APA ITU HAMIL MOLA

APA ITU HAMIL MOLA

190px-Blasenmole_Computertomographie_sagittal

 

Mola hidatidosa (atau hamil anggur) adalah kehamilan abnormal berupa tumor jinak yang terbentuk akibat kegagalan pembentukan janin. Bakal janin tersebut dikenal dengan istilah mola hidatidosa.  Istilah hamil anggur digunakan karena bentuk bakal janin tersebut mirip dengan gerombolan buah anggur.

Mola hidatidosa juga dapat didefinisikan sebagai penyakit yang berasal dari kelainan pertumbuhan calon plasenta (trofoblas plasenta) dan diserai dengan degenerasi kistik villi serta perubahan hidropik.

Trofoblas adalah sel pada bagian tepi ovum (sel telur) yang telah dibuahi dan nantinya akan melekat di dinding rahim hingga berkembang menjadi plasenta serta membran yang memberi makan hasilpembuahan. Penyebab penyakit ini belum diketahui pasti, amun diduga karena kekurangan gizi dan gangguan peredaran darah rahim.

Hamil anggur atau mola hidatidosa dapat terjadi karena:

  • Tidak ada buah kehamilan (agenesis) atau ada perubahan (degenerasi) sistem aliran darah terhadap buah kehamilan, pada usia kehamilan 3-4 minggu.
  • Aliran darah yang terus berlangsung tanpa bakal janin, sehingga terjadi peningkatan produksi cairan sel trofoblas.
  • Kelainan substansi kromosom (kromatin) seks.

Pemeriksaan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan HCG (human chorionic gonadotrophin) urin atau serum untuk pemeriksaan kehamilan, USG (ultrasonografi), dan uji Sonde.

 Mola hidatidosa lengkap

Mola hidatidosa lengkap apabila vili hidropik, tidak ada janin dan membran, kromosom maternal haploid dan paternal 2 haploid.

Mola hidatidosa parsial

Mola hidatidosa parsial apabila janin tidak teridentifikasi, campuran villi hidropik dan normal, kromosom paternal diploid.

Mola hidatidosa invasif

Mola hidatidosa invasif apabila korioadenoma destruen, menginvasi miometrium, terdiagnosis 6 bulan pasca evakuasi mola.

Gejala

Pada mulanya, gejala mola hidatosa atau hamil anggur mirip dengan gejala kehamilan normal, yaitu terlambat haid, mual, tes kehamilan positif, dan muntah. Namun, pada penderita hamil anggur, gejala awal tersebut dialami dengan lebih berat. Tanda-tanda lainnya adalah tidak ada gerakan janin, rahim lebih besar dari umur kehamilan, dan keluar gelembung cairan mirip buah anggur bersamaan dengan perdarahan.

Pengobatan

Untuk wanita yang masih ingin punya anak, pengobatan dapat dilakukan dengan membersihkan rahim (kuret). Sedangkan untuk yang tidak ingin punya anak, dapat dilakukan dengan pengangkatan rahim.

penyebab terjadinya Mola Hidatidosa masih belum diketahui. Akan tetapi, peningkatan angka kejadian Mola atau hamil anggur diperkirakan karena faktor-faktor:

  1. Gangguan pada sel telur (ovum).
  2. Kekurangan gizi pada ibu hami.
  3. Kelainan rahim.
  4. Wanita yang hamil dengan usia dibawah 20 tahun atau diatas 40 tahun.
  5. Mengkonsumsi makanan rendah protein dan asam folat.

Selanjutnya Anda tentu saja ingin tahu, “Apa gejala dan tanda Mola Hidatidosa atau Hamil Anggur?” Gejala penyakit Mola ini umunya terdiri dari beberapa hal, yaitu:

  1. Adanya mual-muntah parah yang menyebabkan 10% pasien masuk RS.
  2. Pembesaran rahim yang tidak sesuai dengan usia kehamilan (pada Mola Hidatidosa, perut ibu lebih besar).
  3. Adanya gejala-gejala hipertitoidisme seperti: intoleransi panas, gugup, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, tangan gemetar dan berkeringat, kulit lembab.
  4. Adanya gejala-gejala pre-eklampsia seperti: pembengkakan pada kaki dan tungkai, peningkatan tekanan darah, proteinuria (terdapat protein pada air seni).

Sementara itu, tanda dan gejala kehamilan dini didapatkan pada mola hidatidosa bermula dari kecurigaaan yang biasanya terjadi pada minggu ke 14 – 16, dengan adanya tanda-tanda berupa:

  1. Ukuran rahim lebih besar dari kehamilan biasa.
  2. Pembesaran rahim yang terkadang diikuti perdarahan.
  3. Bercak berwarna merah darah beserta keluarnya materi seperti anggur pada pakaian dalam.

 

Apa penyebab terjadinya hamil anggur?

Faktor langsung penyebab hamil anggur ini hingga sekarang masih belum diketahui secara pasti. Diperkirakan bahwa beberapa faktor yang sering dikaitkan sebagai penyebab hamil anggur  ini diantaranya yaitu mutasi genetik (buruknya kualitas sperma atau gangguan pada sel telur) yang mengakibatkan pada kehamilan dimana janin akan mati dan tak berkembang, kekurangan vitamin A, darah tinggi, serta faktor gizi yang kurang baik.

Wanita dengan usia dibawah 20 tahun atau diatas 40 tahun juga berada dalam resiko tinggi. Seringkali ditemukan pada masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi yang rendah, kekurangan gizi pada ibu hamil, ibu yang sering hamil, gangguan peredaran darah dalam rahim dan kelainan rahim berhubungan dengan peningkatan angka kejadian mola. Mengkonsumsi makanan rendah protein, asam folat, dan karoten juga meningkatkan resiko terjadinya mola.

