terhadap kemungkinan terjadinya diare dalam jangka waktu 2-3 bulan ke depan.

Cara pemberian zinc pada anak yang masih berusia di bawah 2 tahun ialah dengan melarutkan tablet zinc tersebut pada satu sendok air atau air susu ibu (ASI), sedangkan pada anak yang lebih besar bisa dikunyah langsung.

Lalu, bagaimana jika penggunaannya digabungkan dengan oralit. Pada dasarnya, penggunaan keduanya aman dilakukan dengan tetap mengikuti prosedur yang berlaku.

Zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut, sedangkan oralit diberikan setiap kali anak menderita buang air besar (BAB) sampai akhirnya diarenya sembuh.

Itulah fakta seputar zinc yang sangat bermanfaat untuk mengobati buah hati Anda yang sedang menderita diare. Mulai saat ini, jika anak Anda sedang menderita diare sebaiknya diberikan pengobatan dengan zinc yang telah terbukti selama puluhan tahun dapat mengobati diare dan memperkuat sistem imunitas tubuh.

Mengobati Anak Diare di Rumah

Dalam pengobatan diare ada dua prinsip. Pertama rehidrasi, mengganti cairan yang hilang. Ini dapat dilakukan melalui mulut (minum) maupun melalui infus (pada kasus dehidrasi berat). Kedua, pemberian makanan yang adekuat. Pemberian makanan seperti yang diberikan sebelum sakit harus dilanjutkan, termasuk pemberian ASI. Pada diare yang ringan tidak diperlukan penggantian susu formula.

Bila gejala dehidrasi muncul berikan larutan berikut sebegai pertolongan pertama di rumah. Jika diare masih berlanjut Anak Ana harus segera dibawa ke rumah sakit:

1. Larutan Garam-Gula

Bahan terdiri dari 1 sendok teh gula pasir,seperempat sendok teh garam dapur dan 1 gelas (200 ml) air matang. Setelah diaduk rata pada sebuah gelas diperoleh larutan garam-gula yang siap digunakan.

2. Larutan garam Tajin

Bahan terdiri dari 6 (enam) sendok makan munjung (100 gram) tepung beras, 1 (satu) sendok teh (5 gram) garam dapur, 2 (dua) liter air. Setelah dimasak hingga mendidih akan diperoleh larutan garam-tajin yang siap digunakan.

Bagaimana Solusi Jika Anak Terkena Diare ?

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com