Bagaimana Agar Tidak Caesar Lagi ???

Bagaimana Agar Tidak Caesar Lagi ???

95921224

Kelahiran pertama caesar, yang kedua belum tentu juga harus caesar. Bunda bisa tetap melahirkan normal, namun ada beberapa persyaratan yang harud dipenuhi.

Syarat untuk melakukan Vaginal Birth After Cesarean (VBAC) adalah :

  • Jarak persalinan normal dengan persalinan caesar sebelumnya idealnya 18-24 bulan. Ada pula yang mengatakan setelah18  atau 24 bulan baru hamil lagi untuk lebih amannya.Tergantung bagaimana riwayat kehamilan dan Caesar sebelumnya.
  • Baru mengalami satu kali operasi caesar dan tidak ada riwayat perlukaan rahim lainnya seperti operasi mioma uteri atau tumor jinak otot rahim, dan riwayat ruptura uteri
  • Caesar pertama bukan karena indikasi yang akan menetap/berulang, seperti panggul sempit dan riwayat operasi pengangkatan mioma uteri. Misalnya jika riwayat caesar sebelumnya karena posisi anak sungsang, gawat janin atau plasenta previa (ari-ari di bawah) dan hal ini tidak berulang, maka kelahiran normal bisa dilakukan.
  • Jenis jahitan pada operasi caesar sebelumnya bukan model klasik atau longitudinal incision atau jahitan vertikal, tapi insisi transversa rendah (low transverse incision)
  • Panggul tidak sempit
  • Tebal rahim berada dalam batas aman –memiliki 0% risiko terjadinya ruptur uteri-, yaitu 4,5 mm. Meski, ketebalan rahim ini masih menjadi perdebatan, sebab ada penelitian lain yang menyatakan ketebalan di atas 2,5 mm cukup aman, ada pula yang menyatakan di atas 3,5 mm.
  • Tidak terjadi komplikasi pada kehamilan.
  • Persalinan timbul terjadi dengan spontan, yaitu kontraksi dan pembukaan serviks terjadi secara spontan.

Adalagi syarat penting untuk Anda yang menginginkan persalinan normal setelah riwayat caesar, yaitu:

  • Lakukan persalinan di Rumah Sakit yang memiliki fasilitas ruang operasi caesar.
  • Memiliki tim operasi yaitu dokter anestesi, dokter kandungan, dokter anak serta perawat yang bisa siap dalam kurun waktu tidak lebih dari 30 menit karena bila terjadi kegagalan VBAC harus segera dilakukan operasi.
  • Proaktif bertanya pada dokter kandungan Anda bila dua point di atas tidak dibicarakan pada Anda.

Indikasi untuk caesar lagi pada ibu dengan riwayat caesar sebelumnya?

  • Bila tidak timbul proses persalinan alami pada batas waktu yang ditentukan.
  • Bila persalinan normal tidak mengalami kemajuan.
  • Bila jarak kehamilan atau persalinan terlalu dekat.
  • Bila ketebalan segmen bawah rahim atau bekas caesar terlalu tipis.
  • Kehamilan kembar.
  • Bila terdapat indikasi-indikasi caesar pada ibu hamil umumnya seperti: preeklampsia, kelainan jantung, makrosomia atau bayi besar yaitu berat badan janin 4 kg atau lebih, kelainan letak janin, sungsang atau melintang, ukuran pinggul ibu terlalu kecil atau disproporsi kepala panggul, ari-ari lepas (solusio placentae), Hipoksia janin (janin kekurangan oksigen), Placenta previa atau ari-ari menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir, obesitas.

Sekali caesar, tetap caesar?