Gejala-gejala hamil anggur (pada pasien yang amenorrhae/terlambat haid) :

1. Pendarahan terus-menerus pada minggu ke 12 kehamilan (bervariasi, bisa hanya bercak-bercak sampai pendarahan dalam jumlah banyak, seringkali berwarna kecoklatan). Biasanya menyebabkan anemia dan kekurangan zat besi.

2. Pembesaran perut (pertumbuhan ukuran rahim) tidak sesuai dengan usia kehamilan atau lebih cepat dari biasanya (misalnya hamil 1 bulan terlihat seperti hamil 3 bulan).

3. Mual-mual dan muntah lebih sering terjadi dan durasinya lebih lama.

4. Timbul tekanan darah tinggi yang terkait kehamilan (jika terjadi sebelum minggu ke 24 mengarah pada hamil anggur).

5. Tidak ada tanda-tanda adanya janin (tidak ada bunyi detak jantung anak, rangka janin tidak nampak pada hasil rontgen).

6. Kadar hormon korionik gonadotropin (HCG) tinggi dalam darah dan air kencing ibu.

7. Denyut nadi cepat, dan jantung berdebar-debar.

Namun demikian memperhatikan gejala gejala diatas tidaklah cukup. Karena pada keadaan kehamilan  dengan kondisi  kehamilan kembar, Keguguran , dan adanya penyakit keganasan pada ari-ari  juga menunjukkan salah satu atau sebagian dari tanda tersebut diatas. Bila ibu hamil menemukan atau mengalami salah satu tanda tersebut diatas jangan langsung cemas. Periksakan dulu pada dokter dan bidan. Belum tentu hamil anggur.

Walaupun banyak gejala yang bisa kita gunakan untuk memperkirakan hamil anggur, diagnosa pasti baru bisa kita dapatkan setelah melihat lahirnya gelembung-gelembung mola.

Selain dengan melihat gejala-gejala yang ada, dapat juga dilakukan pemeriksaan untuk menegakkan diagnosa, antara lain:

  • Rontgen : untuk melihat rangka bayi, tapi jika tidak terlihat belum tentu terjadi hamil anggur.
  • Reaksi biologis dengan Galli Mainini : pengukuran kadar gonadotropin secara kuantitatif.
  • Percobaan sonde : pada hamil anggur, sonde mudah masuk, sedangkan pada kehamilan biasa, ada tahanan dari janin.
  • Suntikan zat kontras ke dalam uterus : memperlihatkan gambaran sarang tawon.
  • USG : memperlihatkan gambaran badai salju.

Bagaimana cara penanganan hamil anggur tersebut?

Penanganan terhadap hamil anggur meliputi 2 tahap, yaitu pengguguran sesegera mungkin, dan melakukan pengawasan terhadap kemungkinan timbulnya gejala-gejala kanker korion (choriocarcinoma).

Tindakan pengguguran harus dilakukan segera supaya kehamilan yang tidak normal itu tidak bertambah besar dan merusak kondisi ibu. Pada wanita usia subur yang masih menginginkan anak dilakukan dengan cara kuret, sedangkan pada wanita usia lanjut atau yang sudah tidak menginginkan anak dapat dilakukan pengangkatan rahim (histerektomi).

Pengguguran dan kuret harus disertai dengan transfusi darah karena ada kemungkinan besar terjadi perdarahan yang banyak. Kemudian kira-kira 10-14 hari setelah kuret pertama, dilakukan kuret kedua yang bertujuan untuk menghasilkan rahim yang benar-benar bersih.

Wanita yang mengalami  molahidatidosa boleh hamil lagi, tetapi harus menunggu sampai pemeriksaan pengawasan selesai dilakukan. Bagi wanita yang belum mempunyai anak dianjurkan menunda kehamilan selama 1 tahun, sedangkan bagi wanita yang sudah mempunyai anak dianjurkan untuk tidak hamil dulu selama 2 tahun.

Apakah ada pemberian obat – obatan juga untuk kasus hamil anggur?

Dari berbagai literatur disebutkan bila pemantauan sulit dari jangkauan tenaga kesehatan beberapa ibu hamil dengan kasus kehamilan Molahidatidosa ini ada  yang mendapat terapi pengobatan  juga dengan pil setelah kuretase.

Namun demikian pada ibu hamil dengan keadaan Molahidatidosa harus berupaya teratur kontrol agar tidak berkembang menjadi  penyakit kanker atau sel sel  jinak berubah ganas.

Beberapa efek samping yang dapat timbul pada pemberian obat minum  Metotreksat profilaksis adalah  sariawan, mual, muntah, diare , kulit kemerahan juga kerontokan rambut, kadar Hb menurun, dsb. Oleh karena itu paling  penting kontrol  secara teratur.

Dapatkah ibu hamil sembuh total dari keadaan hamil anggur?

Bila tindakan penanganan dan pengobatan telah dilakukan secara cepat dan tepat maka ibu dapat berpeluang untuk hamil kembali. Kontrol rutin tetap harus dijalani sesuai ketentuan prosedur dari dokter. Bila pemeriksaan kadar HCG dalam darah  sampai tiga kali berturut turut negatif  ibu boleh pulang dengan diberi konseling penggunaan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan. Alat kontrasepsi pilhan bisa pil, atau IUD.

 APA ITU HAMIL MOLA

Leave a comment  

name*

email*

website

Submit comment

Powered by moviekillers.com.com