Atasi Anak Yang Takut Pisah Dari Ibu

Atasi Anak Yang Takut Pisah Dari Ibu

090zWbY3YA

Keadaan anak yang sulit untuk berpisah dengan Mama atau Papanya itu tidak mungkin dibiarkan begitu saja. Bahkan, mungkin ada beberapa orang tua yang sudah ‘kebal’ dengan tangisan dan teriakan anaknya, dan menganggap bahwa nanti kalau anak sudah lelah, dia akan diam sendiri. Padahal, ada cara untuk mengatasi SAD pada anak, lho. Nah, jika anak Mama mengalami SAD, cobalah beberapa tips di bawah ini, ya, Ma.

1.    Di dalam keluarga, setiap anggota keluarga harus menjalankan perannya sendiri. Misalnya, orang tua harus sadar bahwa mereka perlu membimbing anak untuk mandiri. Pengasuhan atau perhatian yang berlebihan seharusnya dikurangi.

2.    Modelling behavior atau meniru pola perilaku. Anak adalah peniru ulung. Jika ia melihat Anda bersikap ramah ketika bertemu orang yang asing, ia tidak akan merasa takut dengan orang yang baru. Bagaimana pun, perilaku Anda menjadi acuan bagi anak.

3.    Introspeksi hubungan dengan pasangan. Mungkin saja, hubungan Anda berdua bermasalah sehingga manifestasinya ke anak. Seharusnya, perhatian Anda bisa dibagi secara rata. Jadi, Anda tidak hanya fokus ke anak saja, tapi juga ke pasangan.

4.    Mulai usia 3 tahun ke atas. Ajarkan anak melakukan kewajiban pribadinya, seperti tidur, mandi, atau makan sendiri. Biarkan si kecil belajar untuk mandiri di rumah.

Ada beberapa solusinya, yakni:

1.    Terapkan teknik flooding (langsung). Caranya adalah dengan menitipkan anak ke orang yang dipercaya. Misalnya, ketika di sekolah, titipkan anak pada gurunya. Jika ia menangis, biarkan guru yang menenangkannya. Proses ini bisa berlangsung selama kurang lebih seminggu sampai anak terbiasa.

2.    Systematic desensitization. Secara bertahap, jauhi si kecil dengan pelan-pelan. Umumnya, proses ini berlangsung selama 2 – 3 bulan. Awalnya, Anda menunggu sambil duduk dekat dengannya. Esoknya duduklah lebih menjauh dari posisi sebelumnya. Terus lakukan sampai Anda benar-benar menghilang.

Bahkan, mungkin saja sebenarnya bukan anak yang takut, tapi justru Mama yang khawatir berpisah dengan anak. Jadi, siapa yang sebenarnya takut? Berikut ini beberapa faktor penyebabnya:

1. Faktor genetis. Misalnya, jika Anda termasuk tipe pencemas, anak juga akan ikut cemas.

2. Jenis kelamin. Biasanya, anak perempuan lebih banyak yang merasa cemas saat berpisah dengan orang tua ketimbang anak laki-laki.

3. Profil klinis. Lihat temperamen anak. Apakah si kecil mudah takut atau tidak? Bila ia mudah takut, ajaklah melakukan aktivitas yang bisa membuatnya lebih berani. Misalnya, bermain gym, petak umpet, dll.

4. Over protective secara berlebihan. Secara emosional, orang tua terlalu dekat dengan anak, sehingga si kecil tidak bisa lepas dari orang tua. Misalnya, Anda selalu membantunya menyelesaikan segala sesuatu. Akibatnya? Dia menjadi tidak mandiri.

Ciri-cirinya adalah:

1.    Selalu ingin dekat secara fisik dengan orang tua. Jika berjauhan, dia akan merasa tidak nyaman. Misalnya, langsung memeluk mamanya erat-erat.

2.    Ada perubahan perilaku yang ekstrim. Misalnya, anaktampak tertekan atau yang biasanya aktif tiba-tiba murung, sedih, dan melakukan ‘drama’ saat berpisah dengan mamanya.

3.    Menangis atau tantrum. Ia bisa menjerit-jerit sampai tidak bisa berhenti menangis, walau pun Anda sudah mendekatinya.

4.    Tangan berkeringat. Misalnya, saat Anda menjauh, tangannya berkeringat dan ia terus menerus menggenggam tangan Anda.

Jika anak mengalami SAD, pada awalnya ia akan memperlihatkan gejala seperti berikut:

1.    Mulai takut tidur sendiri. Biasanya, ia akan pindah ke tempat tidur orang tua

2.    Saat mau berangkat sekolah sengaja mengeluhkan bermacam hal. Dengan begitu, ia tidak perlu masuk sekolah

3.    Terlalu peduli tentang kegiatan orang tua sehingga anak selalu menanyakan keberadaan orang tua

Atasi Anak Yang Takut Pisah Dari Ibu

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com