Mitos bahwa sekali caesar tetap caesar muncul karena melahirkan normal setelah caesar bisa menyebabkan rahim robek (ruptur uteri). Benarkah demikian?

secara umum risiko rahim robek pada yang lahir normal setelah saesar adalah 4,5 persen. Data lain menunjukkan angka ‘window of uterus’ ataupun rahim robek terjadi kurang dari 2 persen pada yang lahir normal setelah caesar. Sebesar 2,8 persen per 10.000 ibu yang melahirkan normal setelah caesar berisiko meninggal, sementara angkanya 2,4 persen pada yang kembali caesar.

pada 33.000 ibu lahir normal setelah pernah caesar lebih tinggi risikonya menyebabkan rahim robek, kesehatan bayi terganggu, infeksi rahim, dan transfusi darah, meskipun angkanya tak terlalu berbeda dengan ibu yang operasi berulang. Risiko rahim robek akan bertambah signifikan bila ibu melahirkan dengan induksi memakai obat yang mengandung prostaglandin.

Jika risiko melahirkan normal setelah caesar lebih besar, mengapa masih ada yang memilihnya? Selain bila ditilik dari angka, risikonya tak jauh beda, ibu yang sukses lahir normal akan melewati masa rawat lebih pendek dan nyaman. Risiko demam juga lebih rendah daripada yang operasi caesar berulang. Juga, bagi yang ingin punya anak lagi, lahir normal setelah caesar bisa mengurangi risiko operasi berulang seperti robeknya rahim, kelainan plasenta (plasenta melekat pada rahim dan sulit dilepaskan), dan komplikasi lain akibat operasi perut yang berulang.

Memutuskan normal setelah caesar

Pada akhirnya, keputusan untuk caesar atau normal ditentukan oleh si ibu. Sekitar 30-50 persen memilih untuk operasi lagi, kebanyakan dengan alasan takut gagal lahir normal, khawatir dengan bahaya melahirkan normal, takut nyeri, dan jadwal kelahiran yang tidak pasti. Bagi yang ingin mencoba lahir normal, beberapa hal perlu dipertimbangkan:

Operasi caesar lebih dari satu kali

Melahirkan normal setelah satu kali operasi caesar sudah diterima banyak kalangan, tidak demikian bagi yang menjalani lebih dari satu kali operasi. Ditambah lagi, kemungkinan terbukanya bekas luka operasi pada rahim lebih besar. Meski demikian, belum ada cukup bukti bahwa ibu yang operasi lebih dari satu kali lebih tinggi risikonya daripada yang hanya satu kali, semua masih menunggu hasil penelitian.

Penyebab operasi caesar terdahulu

Bagi yang pernah operasi caesar karena bayi sungsang, kemungkinannya cukup besar untuk bisa lahir normal pada anak berikutnya. Sedangkan bila panggul sempit, proses persalinan yang tak maju-maju, atau bayi sulit melewati jalan lahir, punya kemungkinan paling rendah, meski bukan tidak mungkin untuk bisa lahir normal pada persalinan berikutnya.

Pernah bersalin normal

Ibu-ibu yang pernah melahirkan normal sebelum atau sesudah caesar lebih besar kemungkinannya untuk lahir normal lagi. Terutama bila persalinan normal yang terdahulu dilakukan setelah caesar.

Jenis sayatan operasi pada rahim

Dulu, sayatan operasi pada rahim amat berisiko menyebabkan rahim robek, yaitu sayatan yang berbentuk vertikal memotong otot rahim. Untungnya saat ini teknik operasi telah berkembang dan jauh lebih aman. Tak ada salahnya menanyakan jenis sayatan operasi pada dokter Anda, dan bagaimana risikonya bila Anda berencana lahir normal pada anak berikutnya.

  Usia kehamilan saat operasi terdahulu

Umumnya, rahim belum sepenuhnya ‘siap’ bila bayi harus dikeluarkan pada kehamilan yang masih muda, misalnya saat kehamilan 7 bulan. Risikonya, sayatan operasi tak bisa dilakukan pada tempat yang seharusnya, yang secara teori, meningkatkan risiko robeknya rahim pada persalinan berikutnya. Tetapi, secara penelitian memang belum dibuktikan. Mempersiapkan persalinan–apakah akan caesar atau normal–sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Tanyakan selalu pada dokter, persiapan terbaik dan berbagai risikonya sesuai dengan jenis persalinan yang akan Anda pilih, sebab jenis persalinan pada anak pertama dapat memengaruhi persalinan yang berikutnya.

Bagaimana Agar Tidak Caesar Lagi ???

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com